Kamar Tidur by Raca Architekci

7 Kebiasaan Buruk dalam Rumah yang Perlu Diubah

Prisca Akhaya Prisca Akhaya
Google+

Tanya harga

Invalid number. Please check the country code, prefix and phone number
Dengan mengklik 'Kirim' saya mengkonfirmasi bahwa saya telah membaca dan menyetujui Kebijakan Privasi bahwa informasi saya akan diproses.
Catatan: anda dapat mencabut persetujuan tersebut kapan saja dengan mengirim email ke privacy@homify.com.
Loading admin actions …

Terkadang, sulit rasanya untuk menghilangkan kebiasaan yang sudah mendarah daging karena sudah dilakukan sejak masih berusia muda dan terus-menerus dilakukan hingga dewasa. Kenyataannya, beberapa kebiasaan tersebut sudah ketinggalan zaman dan ada juga yang merupakan kebiasaan buruk. Bagaimanapun, tidak ada kata terlambat untuk berubah menjadi lebih baik. 

Apa yang akan dibahas dalam artikel berikut adalah kebiasaan lama yang perlu Anda ubah demi kebersihan dan kesehatan, serta untuk memperbaharui tampilan interior rumah

1. Jangan membiarkan alat-alat higienis bergeletakan dan terbengkalai tanpa melihat tanggal kadaluarsa

Seringkali, kebiasaan yang banyak dilakukan adalah membiarkan botol-botol alat pembersih dan makeup yang jarang dan sudah tidak dipakai berserakan begitu saja. Jangan lupa mengecek tanggal kadaluarsa dan membuang barang tepat pada waktunya. Salah satu yang paling umum adalah sikat gigi, krim wajah, spons mandi, pelembab hingga alat cukur. Peralatan dan bahan-bahan ini dikenakan di tubuh jadi jangan sembarangan saja menimbunnya sampai terlalu lama.

Ingat juga bahwa kamar mandi merupakan tempat penuh kuman dan lembab sehingga peralatan mandi Anda rawan menjadi sarang kuman. Tidak hanya membersihkannya rutin, rawatlah peralatan mandi Anda.

2. Kapan terakhir kali Anda mengganti sprei tempat tidur?

Apakah Anda selama ini malas mengganti sprei tempat tidur? Kebanyakan orang juga memiliki kebiasaan serupa, namun hal ini tidak sebaiknya diteruskan. Anda tidak perlu mengganti sprei setiap hari, namun pastikanlah sprai di kamar Anda mendapatkan pergantian udara lewat ventilasi jendela yang terbuka.

Anda juga harus mengganti dan mencuci sprei yang sudah digunakan setidaknya seminggu sekali atau paling lama dua minggu. Bahkan ketika Anda tidur setelah mandi, Anda masih tetap akan mengotori sprei tersebut dengan sisa-sisa kotoran atau sel kulit mati yang mengelupas tanpa bisa Anda lihat, apalagi dengan keringat. Sprei pun menjadi target bakteri tak kasat mata seperti kutu kasur. Tambahan lagi, tidakkah Anda setuju bahwa tidak ada perasaan yang lebih baik dibandingkan sprei segar dengan bau yang harum?

3. Jangan terpaku pada keharusan memiliki sarung bantal dan sprei matching

 Bedroom by Home Concept
Home Concept

Venice – Roupa de cama 100% algodão Egipto penteado / Almofadas Decorativas

Home Concept

Tidak semuanya harus dipaksakan matching, dan Anda perlu sesekali mencoba hal baru dari segi dekorasi. Anda dapat menunjukkan kepribadian Anda dalam penataan sprei dan sarung bantal dekoratif. Anda dapat menggunakan dua sarung bantal yang berbeda, seperti mengombinasikan sprei monokrom dengan sarung bantal berwarna atau bermotif dalam warna cerah. Tidak hanya membuat tidur menjadi lebih menyenangkan, dekorasi kamar pun jelas lebih indah.

