Taman by SCH2laap arquitectura + paisajismo

Bunga Krisan: Manfaat, Cara Menanam dan Perawatannya

Dyah Swastantika Dyah Swastantika

Tanya harga

Invalid number. Please check the country code, prefix and phone number
Dengan mengklik 'Kirim' saya mengkonfirmasi bahwa saya telah membaca dan menyetujui Kebijakan Privasi bahwa informasi saya akan diproses.
Catatan: anda dapat mencabut persetujuan tersebut kapan saja dengan mengirim email ke privacy@homify.com.
Loading admin actions …

Bunga krisan (chrysanthemum), siapa yang tidak jatuh cinta melihatnya? Warnanya yang memikat dan baunya yang semerbak membuat tanaman dari keluarga Asteraceae menyempurnakan segala jenis taman, baik taman kecil atau taman minimalis. Bunga yang berasal dari daratan Eropa Timur Laut dan Asia, dapat bertahan dua minggu setelah dipetik dan diletakkan dalam vas berisi sedikit air. Maka tidak heran bila bunga krisan juga dijadikan bunga potong sebagai hiasan acara pernikahan dan sebagai karangan bunga. 

Siapa sangka bunga yang punya nama lain bunga seruni juga bermanfaat untuk kesehatan? homify akan mengulas selengkapnya untuk Anda, berikut cara menanam dan merawatnya. 

1. Manfaat bunga krisan untuk kesehatan

Seorang filosof asal Tiongkok mengatakan, Kalau Anda ingin bahagia seumur hidup, tanamlah bunga krisan. Bunga krisan memang termasuk jenis tanaman yang tidak sulit dibudidayakan. Akan tetapi, tidak semua tanaman krisan bisa berbunga sama indahnya. Di negara empat musim, bunga krisan bersemi di musim gugur ketika semua tanaman berguguran. Selain itu, kualitas keindahan krisan akan terpancar sesuai dengan perawatan yang kita berikan. Karakter inilah yang membuat bunga krisan dinobatkan sebagai bunga nasional Jepang. Queen of the East, itulah julukan yang diberikan masyarakat Jepang untuknya. 

Masyarakat Jepang punya kebiasaan minum teh yang dicampur bunga krisan. Sebuah kebiasaan yang menyehatkan, karena teh bunga krisan ternyata mengandung vitamin A, vitamin C, niacin, folat, protein, kalsium, zat besi, dan magnesium. Sedangkan beberapa manfaat bunga krisan adalah: 
1. Menjaga kekebalan tubuh 
2. Menurunkan demam
3. Membersihkan racun (detoksifikasi) hati untuk memperbaiki kinerja organ tubuh ini
4. Mengatasi penyakit akibat gangguan pernafasan 
5. Menurunkan kadar kolesterol dalam darah 
6. Menghilangkan kerawat, sehingga wajah terlihat lebih sehat dan cantik 
7. Meringankan sakit kepala dan stres. 

2. Beberapa jenis bunga krisan

Umumnya, bunga krisan yang banyak di temukan di sekitar kita saat ini adalah tanaman hibrida yang didatangkan dari Jepang, Belanda, dan Amerika Serikat, dan telah beradaptasi dengan iklim di Indonesia. Di kalangan penjual tanaman hias, bunga krisan dibedakan menjadi dua macam, yaitu bunga krisan standar yang terdiri dari satu kuntum bunga pada satu tangkai. Sedangkan jenis lainnya yaitu bunga krisan spray, yang memiliki 10 sampai 20 kuntum bunga di setiap tangkainya. Bunga krisan standar biasanya berukuran lebih besar dari bunga krisan spray, yaitu dengan garis tengah kelopak 3-5 cm. 

Berdasarkan kebutuhan pemanfaatannya, bunga krisan dibedakan menjadi bunga krisan pot dan bunga krisan potong. Harga bunga krisan potong bisa mencapai Rp 120 ribu – Rp 140 ribu per tanaman yang sudah jadi. Sedangkan harga bunga krisan potong sangat terjangkau, yaitu antara Rp 13 ribu sampai Rp 24 ribu per pot yang sudah siap tanam. Sedangkan harga bibit/benih bunga krisan juga bervariasi, antara Rp 10 ribu sampai Rp 14 ribu per paket. Saat ini juga telah ditawarkan bibit bunga krisan tiga warna yang didatangkan dari luar negeri dan harganya juga jauh lebih mahal, yaitu mencapai Rp 50 ribu per paket. 

