Ruang Keluarga by MERVE KAHRAMAN PRODUCTS & INTERIORS

6 Tips Interior Apartemen Gaya Rustic Industrial

Dyah Swastantika Dyah Swastantika
Loading admin actions …

Demi kelayakan hidupnya, manusia bebas mengatur rumah seperti apa yang diinginkannya. Yang terpenting adalah hunian dapat memberikan rasa nyaman dan berfungsi sebagaimana mestinya. Dewasa ini ada berbagai gaya interior yang bisa diterapkan, mulai dari yang paling sederhana hingga banyak detil. Jika ada banyak benda kuno dan berkondisi baik di sekitar Anda, mengapa tidak digunakan kembali agar bisa menghemat pengeluaran? Dengan funrish ulang, perbaikan dll. kita bisa memanfaatkan kembali barang kuno untuk mempercantik sekaligus menciptakan gaya interior baru di hunian kita. Salah satunya adalah gaya interior rustic industrial. 

Berikut ini adalah beberapa hal yang sebaiknya dilakukan jika ingin menerapkan gaya interior ini untuk hunian Anda. 

1. Dinding beton tanpa finishing

Di Indonesia, rumah dengan dinding yang tidak diplester dan dicat akan dikira belum selesai dibangun. Padahal dinding semacam ini bisa memberikan sentuhan artistik pada hunian. Desainer apartemen ini membiarkan salah satu dinding tanpa finishing sebagai aksen dinding pada ruangan. Kemudian warna kusen jendela dan ubin menggunakan warna abu-abu agar serasi dengan dinding tanpa finishing. 

2. Hindarkan furnitur antik dari matahari langsung

Rustic identik dengan barang antik. Jika ingin menggunakan kembali furnitur antik peninggalan nenek, pastikan untuk meletakkannya di tempat bersuhu normal dan tidak lembab. Jangan letakkan di bawah sinar matahari langsung, karena akan membuat furnitur antik Anda menjadi kusam, melengkung atau kusam. 

3. Furnitur daur ulang

Hunian industrial awalnya merupakan ide untuk memanfaatkan kembali ruangan atau gedung bekas pabrik yang telah tutup. Jika tidak bisa menemukan pabrik kosong untuk ditinggali, Anda tetap bisa menghadirkan nuansa ini dengan bantuan beberapa elemen hias atau furnitur daur ulang. 

Baca juga: 

Apartemen Industrial 70 m² Untuk Para Lajang

4. Jangan terlalu banyak

Meski misinya adalah memanfaatkan kembali barang-barang terbengkalai yang masih bisa digunakan, namun tidak perlu semuanya dimasukkan dalam apartemen Anda. Apalagi jika apartemen tidak terlalu luas. Cukup pilih beberapa yang berfungsi maksimal. Misalnya, peti kuno besar bisa berfungsi sebagai tempat penyimpanan sekaligus meja lampu duduk. 

5. Detil sederhana

Furnitur antik biasanya tampil dengan detil atau ornamen hias rumit di bagian tepinya. Ini harus dihindari karena bisa merusak nuansa rustic industrial yang ingin kita dapatkan. Pilihlah furnitur antik yang beraksen sederhana, tanpa detil rumit, dan furnish ulang agar tampak bersih saat digunakan. 

Baca juga: 

DIY: Cara Mudah Memperbaharui Furnitur Kayu Antik 

6. Pemilihan warna

Tentu janggal rasanya menempatkan tempat tidur kayu jati warna coklat gelap di dalam kamar gaya industrial bernuansa putih keabu-abuan. Jangan ragu untuk mencat ulang furnitur antik Anda agar tercipta keserasian di dalam hunian. Pada contoh ini tempat tidur kayu antik dicat abu-abu agar serasi dengan warna dinding kamar tidur yang keabu-abuan. Untuk hasil terbaik, ketahui cara mencat furnitur kayu di sini: 

Bagaimana Cara Mencat Furnitur Kayu? 

Manakah yang lebih menarik, furnitur antik dengan banyak detil atau tidak banyak detil? 
 Rumah by Casas inHAUS

Need help with your home project? Get in touch!

Discover home inspiration!