-:  Rumah by Inspiratio Indonesia

Berbagai Jenis Engsel Pintu dan Manfaatnya

Dyah Swastantika Dyah Swastantika
Loading admin actions …

Apalah arti sebuah pintu kalau tidak ada engsel? Tanpa engsel, pintu rumah kita tidak bisa digerakkan dan berfungsi sebagai akses keluar masuk. Engsel pintu adalah poros mekanik yang menghubungkan dua obyek padat, dan memungkinkan terjadinya perputaran sudut secara terbatas antara keduanya. Meski nyaris tak terlihat, engsel pintu adalah buah teknologi yang sangat penting. Jejak sejarah engsel pintu telah tercatat, alkisah Raja Solomon telah menggunakan engsel pintu agar pintu-pintu emas kuilnya dapat dibuka dan ditutup. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa engsel pintu telah digunakan sejak 1600 SM. Engsel pintu juga ditemukan di antara peninggalan bangsa Mesir Kuno yang berpenanggalan 760-650 SM. Selanjutnya, bangsa Romawi Kuno memperluas penggunaan engsel bukan hanya pada pintu dan jendela. Catatan sejarah mengungkapkan bahwa engsel juga telah menjadi elemen penting pada peralatan rumah tangga Romawi Kuno (laci dan lemari), bahkan piranti perang bangsa itu. 

Mengingat pentingnya engsel pintu bagi kelayakan huni sebuah rumah, homify mengulas tentang berbagai variasi jenis engsel pintu yang bisa dipilih sesuai kebutuhan. 

1. Engsel kupu-kupu, paling populer

Disebut engsel kupu-kupu karena bentuknya seperti kupu-kupu. Engsel jenis ini biasanya tipis dan terbuat dari logam, yaitu besi atau kuningan. Engsel kupu-kupu biasanya disematkan sebagai penghubung antara bingkai pintu dan daun pintu dari bahan yang tidak terlalu berat. Misalnya untuk pintu yang terbuat dari bahan aluminium, uPVC, dan beberapa jenis kayu. Harga engsel kupu-kupu bervariasi sesuai dengan ukurannya. Engsel kupu-kupu tersedia dalam ukuran 1,5 inci, 2 inci, 2,5 inci, 3 inci, dan 4 inci, dengan kisaran harga Rp 2500 – Rp 45 ribu per pasang. 

2. Engsel sendok, engsel untuk furnitur

Studio Apartment - Margonda Residence 2:  Dapur by RANAH
RANAH

Studio Apartment – Margonda Residence 2

RANAH

Sesuai dengan bentuknya, engsel ini disebut engsel sendok. Engsel jenis ini umumnya dimanfaatkan sebagai bagian daun pintu lemari, kabinet, atau kotak penyimpanan tertutup. Ada dua macam engsel sendok, yaitu: 

1. Engsel lurus 
Engsel ini biasanya digunakan pada pintu luar. Setelah dipasang, hanya bagian pintu yang terlihat dari luar. Sedangkan daun pintu menutup sisi tebal dinding samping. 

2. Engsel bengkok
Engsel sendok jenis ini lebih sering digunakan untuk pintu dalam. Artinya, bila pintu menggunakan engsel ini maka ketika dalam posisi tertutup permukaannya akan sama rata dengan sisi tebal dinding samping kabinet/ lemari. Untuk memasang engsel ini, perhatian khusus dibutuhkan di bagian sepatu engsel. 

Tidak ada perbedaan antara proses pemasangan engsel bengkok dan engsel lurus. Jarak lubang dan titik sekrup juga tidak ada perbedaan. Perbedaan terletak pada ukuran pintu yang hendak dipasang. Saat ini engsel sendok dijual dengan kisaran harga Rp 5 ribu sampai Rp 50 ribu per pasang, tergantung pada daya tahan dan ketebalannya. 

