Rumah by Dietrich | Untertrifaller Architekten ZT GmbH

Macam-macam Bahan untuk Fasad Rumah Anda

Boy Indarto – Homify Boy Indarto – Homify

Tanya harga

Invalid number. Please check the country code, prefix and phone number
Dengan mengklik 'Kirim' saya mengkonfirmasi bahwa saya telah membaca dan menyetujui Kebijakan Privasi bahwa informasi saya akan diproses.
Catatan: anda dapat mencabut persetujuan tersebut kapan saja dengan mengirim email ke privacy@homify.com.
Loading admin actions …

Meski sedari dulu kita belajar bahwa yang penting adalah interior, tetapi, ada pengecualian untuk kata satu ini: fasad. 

Diciptakan sebagai cangkang bangunan atau rumah, fasad dianggap sebagai presentasi dan kanvas bangunan, di mana mereka akan membentuk gaya artistik dan arsitektural yang berbeda dari rumah atau bangunan lain – di samping memberikan kita clue mengenai interior, gaya, arsitektur, dan juga sejarah bangunan tersebut. 

Dan kita bisa membuat klasifikasi fasad tanpa henti, berdasarkan komposisi, gaya, ornamen, desain, begitu juga era mereka, dan lain sebagainya. Namun hari ini, kita akan membahas fasad dari sudut pandang material, atau bahannya. Di mana seiring kemajuan teknologi, penggunaan bahan fasad yang tidak biasa dan revolusioner sudah menjadi hal yang umum, dan membentuk gaya-gaya fasad masa kini. Berikut di antaranya.

Lapisan Logam – I

 Rumah by MIRAG Arquitectura i Gestió
MIRAG Arquitectura i Gestió

House in L'Ametlla del Vallès

MIRAG Arquitectura i Gestió

Meski fasad logam sebelumnya banyak terkait dengan bangunan industrial atau bangunan prefabrikasi, namun saat ini, sudah semakin umum atau biasa kita melihat kelongsong logam pada bangunan rumah. Alasannya simple: pengaplikasiannya mudah dan cepat, disamping efisien dan fungsional.

Halus, bergelombang, atau dihiasi dengan elemen dekoratif, jenis pelapis dinding rumah ini dapat dikombinasikan dengan kayu, beton, plester, atau batu. Dan dalam foto rumah rancangan Mirag Arquitectura i Gestió ini, kita melihat fasad dengan lubang kaca besar yang terbuka di dinding putih, dan dilindungi oleh lembaran logam putih bergelombang di bagian atasnya.

Lapisan logam – II

Baja Corten, adalah material atau bahan yang banyak digunakan pada arsitektur kontemporer. Terlepas dari karakteristik warnanya, bahan ini juga menawarkan daya tahan terhadap terhadap korosi udara, berkat lapisan oksidanya yang merupakan paduan dari kromium dan tembaga.

Selubung Batu alam

Selubung batu pada fasad, telah digunakan sedari dulu. Warna dan tekstur berbeda dari jenis pelapis ini, memberikan tambahan keanggunan dan perbedaan pada penampilan dinding rumah. Selain itu, lapisan batu juga menawarkan isolasi termal yang baik, akustik, dan mampu melawan kelembaban (catatan: tergantung pada jenis batu yang dipilih). 

Di rumah ini, arsiteknya menutup atau mengisolasi lantai atas rumah dengan batu tulis, yang terkenal dengan warna gelap dan ketahanannya yang baik. Dan kemungkinan yang ditawarkan oleh material atau bahan ini, membuat pengaplikasiannya - baik di dalam maupun di luar rumah – tidak terbatas.

Pelapis Kayu

Kita semua tahu kualitas dan keindahan kayu. Ini adalah bahan yang sangat hangat dan ramah. Namun, jenis pelapis ini juga memiliki karakteristik lain, yang mengharuskan pemilihan bahan ini dilakukan dengan hati-hati, karena rentan terhadap kelembaban, radiasi matahari, dan perubahan suhu.

Dan meskipun kayu telah digunakan sejak dulu untuk pembangunan tempat tinggal, kita juga harus memastikan bahwa ia memiliki perawatan yang benar dan baik agar tahan terhadap serangga, api, dan hal-hal yang telah disinggung sebelumnya. Dan begitu jenis kayu yang tepat telah dipilih, kita hanya perlu menemukan rancangan penerapannya yang paling sesuai dengan kita. Bisa dengan cara vertikal, horizontal, atau dengan bilah-bilah kayu yang lebih besar.

Dinding Masonry

Masonry, adalah cara tradisional untuk pembangunan dinding, dengan menggunakan potongan-potongan benda alam yang berbeda, yaitu batu bata, batu, atau balok. Dan biasanya, bahan ini bersifat struktural dan dapat dipasang dengan teknik berbeda. Misalnya, dengan menggunakan mortar sebagai pengganti tanah liat, sebagai elemen adhesi atau perekat antara potongan-potongan benda-benda alam itu tadi. Dan bahan ini, akan memberikan tampilan pedesaan dan rustic terhadap rumah.

Meski tidak begitu umum saat ini, namun kita dapat menemukan banyak rumah yang dindingnya ditutupi oleh bahan ini.

Plester Mortar

 Rumah by Anna & Eugeni Bach
Anna & Eugeni Bach

Exterior Casa en Gaüses

Anna & Eugeni Bach

Plester dan rendering mortar, juga mewakili finishing fasad tradisional. Biayanya yang rendah, warna dan cara penyelesaian yang tak terhitung banyaknya, menjadikannya pelapis fasad satu ini solusi sempurna untuk rumah dan bangunan yang dibuat dengan dinding bata.

Di rumah ini, garis-garis hijau dan putih dengan ukuran lebar yang berbeda-berbeda, menciptakan ritme yang menarik, dan dapat menyembunyikan retakan atau pecahan yang biasa terjadi pada lapisan bahan satu ini.

Beton

Beton telah menaklukkan bangunan dengan arsitektur kontemporer sejak lama. Dan dengan nuansanya yang berbeda – antara abu-abu dan putih – juga teksturnya, bahan yang satu ini tidak memerlukan perawatan, dan sangat awet.

Dalam foto ini kita melihat eksterior dari sebuah hunian di Meksiko, di mana beton membangun dinding rumah, dan formwork kayu horizontal, menjadi satu-satunya hiasan pada fasad rumah.

Kaca

Bahan satu ini memang menjadi favorit saat atau untuk merancang fasad rumah, di mana kita tidak perlu repot-repot lagi membuat jendela. Pada gambar ini, kita dapat melihat sebuah base di atas garis fasad yang menciptakan bayangan untuk melindungi rumah dari radiasi matahari, juga sebuah teras untuk membersihkan lapisan fasad rumah. Bagus ya?

Manakah yang menjadi jagoan Anda?
 Rumah by Casas inHAUS

Need help with your home project? Get in touch!

Discover home inspiration!