Teras by Nobuyoshi Hayashi

Rumah Berinterior Kayu yang Sempurna Untuk Keluarga!

Dyah Swastantika Dyah Swastantika
Loading admin actions …

Anak-anak yang patuh pada orang tua dan pasangan yang setia adalah dambaan mereka yang telah berkeluarga. Pekerjaan di kantor sudah berat, tentu kita tak mau orang-orang tercinta di rumah menambah beban itu. Namun setiap manusia, baik anak-anak atau dewasa, memiliki karakter berbeda. Ada kalanya apa yang kita pikirkan tidak sesuai dengan keinginan pasangan atau anak-anak. Tanpa kesadaran untuk mencari jalan tengah, perbedaan bisa menjadi pertentangan dan pertengkaran. Rumah jadi tak terasa nyaman, meski indah dan berfurnitur mewah. 

Pada dasarnya, rahasia keluarga harmonis dan sejahtera itu sederhana saja. Yaitu komunikasi. Dengan berkomunikasi kita bisa memahami jalan pikiran orang lain dan mencari tahu mengapa ia berpendapat berbeda. Setelah mendengarkan pendapat semua anggota keluarga, kita bisa memikirkan solusi terbaik untuk semua. Sederhana bukan?  

Agar komunikasi semakin lancar, kita perlu memperhatikan penataan rumah kita. Sudahkah rumah kita mendukung terciptanya diskusi yang hangat dan membuat anggota keluarga yang paling introvert pun berbicara lantang? Jika belum, jangan sedih. Rumah karya desainer Nobuyoshi Hayashi berikut ini adalah sebuah contoh yang baik tentang cara mempererat komunikasi antar anggota keluarga melalui penataan rumah. Siapa tahu ada inspirasi yang timbul setelah mengamatinya. Mari kita jalan-jalan ke Jepang sekarang! 

1. Tertutup di luar

Pohon di depan rumah pasti menarik perhatian orang yang lewat karena daunnya berwarna merah. Biarlah orang mengagumi keindahan pohon. Tapi jangan sampai penghuni rumah tak nyaman, karena orang yang melihat pohon pasti juga akan melihat ke arah rumah. Oleh karena itu, fasad depan rumah dibuat tertutup. Hanya ada satu jendela kaca kecil di samping pintu depan. 

Rumah dibuat lebih tinggi dari jalan karena berdiri di atas kontur tanah yang tidak rata. Pagar batu dibuat melengkung searah dengan badan jalan. Sebuah upaya yang berhasil menciptakan keharmonisan dengan situasi sekitarnya. 

2. Area masuk rumah berlantai batu

Setelah melewati pintu depan kita berdiri di area masuk rumah, tempat kita melepas sepatu dan sandal serta menanggalkan jaket. Bufet gantung di samping dilengkapi dengan lemari di mana kita bisa menyimpan sepatu dan alas kaki di dalamnya. Dekorasi sederhana dan lampu gantung bulat siap menyambut tamu atau anggota keluarga lain dengan kehangatan. 

3. Kejutan di ruang tengah

Bagian tengah rumah digunakan sebagai ruang keluarga dan ruang makan, sementara ruangan lain ada di kedua sisinya. Plafon kayu yang tinggi, tiadanya sekat dan visual lurus ke halaman belakang membuat area ini tampak luas. Mosaik dari lantai keramik di dinding sudah membuat ruangan menarik tanpa hiasan lain. Anda bisa membuat hiasan semacam ini dengan memanfaatkan lantai kamar mandi yang tak terpakai. 

4. Terbuka atas bawah

Di lantai atas ada beberapa ruangan yang tampaknya digunakan sebagai kamar tidur. Seperti penataan ruangan di lantai bawah, di lantai atas dua kamar tidur ditata di dua sisi. Sebuah jembatan menghubungkan keduanya dan dibuat terbuka agar penghuni kamar bisa tahu siapa tamu yang sedang berkunjung. 

Di bawah ada kursi makan yang panjang mengapit meja makan klasik di kanan kiri. Cukup luas dan pasti menggoda setiap anggota keluarga untuk menyempatkan diri makan malam atau menikmati teh sore bersama. Jika dua aktivitas ini dilakukan secara rutin, apapun bisa jadi bahan pembicaraan seru. Suasana terbuka membuat siapapun nyaman untuk membicarakan apa saja. Bila rasa nyaman di rumah sudah tumbuh, setiap penghuni rumah akan bersemangat melakukan semua aktivitas harian. 

Butuh ide tentang cara mengintegrasikan ruang tamu dan ruang makan? Silakan baca: 

13 Ide Mengintegrasikan Ruang Tamu Dengan Ruang Makan dan Dapur

5. Pojok baca

Agar semua suka dan ingat untuk membaca, buku-buku perlu diletakkan di suatu tempat yang dapat dilihat oleh semua. Jika tak punya rak buku, kita bisa menata buku-buku di atas papan kayu yang dipasang pada dinding seperti ini. 

Baca juga: 

6 Keuntungan Tinggal di Rumah Dua Lantai 

6. Kaca di titik-titik vital

Sifat kaca yang transparan sesuai bagi rumah yang berkonsep terbuka. Dinding kaca dipasang di empat sisi atas ruang utama rumah agar ruangan cukup dengan cahaya. Meski berdinding kaca, cahaya yang masuk tidak akan membuat mata silau, karena dinding kaca telah terlindungi oleh atap kayu pelana. 

Pemandangan di sekitar yang hijau dan menyegarkan tidak disia-siakan. Desainer telah merancang sebuah teras belakang impian agar penghuni rumah tidak lupa berkomunikasi dengan alam. 

7. Terbuka di belakang

Jika cuaca sedang bersahabat, teras belakang akan jadi tempat nongkrong yang menyenangkan. Baik bagi anggota keluarga yang telah senior, atau masih muda. Warna abu-abu dipilih sebagai fasad belakang agar serasi dengan suasana halaman belakang yang penuh batu-batu berbagai bentuk. Pintu kaca geser menghubungkan luar dan dalam menjadi pengingat bahwa tanpa keterbukaan tidak akan terjadi komunikasi. 

Tertarikkah Anda dengan konsep ruang tamu dan ruang makan terbuka? 
 Rumah by Casas inHAUS

Need help with your home project? Get in touch!

Request free consultation

Discover home inspiration!