4. Anda tidak perlu selalu mengecat langit-langit dalam warna putih

 Living room by Intense mobiliário e interiores;
Intense mobiliário e interiores;

Mobiliário de sala de estar Living room furniture www.intense-mobiliario.com Diamant DM1 http://intense-mobiliario.com/product.php?id_product=9797

Intense mobiliário e interiores;

Satu lagi kebiasaan yang bisa Anda ubah. Dalam memilih cat dinding, kebanyakan orang akan memilih warna putih dari langit-langit hingga ke dinding ruangan. Namun dalam hal dekorasi interior, hampir tidak ada aturan yang menyatakan hal seperti itu. Anda dapat mengecat dinding dan langit-langit sesuka hati dan memberikan sentuhan berbeda pada kamar.

Anda dapat memilih warna yang jelas dan dapat merefleksikan cahaya matahari yang masuk ke kamar dan memantulkan cahaya buatan dari lampu sehingga ruangan terasa luas dan tidak terlalu tertutup. Warna-warna seperti abu-abu muda, krem, kuning muda, biru muda atau pink kristal dapat memberikan efek demikian.

5. Jangan menyimpan makanan yang sudah kadaluarsa

 Kitchen by Laura Ashley Decoración
Laura Ashley Decoración

Alacena y carrito auxiliar Dorset

Laura Ashley Decoración

Lagi-lagi soal menyimpan makanan. Selalu perhatikan waktu di mana makanan akan habis masa kelayakannya agar apa yang Anda makan tetap segar dan Anda tidak berisiko keracunan makanan. Beras, pasti, tepung dan gula memang memiliki tanggal kadaluarsa yang lebih lama, namun perhatikanlah makanan selain makanan tersebut.

Cara efektif untuk menghindari kebiasaan membuang makanan karena sudah kadaluarsa adalah dengan mengonsumsi makanan yang sudah mendekati tanggal kadaluarsa dan memprioritaskannya. Anda dapat menghabiskan yogurt yang tanggal kadaluarsanya sudah dekat, dan setiap bulan, cek makanan apa saja yang akan segera kadaluarsa dan prioritaskan mengonsumsinya. Jika Anda melihat bahan makanan yang segera kadaluarsa namun Anda tidak bernafsu mengonsumsinya, olahlah makanan tersebut menjadi makanan lain.

6. Jangan menyimpan barang yang tidak terlalu penting atau tidak terlalu Anda sukai

Banyak orang memiliki kebiasaan menimbun barang seperti baju atau barang lain yang sudah jarang digunakan karena alasan suatu hari nanti mungkin berguna. Padahal, Anda tahu bahwa Anda tidak akan mungkin mengenakannya lagi. Namun, kebiasaan ini sudah terlampau mengakar sehingga Anda terus saja menyimpan barang-barang yang tidak lagi digunakan bahkan saat sudah tidak ada ruangan sekalipun.

Cobalah memilah barang dan jangan mempertahankan pola pikir yang ingin menyimpan segalanya dalam rumah. Ingatlah bahwa apa yang Anda simpan namun tidak gunakan kembali dapat menjadi sesuatu yang berguna bagi orang lain. Pengecualian boleh dilakukan untuk barang yang memang memiliki nilai sentimentil untuk Anda, simpanlah barang yang demikian.

7. Jangan memiliki stereotipe terhadap gender

 Bedroom by CASA MARQUES INTERIORES
CASA MARQUES INTERIORES

quarto de criança

CASA MARQUES INTERIORES

Kebiasaan memutuskan bahwa warna pink adalah warna untuk anak perempuan dan warna biru adalah warna anak laki-laki adalah kebiasaan yang salah karena bersifat mengelompokkan dan mengeneralisasi. Padahal, kebebasan memilih warna bagi anak-anak merupakan awal kreativitas.

Jangan hanya terpaku pada pengelompokkan warna biru atau pink, masih ada banyak warna lain yang juga menarik dan unik untuk anak-anak.

Lepas dari ketujuh hal ini, Anda pun bebas dari kebiasaan buruk dalam menata rumah!

 Rumah by Casas inHAUS

Need help with your home project? Get in touch!

Discover home inspiration!