by Flores Rojas Arquitectura

7 Hal yang Membuat Rumah Menjadi Buruk!

Boy Indarto – Homify Boy Indarto – Homify
Loading admin actions …

Selain struktur bangunan yang kuat, indah dan tampilan lengkap untuk memenuhi semua aspek kehidupan, mendekorasi atau mengatur desain, adalah faktor penting lainnya pada sebuah rumah. Karena jika kita lalai pada point ini, maka rumah tidak hanya tidak bisa menjadi cantik, tapi juga dapat mengalami penurunan atau kemunduran tampilan dan fungsi. Bahkan, bisa menjadi berbahaya.

Ya. Banyak hal-hal yang perlu kita perhatikan untuk masalah ini. Antara lain memilih skema warna atau bahan bangunan, menghindari pemasangan bola lampu yang telanjang di bagian luar rumah yang rentan terhadap sinar matahari, angin dan hujan yang dapat memicu terjadinya musibah, atau jalur selokan hujan atau got yang tidak sehat, yang bisa menyebabkan terjadinya kebocoran, yang dapat berujung pada kemungkinan terjadinya banjir. Ya. Untuk rumah, hal sekecil apa pun, memang jangan sampai terlewatkan.  

Dan hari ini, homify akan menyajikan hal-hal yang tidak boleh dilakukan oleh semua orang terhadap dekorasi dan desain rumah – hal-hal yang jika dihindari, dapat melanjutkan kehidupan rumah dengan baik ke depannya. 

Kita mulai?

1. Perhatikan Hal-hal Kecil

Khususnya, perbedaan desain. 

Homogenitas dan kompatibilitas desain, membuat rumah menjadi indah. Dan, kita harus teliti betul mengenai hal ini. Mari kita ambil contoh kasus dari rumah di atas. 

Pinggiran atap di bagian depan rumah terlalu pendek, sehingga tidak bisa melindungi area rumah dari terik matahari dan hujan di luar. Pintu masuk beraspalnya hanya menggunakan beton, yang dapat dilihat dengan mata telanjang, sudut 45 derajatnya tidak sama – hal yang dapat membuat rumah ambruk di kemudian hari. Pagar juga tidak didesain selaras satu sama lain, membuat rumah menjadi tidak aman. Jadi, taruh perhatian Anda pada detil-detil desain dan konstruksi seperti ini, bantu rumah untuk terus hidup, selain nyaman dilihat.

2. Penggunaan Warna yang Berlawanan

Warna, menunjukkan emosi, karakter dan selera penghuni rumah. 

Terjadi: banyak orang yang memilih warna berdasarkan kepercayaan – seperti menurut zodiak atau feng shui yang baik bagi penghuni rumah. Tidak ada yang salah dengan itu – selera – tapi, akan lebih baik jika kita memilih nuansa yang terlihat serasi atau konsisten, untuk menampilkan rumah yang indah dan juga tidak menonjol dalam artian negatif. 

Saat memilih warna, salah satu faktor yang perlu diperhatikan, adalah umur penggunaannya. Karena setiap warna, memiliki momen kecantikannya yang berbeda-beda. Ini yang membuat ketika warna yang kita pilih itu kadaluarsa, kita harus segera melakukan pembaruan, agar rumah tetap terlihat bercahaya sepanjang waktu.

3. Jejak-jejak Kebocoran

Setiap jenis bahan bangunan, memiliki siklus hidup yang berbeda. Itu sebabnya kita harus memeriksa utilitas umum, dan tanda-tanda kerusakan atau penurunan daya rumah. Penting untuk menemukan dan dengan cepat membuat perbaikan untuk terus menjaga keamanan rumah. Di lain sisi, tentu juga akan lebih menghemat pengeluaran dengan terus me-maintain rumah dengan baik, daripada melakukan perombakan atau perbaikan total yang dilakukan secara mendadak.

4. Jangan Pasang Bola Lampu secara Telanjang!

It's a big no! 

Kita tidak boleh memasang, membongkar dan menyalakan alat penerangan pada eksternal rumah, tanpa perlengkapannya yang memadai. Tidak aman, terutama di musim hujan, di mana air bisa masuk ke dalam tabung, dan menyebabkan terjadinya hubungan pendek saat sistem penerangan tersebut diaktifkan. Tenaga listrik, selain membantu, tapi juga dapat berbahaya bagi kehidupan, jika kita lalai atau tidak tepat menggunakannya.

5. Sistem Drainase yang Tidak Baik

Sebuah rumah tidak hanya harus kuat, indah dan penuh rasa, tapi juga memerlukan detil-detil lainnya yang tak kalah penting. Seperti sistem drainase yang harus terus dijaga agar tidak rusak, untuk membuat daerah sekitar rumah aman, bersih dan bebas air, terutama di musim hujan. Terlebih mengingat banyak rumah yang juga menggunakan air di area luarnya untuk mencuci mobil, menyiram pohon dan tanaman, dan lain-lain.

Sebagian besar sistem drainase pada rumah, adalah selokan. Dipasang sepanjang atap rumah, untuk meneruskan air ke wadah pembuangan atau penyimpanan. Saat ini, palung ini dapat dibuat dari berbagai bahan baik aluminium dan seng stainless steel, yang semuanya indah, kuat, dan dengan variasi harga yang wajar, tergantung kebutuhan pemilik rumah. Tapi sejatinya masalah bukan terletak pada dengan apa selokan itu dibuat, tapi apa yang bisa membuat sistem drainase di rumah menjadi efisien.

6. Dinding Kosong

Desain dan dekorasi rumah, terutama di bagian luar, jangan sampai terbengkalai, dan jagalah detil strukturnya. Jangan seperti bangunan di atas. Jika dibiarkan kosong seperti gambar, maka kepingan bahan dan stuktur bangunan dapat mengalami penurunan fungsi akibat terpaan sinar matahari dan hujan, yang akan berdampak pada keamanan rumah. Jadi rawatlah semuanya, dan berikan pelapis dengan warna sesuai pilihan Anda. Selain akan menjadi lebih kuat, rumah Anda tentu juga akan terlihat sempurna.

7. Pasang Tenda

Untuk rumah yang tidak menambah atau membangun atap di bagian depannya, jangan biarkan ada area terbuka, karena cahaya dan uap panas dari matahari, akan terus menyirami daerah tersebut, dan membuatnya menjadi ruang hidup yang tidak nyaman. Dan ketika tiba saatnya suhu rumah meningkat, akan membuat kita membutuhkan lebih banyak tenaga listrik untuk penggunaan AC, yang akan pengeluaran menjadi lebih boros, dan pada saat hujan datang, juga bisa membuat dinding rumah menjadi buruk atau jelek. 

Dan cara yang paling sederhana dan paling ekonomis untuk mengatasinya, adalah dengan memasang tenda. Saat ini tersedia dalam beragam pilihan, tenda bisa menghadirkan keteduhan, melindungi dari terik matahari dan derasnya hujan.

Saran mana yang akan Anda terapkan? Tulis pemikiran Anda di kolom bawah ini.
 Rumah by Casas inHAUS

Need help with your home project? Get in touch!

Request free consultation

Discover home inspiration!