Rumah by 一級建築士事務所オブデザイン

Transformasi Sebelum dan Sesudah: Rumah Kayu Jepang Berusia 32 Tahun

Prisca Akhaya Prisca Akhaya
Google+
Loading admin actions …

Membangun ulang dan merenovasi merupakan kegiatan yang kadang tertukar artinya oleh masyarakat. Renovasi yang dilakukan untuk merestorasi bangunan dapat dipertimbangkan budget dan strukturnya sehingga dapat diperoleh bangunan selayaknya bangunan baru.

Kali inipun, proyek berikut ini juga ingin memperkenalkan proses remodeling rumah agar tampil seperti bangunan baru yang didesain oleh kantor arsitek kelas satu. Rumah ini diperbaharui tampilannya dan memiliki tampilan segar yang tidak bisa diduga hasilnya renovasi

1. Sebelum: Eksterior bangunan berusia 32 tahun

Dalam kurun waktu 32 tahun, desain sudah mengalami banyak perubahan. Terdapat perubahan berdasarkan hukum Standar Building berikut dengan pertimbangan berdasarkan bencana dan struktur bangunan yang orisinil. Terdapat banyak sekali elemen yang tidak sesuai dari aspek insulasi udara dan suhu ruangan.

2. Sesudah: Mengorganisir tampilan dan situs

Proyek ini lahir dari keinginan untuk menikmati taman dan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Banyak orang terkejut akan penampilan rumah yang berubah total. Eksterior atau bagian luar rumah ini yang sudah mengalami perubahan signifikan hingga tidak seperti tampilan lamanya yang tradisional dengan gaya atap lama. Kini, atapnya menjadi tampak kontemporer dan modern, ditata sedemikian rupa hingga area parkirnya dapat dengan mudah digunakan tanpa merusak lingkungan dan gaya desain, menjadi penyelesaian akhir yang cukup maksimal.

3. Sesudah: Bagian lantai tempat menikmati taman

Kehidupan setelah pensiun biasanya akan dipenuhi dengan harapan adanya perasaan sejuk melihat taman yang asri, sehingga pengembangan taman, tanaman sayuran dan tanaman herbal dapat menjadi solusi yang menyenangkan. Layout atau desain bentuk rumah kayu sebelumnya mengalami perubahan cukup ekstensif, seperti yang dapat terlihat pada taman dan penataannya berikut yang memudahkan navigasi. Adanya pemandangan yang luar biasa dapat terlihat dari bukaan lebar dan dek kayu yang dipasang sebagai perpanjangan dari ruang tamu. Keberadaannya makin kelihatan dan menjadi akses ke taman. Penekanan seismik-nya juga dipertimbangkan, sehingga pemasangan jendela yang lebar memungkinkan dan sangat menyegarkan unttuk kehidupan yang benar-benar dinikmati. Angin sepoi-sepoi keluar masuk rumah dengan lancar, dan membawa perubahan yang signifikan dalam kehidupan sehari-hati.

4. Sesudah: Dapur yang nyaman

Selama 30 tahum, gaya hidup Jepang dan gaya dapur dalam rumah terus berkembang dan berubah secara dramatis. Meskipun upacara yang dilaksanakan bertatap muka sekarang sudah menjadi hal yang umum dilakukan, gaya ini membuat penyimpanan barang menjadi lebih mudah. Sangat mudah untuk berkonsentrasi memasak dan melakukan pekerjaan domestik di area dapur yang demikian, sambil tetap dapat terkoneksi dengan keluarga karena tidak tertutup dan terisolir layaknya dapur bergaya lama. Di dalam dapur ini, akses ke tanaman sayur-mayur dan tanaman herbal sangat mudah karena langsung menuju ke taman, memberikan inspirasi menu harian. Dapur menjadi tempat yang sangat sering digunakan untuk kehidupan sehari-hari.

5. Sesudah: Area mencuci serupa hotel

Konsep keseluruhan area mencuci dengan gaya ubin subway ini menjadi tempat mencuci dengan wastafel yang dipasang dengan sederhana dan penuh gaya ala interior di seberang lautan. Handuk dan rak penyimpanan juga tersedia, dan penggunaannya juga amat maksimal. Seringkali, dalam ruang mencuci ini, area penyimpanan tidak mencukupi apabila rak dan furnitur tambahan tidak tersedia di dekat wastafel dan biasanya akan membuat ruangan menjadi terkesan berantakan. Jika Anda dapat melakukan penataan yang jelas seperti ini di rak dinding, Anda tentu akan dapat menggunakannya secara lebih nyaman. Tempat untuk meletakaan boks tempat kotoran juga diamankan di ruangan ini, dan ruangan yang terbatas dapat dijaga tetap rapi.

6. Sesudah: Ruang kamar gaya Tatami yang lembut

Di zaman sekarang pun, lantai sudah menjadi bagian umum dengan kelembutan dan penyatuan atmosfer menggunakan kulit tatami yang tetap populer. Semakin tua seseorang, terutama di Jepang, terdapat kepercayaan bahwa tempat tidur tatami lebih nyaman daripada model futon yang dihamparkan di lantai. Terkadang, ketika tikar tatami memiliki bentuk dan motif yang sama dengan furnitur, tampilannya menjadi tidak menarik lagi, namun tatami yang tidak berpinggiran biasanya tetap nyaman meskipun saat meletakkan tempat tidur yang tetap melengkapi atmosfer ruangan.  Ruang kamar yang kalem dan beratmosfer lembut dan tenang sudah sewajarnya menjadi ruangan tempat terjadinya penyembuhan dan pemulihan tenaga setiap hari. Kini kehidupan sehari-hari akan lebih nyaman dan mudah karena adanya jendela yang cukup menjadi jalan masuk cahaya dan menimpa pintu geser. Jika renovasi dapat memberikan perubahan seperti ini layaknya konstruksi baru, kemungkinan revolusi interior yang dicapai menjadi lebih tinggi.

 Rumah by Casas inHAUS

Need help with your home project? Get in touch!

Discover home inspiration!