-:  Rumah by Inspiratio Indonesia

Batu Bata atau Batako? Kelebihan dan Kekurangannya Sebagai Bahan Bangunan Rumah

Dyah Swastantika Dyah Swastantika
Loading admin actions …

Rumah nyaman, aman, dan kokoh sampai bertahun-tahun, inilah yang diinginkan semua pemilik rumah. Selain desain, pemilihan material bangunan adalah faktor yang berperan penting dalam terciptanya hunian idaman. Saat ini ada dua material bangunan yang sudah populer digunakan di Indonesia, yaitu batu bata dan batako. Mungkin terbersit pertanyaan di benak kita, manakah yang paling baik di antara dua material ini. homify akan mengupasnya dari beberapa sudut pandang. 

1. Asal usul batu bata dan batako

Batu bata merah pertama telah dibuat manusia sejak 8000 SM. Hal ini juga didukung dengan ditemukannya reruntuhan bangunan dari masa peradaban Babilonia dari bahan ini yang diperkirakan didirikan pada sekitar 4000 SM. Penggunaan batu bata merah sebagai material bangunan akhirnya menyebar ke seluruh dunia. Di Indonesia, batu bata merah telah dibuat dan digunakan masyarakat sejak jaman nenek moyang. Ini bisa dibuktikan dengan keberadaan candi-candi dari bahan batu bata, yang sebagian besar ditemukan di area Jawa Timur dan didirikan pada era Kerajaan Majapahit pada 1293-1500 M. Masih belum ada catatan sejarah yang menelusuri bagaimana batu bata bisa dikenal oleh masyarakat Indonesia. Diperkirakan bahwa ketrampilan membuat batu bata mungkin dipelajari dari para pedagang India, Tiongkok, dan Gujarat yang berinteraksi dengan masyarakat sekitar di masa itu. 

Sedangkan batako yang juga dikenal dengan nama concrete block, juga menyimpan kisah panjang. Material beton sebagai cikal bakal batako diperkirakan sudah digunakan masyarakat kuno sejak awal abad 1 SM. Bangsa Romawi Kuno menggunakan beton alami dari campuran kapur, pasir dan abu vulkanik, batu-batu kecil dan air sebagai struktur dasar bangunan bersejarah Pantheon dan Colosseum. Di masa modern, sebuah rumah bermaterial batako pertama kali didirikan tahun 1837 di Staten Island, Amerika Serikat. Setelah ditemukannya semen Portland di Inggris tahun 1824, sebuah perusahaan bernama Frear Stone Manufacturing, Co. di Chicago, mulai memproduksi batako dengan potongan dekoratif di tahun 1868. Sejak tahun inilah batako diproduksi secara massal dengan bantuan mesin dan diperkenalkan ke seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, batako mulai dikenal sejak akhir 1980-an sebagai bahan bangunan alternatif selain batu bata. 

2. Proses pembuatan batu bata dan batako

Batu bata 
Kita mengenal dua cara pembuatan batu bata, yaitu secara manual dan otomatis. Sampai saat ini masih ada sekelompok masyarakat pedesaan yang memproduksi batu bata secara manual dan telah menjadi industri rumahan yang diwariskan secara turun temurun. Cara pembuatannya adalah sebagai berikut: 
1. Tanah liat dihaluskan menggunakan cangkul dan disiram air. Kemudian diinjak-injak sampai menjadi lempung dan siap untuk dicetak;
2. Sebelum dicetak, sedikit abu ditambahkan di media cetak batu bata, agar batu bata tidak lengket setelah kering;
3. Batu bata dikeringkan di bawah gubuk terbuka untuk menghindari paparan sinar matahari langsung dan hujan. Tahap ini memerlukan waktu selama 1 minggu agar batu bata basah benar-benar kering;
4. Setelah kering, batu bata dimasukkan ke tungku pembakaran berbahan bakar kayu dan sekam padi. Satu tungku pembakaran biasanya dapat menampung 50 ribu batu bata. Proses pembakaran memerlukan waktu 5-8 hari nonstop. 

