Dapur by 꿈꾸는목수

Rumah Keluarga 135 m² dengan Interior Kayu Sempurna

Dyah Swastantika Dyah Swastantika
Loading admin actions …

Bahagia rasanya saat telah menemukan si dia tersayang. Setelah menikah, cepat atau lambat anak-anak hadir sebagai buah cinta. Kini kasih sayang bukan hanya milik berdua. Sosok-sosok mungil juga memerlukan cinta orang tuanya. Apa yang dibutuhkan anak selain makan dan pendidikan? Tentu saja tempat tinggal yang layak.

Rumah karya desainer Dream Carpenter di Jeonju, Korea Selatan adalah sebuah contoh sempurna. Jika Anda sedang butuh inspirasi tentang cara mendesain rumah yang layak untuk mengasuh anak-anak sampai mereka dewasa, yuk kita jalan-jalan ke Korea Selatan sekarang! 

1. Fasad depan

Rumah dua lantai ini berdiri di atas tanah seluas 264,1㎡, dengan luas bangunan 135,81㎡. Didirikan sebagai sarang yang nyaman bagi sepasang suami istri beserta tiga anaknya. Dinding luar merupakan kombinasi warna terang di bagian bawah dan gelap di atas. Lengkap dengan dua teras dek kayu dan taman kecil. 

2. Dilihat dari jalan

Tidak seperti rumah pada umumnya, pintu depan rumah ini tidak menghadap ke jalan. Jendela-jendela yang menghadap ke jalan juga tidak terlalu besar. Ini karena pemilik rumah tidak ingin rumah mereka terekspos oleh para tetangga. Namun mereka juga tidak ingin menutup diri dari orang-orang di sekitarnya. Taman kecil ditempatkan di samping rumah, agar orang tua tetap bisa beraktivitas sambil mengawasi anak-anak yang bermain di luar. 

3. Area teras

Di sini kita bisa mengamati area teras dengan lebih jelas. Ada sebuah sudut di taman ini yang disukai seluruh keluarga. Itu adalah semacam pondok terbuka yang terhubung dengan teras dek kayu. Di akhir pekan, keluarga ini tak melulu pergi ke tempat wisata. Makan bersama atau pesta barbekyu saja sudah cukup menyenangkan. Di malam hari saat anak-anak telah tidur, para orang tua bisa berbincang mesra sambil menikmati kerlap-kerlip lampu kota. 

4. Ruang keluarga

Dari ruangan ini akhirnya kita bisa memahami mengapa dua pintu depan di rumah ini menghadap ke samping. Jika jendela besar dan pintu depan menghadap ke jalan, kita bisa melihat tetangga di depan rumah (dan isi rumah mereka). Selain menjaga privasi diri sendiri, kita pun perlu menghargai privasi orang lain bukan? Pintu depan dan jendela besar dibuat menghadap ke samping agar kita hanya bisa melihat halaman samping atau dinding rumah tetangga sebelah. 

Ruangan ini dilengkapi plafon gantung di mana tersembunyi lampu LED di dalamnya. Tidak hanya cerah di siang hari, ruangan ini memiliki pencahayaan yang artistik dan mendukung segala aktivitas keluarga di malam hari. 

5. Dapur dan ruang makan

Area dapur dan ruang makan berada di sisi lain ruang keluarga, tak jauh dari sofa. Jendela vertikal berhias dinding batu bata di sekitarnya menjadi sumber cahaya dan ventilasi area ini. Desain meja tengah dapur di sini cukup menarik karena terintegrasi dengan meja makan. Dengan demikian akan tersedia ruang lebih lapang sebagai area lalu lalang. Anak-anak pasti suka karena area bermain mereka lebih luas. Orang tua juga lebih tenang karena risiko anak jatuh akibat tersandung furnitur bisa diminimalisir. 

6. Ruang kerja di bawah tangga

Ruang di bawah tangga biasanya menjadi 'area mati', alias terabaikan. Sedangkan pemilik rumah ingin memanfaatkan setiap jengkal di rumah seefektif mungkin. Di sini diletakkan dua rak buku dan meja yang bisa dimanfaatkan sebagai ruang kerja atau ruang baca mini. Lihat bagaimana cara desainer menempatkan meja tulis! Sederhana dan fungsional bukan? Tidak makan tempat pula. 

7. Ruang belajar anak

Tidak hanya materi berlimpah, cinta orang tua pada anak sebaiknya diwujudkan dalam bentuk tuntunan. Orang tua perlu membimbing anak agar ia berhati-hati dalam melangkah. Untuk itu anak perlu dididik, baik di sekolah maupun di rumah. Sebuah ruang belajar untuk anak-anak telah disediakan sebagai sarana. Meja belajar panjang bisa digunakan oleh dua anak sekaligus, atau untuk belajar bersama teman. Meja diletakkan di dekat jendela agar aktivitas belajar lebih nyaman. Anak-anak bisa mengistirahatkan mata dengan memandang ke luar jendela di sela-sela aktivitas bermain game online. 

8. Ruang keluarga di loteng

Kita telah melihat ruang keluarga di lantai bawah, dan tidak ada televisi di sana. Apakah keluarga ini tidak memiliki televisi? Tentu punya dong. Televisi tidak diletakkan di lantai bawah agar perhatian anggota keluarga tidak tertuju pada tayangan televisi, agar anggota keluarga bisa bercakap-cakap satu sama lain. Sebaliknya, ruangan di loteng difungsikan sebagai ruang multimedia sekaligus ruang menyalurkan hobi. Jendela dan skylight menjadi sumber udara dan cahaya, sekaligus sarana memandangi hujan atau langit malam hari.

9. Rumah di atas bukit

Dari sini kita bisa melihat sisi lain rumah yang berdiri kokoh di tanah tinggi. Tampak seperti rumah pada umumnya. Siapa sangka, ternyata ada cinta yang tak bertepi di dalamnya. 

Ingin tahu rumah lambang cinta keluarga lainnya? Silakan klik: 

Rumah 2 in 1 Untuk Tinggal Bersama Orang Tua 

Seperti apakah rumah lambang cinta pada keluarga yang Anda inginkan? 
 Rumah by Casas inHAUS

Need help with your home project? Get in touch!

Discover home inspiration!