Dapur by 코원하우스

Rumah 2 Lantai Sederhana dan Terjangkau Untuk Keluarga Kecil

Dyah Swastantika Dyah Swastantika

Tanya harga

Invalid number. Please check the country code, prefix and phone number
Dengan mengklik 'Kirim' saya mengkonfirmasi bahwa saya telah membaca dan menyetujui Kebijakan Privasi bahwa informasi saya akan diproses.
Catatan: anda dapat mencabut persetujuan tersebut kapan saja dengan mengirim email ke privacy@homify.com.
Loading admin actions …

Terbatasnya lahan menjadi alasan mengapa rumah modern semakin tinggi dan ramping. Ini cara agar rumah bisa memiliki lebih banyak ruangan, halaman juga masih ada meski sangat mungil. Seperti apakah pembagian dan penataan ruang rumah bertingkat yang fungsional dan nyaman bagi keluarga kecil 1 anak? Tentu tidak asal jadi atau sekedar indah tanpa memperhatikan faktor keamanan. Rumah di Yeonhui-dong, Seoul, Korea Selatan ini juga dibangun di atas lahan yang terbatas. Ulasan tentang rumah hasil rancangan Koiwon House berikut ini akan membeberkan seperti apa sih pendistribusian ruangan yang sebaiknya dilakukan agar hari-hari penghuninya selalu indah sepanjang masa. 

1. Desain eksterior dengan dinding keramik dan kayu sintetis

Rumah ini berada di tengah pemukiman menghadap persis ke jalan. Untuk membatasi lirikan mata orang yang lalu lalang, pintu dibuat sedikit lebih kecil. Demikian juga jendela-jendela kaca yang menghadap ke jalan. Fasad depan dilapisi dengan keramik agar lebih menarik. Atap berlapis kayu di depan dan di sekitar balkon menampilkan kesan natural. Pagar rendah di depan rumah adalah ide desain eksterior simpel dengan nunasa coklat dari pagar, pintu dan langit-langit kayu. 

2. Taman kecil di belakang rumah

Langkahkan kaki maka kita akan sampai di halaman belakang. Halaman ditanami rumput dan batu-batu diletakkan sebagai jalan setapak. Dengan adanya pagar kayu di samping, suasana menjadi hangat dan menyenangkan. Berbeda dengan fasad depan, di belakang rumah ada jendela-jendela kaca besar di mana cahaya alami bisa masuk tanpa halangan. Ini adalah cara untuk menjaga privasi penghuni rumah yang ingin menghabiskan waktu di luar rumah. Pondasi rumah ditutup dengan batu agar serasi dengan teras berlantai batu di depan dan belakang rumah.  

3. Suasana di lantai pertama

Ini adalah apa yang kita lihat setelah masuk dari pintu depan. Interior ditata mengikuti bentuk ruangan yang tidak luas. Dinding dan langit-langit serba putih sama dengan dinding luar. Tujuannya agar cahaya yang masuk dari pintu kaca terpantul di dinding dan plafon, sehingga setiap sudut dan sela-sela di ruangan ini terpapar oleh cahaya. Lantai, meja dapur dan furnitur menggunakan kayu dengan warna dan dimensi yang sama, sehingga suasana di ruangan ini semakin cerah alami. Plafon gantung di atas area dapur adalah ide cerdas untuk menata lampu agar bisa memancarkan cahaya tak langsung. Selain cerah, suasana di ruangan ini pun lebih rileks dan menenangkan.  

4. Irish Countertop untuk komunikasi lebih hangat

Lantai satu ditujukan sebagai area sosial, di mana keluarga berkumpul, makan malam bersama, atau menerima tamu. Sebuah sofa nyaman diletakkan di ruang keluarga dengan lampu fluorescent di atasnya. Lantai, meja bar dan furnitur menggunakan kayu dengan warna dan dimensi yang sama, sehingga suasana di ruangan ini semakin cerah alami. Dapur didesain dengan Irish countertop yang menghadap ke ruang makan dan bar menghadap ruang tamu. Sedangkan furnitur dapur merupakan perpaduan antara warna abu-abu dan putih. Sebuah desain yang akan membuat komunikasi lebih intens dan hangat setiap saat. Agar asap tidak memenuhi ruangan dipasang kipas angin penyedot asap pada plafon gantung. 

5. Tangga menuju lantai atas

Sekarang kita alihkan pandangan ke koridor dan tangga yang menghubungkan lantai atas dan bawah. Tangga kayu dibuat dari bahan yang sama dengan lantai, sama-sama menghasilkan atmosfer mewah dan hangat yang natural. Desain ini juga memaksimalkan fungsi ruang di bawah tangga yang sering terabaikan. Di sini ruang di bawah tangga dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan dan kamar mandi kecil. Tangga di bagian atas dibuat berbeda dengan tangga di bawah. Cahaya yang masuk dari jendela akan dibiaskan masuk melalui sela-sela anak tangga ke area di bawahnya. 

6. Dapur dan ruang keluarga kecil di lantai atas

Di lantai dua kita pertama-tama akan disambut oleh sebuah ruang keluarga mini, dapur merangkap ruang cuci. Interior di sini tetap didominasi warna putih dan kayu agar serasi dengan suasanan di lantai bawah. Di dapur kecil terpasang lemari kabinet dan rak di sisi kirinya. Lalu sebuah mesin cuci diselipkan di antara dinding dan dapur. Serba kecil namun fungsional bukan? 

7. Interior ruang kerja

Di lantai dua terdapat ruang kecil memanjang yang digunakan sebagai perpustakaan dan ruang kerja. Ruangan ini masih tetap dengan dinding dan plafon putih,sama seperti ruangan lainnya. Yang unik adalah pola V pada lantai kayu berwarna gelap, menciptakan sensasi stabil. Meja kerja diletakkan di dekat jendela agar bisa memanfaatkan cahaya alami untuk membaca atau aktivitas lain sebelum hari benar-benar gelap. Selain itu, memandang panorama di luar jendela bisa mengatasi kelelahan mata akibat terlalu lama membaca atau menatap layar komputer. 

8. Kamar tidur loteng

Seperti rumah-rumah bertingkat pada umumnya, ada loteng di rumah ini. Dengan jendela atap dan nuansa monokrom di langit-langit dan dinding, loteng disulap menjadi kamar tidur yang nyaman. Cahaya mentari pagi akan membangunkan si penghuni dari tidurnya. Saat senja datang dan anak sudah tidur nyenyak, pasangan bisa menikmati malam panjang di bawah sinar bulan purnama. 

Jatuh cinta dengan rumah ala drama Korea? Cek yang satu ini: 

Rumah Kayu Korea yang Manis 

 Rumah by Casas inHAUS

Need help with your home project? Get in touch!

Discover home inspiration!