Selain cara manual di atas, cara otomatis juga telah mulai diterapkan. Dengan bantuan mesin cetak bata merah otomatis akan bisa dihasilkan sekitar 2500 batu bata per jam. Meski demikian, batu bata yang dicetak dengan cara ini tetap harus melalui proses pembakaran seperti pada pembuatan batu bata merah secara manual di atas. Saat ini mesin cetak bata merah otomatis ditawarkan dengan harga Rp 19 juta per unit. 

Batako 
Sama seperti batu bata, saat ini batako juga diproduksi oleh industri kecil yang dimiliki masyarakat biasa dan industri skala besar. Batako hasil industri kecil biasanya dibuat secara manual, dan proses pembuatannya adalah:
1. Bahan baku yang perlu disiapkan adalah pasir, semen Portland, dan air dengan perbandingan pasir : semen Portland antara 7:1 sampai dengan 12:1;
2. Campuran pasir dan semen Portland kemudian diaduk, lalu dipercikkan air saat adonan sudah rata. Campuran terus diaduk, bila tidak pecah artinya campuran sudah siap untuk dicetak; 
3. Alat pencetak manual terbuat dari kayu dengan lempeng dan baut pengikat. Setelah alat pencetak siap, adonan dimasukkan ke dalamnya sedikit demi sedikit. Setelah itu, adonan dipadatkan dengan lempeng besi. 
4. Adonan dalam pencetak dipindahkan ke tempat pengeringan. Lalu alat pencetak dilepaskan dengan cara mengetuk-ngetuk sudut cetakan, mengendorkan baut, lalu melepas plat ring di atas adonan batako. Adonan dikeringkan dengan cara diangin-anginkan di pondok terbuka dan terhindar dari panas matahari langsung. Proses pengeringan biasanya memakan waktu satu hari. Selanjutnya, air dipercikkan setiap pagi sampai batako betul-betul mengeras. 

Batako juga bisa diproduksi secara otomatis menggunakan mesin cetak batako yang saat ini ditawarkan dengan harga Rp 12 juta sampai Rp 15 juta per unit.  

3. Kelebihan dan kekurangan batu bata dan batako

modern Living room by Fourways ML - The Brick Panels
Fourways ML – The Brick Panels

Studio flat, kitchen, living room with fire place

Fourways ML - The Brick Panels

Batu bata 
Kelebihan: 
1. Lebih tahan lama dan lebih kuat dibandingkan batako berkat adanya pembakaran dalam proses pembuatannya.
2. Lebih mudah diangkut karena ukuran batu bata tidak besar.
3. Mudah dipasang, siapapun bisa memasang batu bata tanpa pengetahuan khusus. 
4. Batu bata lebih mampu menyesuaikan diri dengan suhu di luar rumah, sehingga suhu ruangan akan lebih nyaman.
5. Tahan api. 
6. Pemasangan batu bata tidak memerlukan perekat khusus. 
7. Jarang terjadi retak rambut pada dinding yang terbuat dari batu bata. 

Kekurangan:
1. Membutuhkan lebih banyak campuran semen dan pasir untuk merekatkannya. Ketebalan semen minimal 2 cm untuk merekatkan batu bata. 
2. Pemasangan batu bata membutuhkan waktu lebih lama karena ukuran batu bata lebih kecil daripada batako. Selain itu, batu bata harus direndam dulu sebelum dipasang, sehingga lebih banyak waktu yang terbuang.  
3. Batu bata kurang cocok sebagai material rumah dua lantai ke atas, karena akan membebani kolom sebagai struktur utamanya.  
4. Untuk membuat tampilan dinding batu bata ekspos diperlukan batu bata jenis khusus, karena permukaan batu bata biasa umumnya kasar dan gampang pecah. 