3. Cara menanam bunga krisan

Mengingat tanaman bunga krisan sangat mudah dibudidayakan, sangat terbuka peluang untuk mereka yang ingin menanamnya sebagai elemen dekorasi eksterior atau interior. Langkah-langkahnya adalah seperti berikut ini: 

1. Menentukan waktu tanam 
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bunga krisan adalah jenis tanaman yang berbunga di musim gugur di daerah asalnya. Oleh karena itu, waktu penanaman bunga krisan yang tepat adalah di akhir musim hujan ketika kondisi tanah tidak terlalu basah dan suhu udara cenderung hangat. Untuk mendapatkan hasil yang memuaskan suhu tanah pada saat penanaman sebaiknya sekitar 20 sampai 23 derajat celcius. 

2. Memilih jenis bunga krisan 
Pemilik taman bisa menanam krisan potong dan krisan pot untuk memperindah tamannya. Bila ingin tanaman krisan yang tahan hingga beberapa tahun, lebih baik memilih jenis krisan potong. Sedangkan krisan pot memang warnanya lebih bervariasi dan cantik-cantik, harganya juga lebih murah daripada krisan potong. Akan tetapi, krisan pot tidak dapat bertahan lama.

3. Memilih dan menyiapkan media tanam 
Menanam krisan langsung di tanah atau di pot, dua-duanya bisa diterapkan. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah: 
- Menanam krisan di tanah 
 Pastikan tanah memiliki drainase yang baik dan memiliki pencahayaan yang cukup. Bila tidak memungkinkan, usahakan agar lokasi tanah yang dipilih untuk menanam krisan terpapar sinar matahari beberapa jam dalam sehari. Agar lebih menarik, usahakan menanam krisan secara berdekatan sesuai dengan jenis warnanya. 
- Menanam krisan di pot 
Bahan-bahan yang diperlukan adalah:
1. Pot plastik atau pot tanah liat. Saat ini pot tanah liat memang sudah jarang digunakan. Padahal pot tanah liat lebih baik dalam hal menyerap kelebihan air, juga bisa membantu menjaga kelembaban tanah saat tanaman tidak disiram. Pot tanah liat juga lebih menarik karena saat ini sudah ada pot tanah liat bakar yang dihias dengan ornamen dan warna-warna menarik. Pot tanah liat polos harganya sangat murah, yaitu sekitar Rp 6500 sampai Rp 20 ribu/ biji, tergantung ukurannya. Sedangkan pot tanah liat bakar sekitar Rp 35 ribu sampai Rp 100 ribu/ biji, tergantung corak dan warnanya. Untuk pot plastik, harga tergantung warna pot. Pot plastik hitam harganya lebih murah, yaitu Rp 17.900/ biji dengan diameter 40 cm. Kalau pot berwarna dengan diameter yang sama, harganya berkisar antara Rp 30 ribu – Rp 40 ribu/biji. 
2. Tanah humus, Rp 10 ribu – Rp 20 ribu/ kg
3. Sekam padi, Rp 15 ribu – Rp 20 ribu/ karung
4. Pupuk kompos, Rp 5500/ karung 
Saat ini di toko online juga telah tersedia media tanam yang terdiri dari tanah, pupuk kompos, dan pupuk kandang seharga Rp 45 ribu/ kg. Bila ragu-ragu mengenai perbandingan media tanam yang pas, bisa memilih media tanam ini. 

4. Menanam krisan dalam pot 
Masukkan semua media tanam dalam pot dengan perbandingan 1 tanah humus : 1/2 pupuk kompos. Buat lubang sedalam 3 cm menggunakan sekop, lalu tanam bibit bunga krisan di dalamnya. Sesudah itu bisa ditambahkan sedikit sekam padi di atasnya bila tanaman krisan sudah mulai bertunas. Bila hendak memindahkan tanaman krisan ke pot yang lebih besar,  atur posisi akar agar tanaman bisa tumbuh tegak dan condong ke samping. Setelah itu, padatkan tanah. 

