Ruang Multimedia by Canexel

Cara Membedakan Dinding Pendukung dan Partisi

Boy Indarto – Homify Boy Indarto – Homify
Loading admin actions …

Saat merenovasi rumah di mana kita harus memindahkan atau menghilangkan elemen-elemen divisi atau pemisahnya, kita harus tahu betul apakah elemen-elemen tersebut merupakan partisi yang fungsinya hanya untuk memisahkan dan mengkondisikan ruangan, atau kita menghadapi dinding pendukung. Masalah ini sangat penting, terutama ketika renovasi dilakukan di sebuah rumah atau bangunan tua – sebelum tahun 1950, lebih spesifiknya – atau rumah yang berada di pedesaan atau pedalaman. 

Dinding pendukung, adalah dinding bangunan yang memiliki fungsi struktural. Artinya, mereka adalah dinding yang bekerja dalam solidaritas bersama elemen struktur bangunan lainnya seperti kubah, balok, atau atap yang menopang bangunan. 

Dan kenyataannya, bukan sekali-dua kali sebuah rumah atau bangunan ambruk karena direnovasi tanpa izin atau dengan saran teknis yang tepat, yang membuat terjadi perubahan pada dinding pendukungnya. Tapi untungnya, saat ini jenis tindakan satu ini sudah lebih terkontrol secara hukum, dan kita juga sudah lebih sadar akan bahaya yang bisa datang dari mengabaikan peraturan, atau tidak memiliki tenaga profesional yang baik ketika renovasi atau rehabilitasi. 

Ya. Sebelum melakukan intervensi pada elemen vertikal pada tempat tinggal, penting untuk berkonsultasi dengan teknisi yang bagus, yang dapat mengetahui elemen atau unsur mana yang memiliki daya dukung dan tidak. Dan jika Anda ingin mengetahui informasi lebih lanjut tentang bagaimana menentukan sebuah dinding itu merupakan pendukung atau bukan, kami mengundang Anda untuk terus melanjutkan membaca artikel ini.

1. Ketebalan Dinding

 Koridor dan lorong by Contractors
Contractors

Płyty betonowe Contractors

Contractors

Ketebalan dinding, akan memberikan kita banyak clue mengenai apakah dinding itu merupakan dinding pendukung atau bukan. Ketebalan dinding pendukung sendiri bisa sangat bervariasi dari satu dinding ke dinding lainnya, tergantung pada jenis bangunan, atau bahan yang digunakan untuk konstruksi dinding. 

Bahan yang paling banyak digunakan untuk membangun dinding pendukung di bangunan besar, adalah beton prefabrikasi atau blok semen, bata keramik atau batu thermo-clay. Semua jenis dinding ini memiliki ketebalan yang lebih besar daripada partisi pemisah yang dibangun di rumah modern – biasanya terbuat dari batu bata atau eternit yang dikenal sebagai dinding Pladur – yang umumnya memiliki ketebalan sekitar 10 sentimeter.

2. Dinding Bata

Biasanya, kita berpikir akan lebih sulit atau rumit untuk membedakan apakah itu dinding pendukung atau bukan, jika dinding yang dimaksud terbuat dari batu bata. Karena seperti yang kita tahu, banyak partisi pemisah tanpa fungsi pendukung yang diproduksi dengan bahan ini. 

Tapi pada umumnya, dinding pendukung yang terbuat dari batu bata akan dibangun dengan ketebalan yang lebih besar daripada dinding partisi dari bahan yang sama, dan dengan penempatan yang berbeda atau spesifik. Contohnya, seperti dinding satu kaki pada bagian koridor di foto atas.

3. Dinding Pendukung di Bangunan Bertingkat

Jika bangunan yang Anda hadapi memiliki beberapa lantai, maka akan sangat berguna jika Anda mengamati posisi dinding di lantai yang berbeda. Dan untuk mengetahui apakah dinding itu adalah dinding pendukung atau bukan, yang terbaik adalah memulainya dari bawah ke atas. 

Adalah hal biasa pada tipe bangunan ini dinding-dindingnya memiliki ketebalan yang lebih kecil atau sedikit di lantai yang lebih tinggi. Oleh karena itu, perlu untuk mengamati dinding di lantai bawah yang berfungsi sebagai dasar bangunan, dan di lantai inilah sangat penting agar dinding pendukung tidak terpengaruh, sehingga tidak membahayakan kestabilan bangunan.

4. Balok

 Ruang Multimedia by Canexel
Canexel

Bar en sótano

Canexel

Dinding pendukung bukan satu-satunya elemen yang berfungsi sebagai struktur untuk bangunan ini, tapi balok dengan struktur horisontal juga dapat memiliki fungsi struktural, untuk mengunci semua struktur menjadi stabil. Elemen-elemen ini juga bisa terbuat dari bahan yang berbeda, misalnya, kayu solid.

5. Struktur Deformasi

Adalah hal biasa pada bangunan tua atau bangunan yang buruk di mana balok bisa menjadi tempat duduk bagi struktur horisontal. Hal ini terjadi karena struktur mendukung beberapa partisi internal yang pada awalnya bukan dinding pendukung, menjadi bagian yang aktif dari bangunan. Kami kembali menekankan pentingnya memiliki teknisi yang bagus saat merobohkan partisi di bangunan-bangunan tua. Penghilangan elemen-elemen yang telah memasuki atau bergabung dengan dinding pendukung, meski biasanya tidak membahayakan stabilitas bangunan, bisa mengakibatkan keretakan dan kebocoran.

6. Merenovasi Rumah dengan Dinding Pendukung

Ketika kita menghadapi bangunan tua dan ingin melakukan renovasi, seorang arsitek akan memulai dengan mempelajari bangunan tersebut, untuk menentukan dinding mana yang harus dipertahankan dalam proyek pengerjaan. Mereka juga akan membuat perhitungan yang diperlukan untuk mengajukan solusi yang paling tepat jika diperlukan melakukan intervensi pada dinding pendukung, sehingga stabilitas rumah atau bangunan tidak terganggu. Dan, tidak ada yang tidak bisa disentuh dan tidak ada ide yang tidak mungkin. Dengan solusi teknis yang tepat, kita dapat mengganti dinding pendukung dengan menggunakan kerangka struktural seperti pada foto di atas.

Tulis pendapat Anda di kolom komentar!
 Rumah by Casas inHAUS

Need help with your home project? Get in touch!

Request free consultation

Discover home inspiration!