Rumah by Fabricamus - Architettura e Ingegneria

8 Material Cantik dan Terjangkau untuk Fasad Rumah

Nita Sejatining Tyas – Homify Nita Sejatining Tyas – Homify
Loading admin actions …

Nyaman tidaknya sebuah hunian memang tergantung desain interior yang diterapkan di dalamnya. Tapi, bukan berarti bagian eksterior hunian boleh luput dari perhatian. Walau tak berpengaruh langsung terhadap nyaman tidaknya rumah saat dihuni, eksterior rumah tetap perlu diperhatikan, karena bagian inilah yang pertama kali dilihat orang lain sebelum memasuki rumah Anda. Eksterior berdesain apik tentu mampu membuat rumah terlihat mengesankan, sehingga siapa pun ingin masuk ke dalamnya, ‘kan? 

Nah, berbicara soal eksterior rumah, fasad adalah salah satu bagian terpenting. Dari bagian inilah biasanya orang-orang menilai model dan gaya arsitektural yang diterapkan pada rumah. Ada beragam model fasad yang bisa Anda pilih untuk mempercantik rumah. Eits, tapi, bukan itu yang akan jadi fokus bahasan kita pada hari ini!

Alih-alih modelnya, kali ini kita akan fokus membahas beragam material yang biasa digunakan untuk membuat fasad rumah beserta karakteristiknya. Mulai penasaran? Yuk, simak ulasan selengkapnya!

1. Fasad Logam

Dulu, fasad logam hanya lazim digunakan pada bangunan-bangunan industri dan konstruksi prefabrikasi. Namun, seiring berjalannya waktu, fasad dari logam kini mulai umum digunakan untuk hunian karena dianggap lebih praktis dan fungsional. Lapisan logam polos, bergelombang, pra-pernis, maupun pre-galvanis cocok dikombinasikan dengan material lain seperti kayu, beton, plester, maupun batu.  

Gambar di atas adalah salah satu contohnya. Pada gambar tersebut, terlihat bagaimana vendor kami, MIRAG Arquitectura i Gestió, mengombinasikan fasad dari logam dengan bangunan yang dindingnya terbuat dari batu bata berlapis plester. Lapisan logam yang mengkilap di atas dinding sukses membuat rumah di L'Atmella del Vallès, Barcelona, ini terlihat makin megah, bukan?

2. Fasad Baja

Baja Corten adalah salah satu material yang cukup sering digunakan dalam dunia arsitektur kontemporer. Meski khas dengan tampilan berkarat, baja corten tahan korosi karena paparan cuaca justru memicu kandungan kromium dan tembaga di dalamnya membentuk lapisan pelindung baru.

Dengan kata lain, semakin sering terkena paparan cuaca, baja corten justru akan semakin kuat dan anti lapuk.

3. Fasad Batu

Tak seperti logam, batu sudah digunakan sebagai material fasad dari waktu ke waktu. Dengan warna dan teksturnya yang khas, fasad dari batu mampu memberi nuansa alami dan kesan tersendiri pada rumah. Selain itu, batu juga memiliki ketahanan yang baik terhadap kelembapan dan cuaca esktrim, tergantung jenisnya.

Pada rumah di atas, profesional kami memilih batu berwarna gelap untuk melapisi dinding di lantai atas. Dengan berbagai kelebihan yang dimilikinya, setuju, ‘kan, bahwa batu menjadi material tepat untuk mempercantik rumah, baik untuk area indoor maupun outdoor?

4. Fasad Kayu

Kita semua setuju, kayu merupakan material yang istimewa karena mampu mempercantik sekaligus memberikan nuansa hangat pada rumah. Akan tetapi, memilih kayu sebagai material pelapis fasad rumah agaknya bukan ide yang bagus!

Butuh kecermatan ekstra saat memilih jenis kayu untuk melapisi fasad rumah. Alasannya, dibanding logam, batu, dan material lain, kayu lebih rentan mengalami pelapukan saat terpapar kelembapan tinggi, sinar matahari intens, dan perubahan suhu ekstrim. Jadi, bila Anda memilih kayu sebagai material untuk fasad, jangan lupa pikirkan terlebih dulu bagaimana cara membuat fasad rumah bertahan dengan baik nantinya, ya.

Jika sudah, selanjutnya Anda tinggal memikirkan desain seperti apa yang akan diterapkan untuk fasad kayu di rumah Anda—vertikal, horizontal, atau opsi lainnya.

​5. Fasad Masonry

Berikutnya yaitu fasad dari material masonry. Masonry adalah material yang terbentuk dari campuran beberapa bahan dengan sifat berbeda, misalnya batu, tanah liat, dan balok. 

Dengan materialnya yang khas, masonry selalu berhasil memberikan nuansa yang berbeda pada fasad rumah. Meski begitu, masonry sudah jarang digunakan sebagai bahan fasad, kecuali pada rumah-rumah bergaya pedesaan.

6. Fasad Mortar

Karena murah dan hadir dalam pilihan warna yang beragam, sejak lama, mortar dan plester menjadi bahan terpopuler untuk fasad rumah. Kedua bahan ini biasanya digunakan untuk rumah yang dindingnya terbuat dari bata. 

Pada rumah di atas, cat hijau dan putih dengan lebar berbeda menciptakan ritme yang berbeda. Selain mempercantik fasad berbahan mortar dan plester ini, trik pengecatan di atas juga bertujuan menyamarkan keretakan yang mungkin muncul pada fasad di kemudian hari.

​7. Fasad Beton

Beton merupakan material yang cukup identik dengan bangunan kontemporer. Material ini memiliki beragam kelebihan. Dari segi ketahanan, beton terbilang memiliki ketahanan yang baik. Sementara, dari segi kepraktisan, bahan ini cukup praktis karena tidak membutuhkan pelapis khusus untuk mencegahnya mengalami pelapukan. 

Dengan desainnya yang minimalis, fasad beton pada gambar di atas berhasil membuat rumah terkesan kokoh, elegan, dan modern, ‘kan?

8. Fasad Kaca

Sejak Mies Van der Rohe menggunakan kaca untuk membuat fasad Farnsworth House, kaca menjadi salah satu material favorit untuk merancang fasad. Seperti yang dapat terlihat pada gambar, fasad kaca menjadi elemen penting yang menyulap tampilan eksterior rumah menjadi luar biasa.

Bingkai dan partisi pada fasad kaca di atas menciptakan ritme bayangan yang baik, sehingga sinar matahari tidak langsung menerobos masuk ke dalam ruang dan membuat penghuni di dalam rumah merasa silau.

Nah, dari kedelapan material fasad di atas, mana yang jadi pilihan Anda?

 Rumah by Casas inHAUS

Need help with your home project? Get in touch!

Request free consultation

Discover home inspiration!