4. Perawatan bunga krisan

 Taman by Earth Designs
Earth Designs

Modern Family garden in North London

Earth Designs

Agar dapat tumbuh dengan baik dan bunganya mengagumkan, tanaman perlu dirawat. Perawatan tanaman di sini bukan hanya disiram saja, tapi juga pemupukan dan pemotongan (pinching). Selengkapnya adalah seperti berikut ini: 

1. Penyiraman 
Cara penyiraman yang baik adalah secukupnya dan jangan sampai air tergenang, karena akan menyebabkan akar membusuk. Bunga krisan cukup disiram satu kali dalam sehari. Penyiraman dilakukan pada pagi hari agar air bisa menguap di siang harinya. Hindari menyiram tanaman di sore, malam, dan siang hari. Penyiraman di sore atau malam hari bisa menyebabkan tanaman krisan terserang penyakit. Sedangkan penyiraman di siang hari akan mengganggu proses foto sintesis tanaman. 

2. Pemupukan 
Tanaman krisan tidak perlu terlalu sering dipupuk, apalagi bila Anda sudah mencampur media tanam dengan pupuk. Dua bulan setelah penanaman, pupuk bisa ditambahkan dengan interval waktu satu bulan sekali. 

3. Pemotongan 
Pinching atau pemotongan perlu dilakukan bila Anda menanam krisan sejak masih berupa bibit. Bila Anda membeli bunga krisan jadi dalam pot, pinching tidak perlu dilakukan karena sudah dilakukan oleh penjualnya. Pinching sebaiknya dilakukan sejak tanaman krisan mulai mengeluarkan kuncup. Gunakan gunting tanaman untuk memotong setengah bagian kuncup bunga. Lakukan hal ini seminggu sekali sampai di pertengahan musim kemarau. 

5. Tips merawat bunga krisan

Menanam dan memupuk sudah, adalah hal lain yang perlu dilakukan agar bunga krisan lebih manis dipandang? Inilah hal-hal yang juga perlu diperhatikan: 

1. Hindarkan dari cahaya lampu 
Area tumbuh sempurna untuk bunga krisan adalah yang terpapar sinar matahari di siang hari, tapi tidak terpapar cahaya buatan di malam hari. Alasannya, tanaman ini hanya membutuhkan paparan sinar matahari dalam waktu singkat dan suasana gelap agar dapat berbunga dengan indah, 

2. Perhatikan sirkulasi udara
Bila ingin menanam bunga krisan di tanah (halaman), tanamlah dekat dinding atau pagar. Beri jarak antara bunga krisan satu dan lainnya agar tidak terjadi persaingan antara akar tanaman dalam menyerap air dan unsur hara lainnya. 

3. Potong setelah layu 
Bunga krisan yang telah layu atau mengering sebaiknya segera dipotong, agar tidak mengganggu kelancaran sirkulasi air dan makanan ke seluruh bagian tanaman. Selain itu, bunga krisan kering akan mengurangi keindahan kumpulan bunga krisan lainnya yang sedang bermekaran. 

4. Pindahkan tanaman krisan 
Baik bunga krisan yang ditanam di pot atau di tanah, dua-duanya perlu dipindahkan ke media tanam lain setelah beberapa waktu. Tujuannya adalah untuk menjaga keindahan bentuk tanaman dan menjaga kesehatan tanaman. Krisan pot perlu diganti media tanamnya dengan yang baru, akar-akarnya juga perlu dipisahkan agar penyerapan air dan unsur hara berlangsung seimbang. Sedangkan tanaman krisan yang ditanam di halaman perlu dipindahkan ke tempat lain setelah tiga tahun. 

Berkonsultasilah dengan profesional di bidang desain taman mengenai perawatan terbaik untuk bunga krisan. 

Apakah warna bunga krisan favorit Anda? 
 Rumah by Casas inHAUS

Need help with your home project? Get in touch!

Discover home inspiration!