Batako
Kelebihan:
1. Ukuran batako cenderung sama dan dapat dipotong lebih rapi daripada batu bata merah. 
2. Batako berukuran lebih besar, sehingga waktu pemasangannya lebih singkat daripada waktu yang dibutuhkan untuk memasang batu bata. 
3. Lebih kedap air sehingga membantu mencegah masuknya air hujan melalui dinding rumah. 
4. Lebih ringan daripada batu bata berkat adanya rongga di dalamnya, sehingga ideal sebagai material rumah dua lantai atau bangunan lain yang berstruktur kolom. 
5. Tidak perlu direndam sebelum dipasang. 

Kekurangan: 
1. Rongga di tengah batako juga mengakibatkan dinding batako lebih rentan mengalami retak rambut. 
2. Kekuatannya lebih rendah daripada batu bata sehingga kurang cocok untuk rumah satu lantai yang menggunakan dinding sebagai elemen struktur. 
3. Batako cenderung menyerap panas, sehingga suhu ruangan akan menjadi panas di musim kemarau. 

4. Tips memilih batu bata dan batako

Berikut adalah beberapa tips untuk memilih batu bata dan batako terbaik sesuai kebutuhan bangunan pemilik rumah: 

Batu bata 
1. Batu bata berkualitas adalah yang tidak terlalu berat dan berbunyi nyaring ketika diketuk. Sebaliknya, batu bata yang berat dan tak berbunyi waktu diketuk menandakan kualitasnya kurang baik dan mudah pecah. 
2. Batu bata yang baik memiliki permukaan yang padat, tidak banyak berongga, dan tidak porus. 
3. Rendam batu bata dalam air selama 24 jam lalu timbang untuk mengetahui daya serapnya. Batu bata berkualitas beratnya bertambah tidak lebih dari 20% berat awal. 
4. Bila berencana membuat dinding batu bata ekspos, sebaiknya pilih batu bata berukuran kecil dan seragam agar tampilan dinding terlihat rapi. 
5. Untuk dinding semen ekspos bisa dipilih batu bata yang ukurannya lebih besar dan permukaannya tidak harus rata. 

Batako
1. Batako berkualitas memiliki sudut siku-siku yang lurus, tajam saat dipegang, dan tidak rapuh. 
2. Berlawanan dengan batu bata, batako yang baik terasa berat saat dijinjing. Perhatikan apakah permukaannya halus, padat, dan pori-porinya tertutup rapat. 
3. Lebih disarankan memilih batako hasil mesin cetak batako daripada batako produksi manual bila tersedia dana lebih. 
4. Bila dana tidak mencukupi, pilihlah batako produksi manual terbaik. Cari informasi apakah jenis pasir yang digunakan dan bagaimana perbandingan komposisi yang digunakan. Batako yang menggunakan campuran pasir sungai kualitasnya lebih baik. 

5. Harga dan ukuran

Saat ini batu bata merah yang ditawarkan umumnya berukuran panjang 17-23 cm, lebar 7-11 cm, dan tebal 3-5 cm. Diperlukan sekitar 70-80 buah batu bata yang masing-masing berukuran 23 x 17 x 5 cm untuk membangun dinding seluas 1 meter persegi. Harga batu bata merah di pasaran saat ini adalah Rp 400 per buah untuk batu bata merah biasa (dibakar di tungku tradisional menggunakan sekam padi), dan Rp 850 per buah untuk batu bata merah oven (dibakar/ dikeringkan menggunakan oven tanah liat). 

Sedangkan batako di pasaran umumnya berukuran 10 x 20 x 40 cm, dan diperlukan sekitar 20 buah batako untuk membangun dinding seluas 1 meter persegi. Saat ini telah ditawarkan beberapa varian batako dengan harga yang berbeda, yaitu Rp 3500 per buah untuk batako putih, Rp 3300 per buah untuk batako press, dan Rp 3100 per buah untuk batako semen. 

Bingung mau pilih yang mana? Hubungi seorang tenaga profesional sekarang juga agar tidak salah pilih. 

Kalau Anda ingin pilih yang mana, batu bata atau batako? 
 Rumah by Casas inHAUS

Need help with your home project? Get in touch!

Request free consultation

Discover home inspiration!