3. Engsel patrom, yang bisa dipindahkan

Engsel pintu yang berbentuk huruf H ini menjadi elemen pada pintu yang berbobot ringan (misalnya pintu aluminium atau pintu uPVC) agar mudah dilepas dan atau dipindahkan. Oleh karena itu, engsel ini juga disebut dengan engsel cabut. Engsel patrom cocok untuk pintu atau jendela di rumah yang direncanakan akan diperluas di kemudian hari. Varian engsel patrom dibedakan menurut ukurannya, yaitu engsel patrom 80 x 50 mm, 110 x 55 mm, dan 140 x 60 mm, dan ditawarkan dengan kisaran harga Rp 8 ribu sampai Rp 20 ribu per pasang. 

4. Engsel piano, yang bisa dipotong

Engsel yang satu ini disebut engsel piano, karena menurut sejarahnya pertama kali digunakan pada daun penutup piano. Pada perkembangannya di jaman modern, engsel piano juga disematkan pada daun pintu, daun jendela, dan daun pintu lemari. Pertimbangan pemilihan engsel pintu piano adalah kepraktisannya. Engsel piano dijual dalam bentuk gulungan atau per meter (biasanya per 3 meter), sehingga bisa dipakai untuk beberapa pintu atau jendela sekaligus. Engsel ini juga bisa dipotong atau disesuaikan dengan panjang daun pintu atau jendela yang hendak dipasang. Saat ini engsel piano ditawarkan dengan harga Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu per 2,5 meter atau per 3 meter. 

5. Engsel panel, untuk beban berat

Engsel panel bentuknya mirip seperti engsel kupu-kupu. Perbedaannya, engsel pintu jenis ini lebih tebal dan kokoh karena dirancang untuk disematkan pada daun pintu atau jendela dari bahan yang lebih tebal dan berat. Misalnya, kayu jati, kayu merbau, atau kayu bangkirai (yellow balau). Selain engsel panel dari bahan logam seperti yang telah banyak digunakan, saat ini ada beberapa produsen yang memproduksi engsel panel dari bahan plastik dan bentuknya lebih mutakhir daripada engsel pada umumnya. Sama seperti engsel kupu-kupu, engsel panel juga tersedia dalam beberapa ukuran, yaitu 3 inci, 4 inci, 5 inci, dan 6 inci. Harga ensel panel lebih mahal daripada engsel kupu-kupu karena secara fisik lebih tebal, yaitu berkisar antara Rp 12900 sampai dengan Rp 55 ribu. 

6. Engsel koboi untuk pintu koboi

Dengan engsel koboi, daun pintu dapat diayunkan/ digerakkan dalam jangkauan penuh berkat adanya tekanan per di dalam engsel dan dapat digerakkan baik ke arah luar maupun dalam. Engsel koboi dapat diatur agar pintu tertutup sesuai kehendak pemiliknya dan dapat dipasang pada pintu tanpa ditakik. Pintu dengan engsel koboi biasanya dihadirkan sebagai elemen interior dekoratif yang fungsional, karena bentuknya yang unik dan mengingatkan kita pada bar di film-film koboi. Saat ini pintu semacam ini biasanya dipasang di restoran, kafe, atau tempat-tempat hiburan lainnya. Mengingat fungsinya yang unik, harga engsel pintu koboi jauh lebih mahal daripada jenis engsel lainnya. Saat ini harganya ditawarkan pada kisaran harga Rp 45 ribu sampai Rp 60 ribu per biji. Bahkan ada engsel koboi dari bahan stainless steel yang ditawarkan seharga Rp 465 ribu per pasang. 

7. Engsel bubut untuk pintu pagar

Engsel yang satu ini berbentuk silinder dengan lubang di tengahnya di mana terdapat pivot atau poros sebagai inti penggerak perputaran engsel. Engsel bubut biasanya terbuat dari besi dan digunakan sebagai pelengkap pintu pagar besi. Varian engsel bubut dibedakan berdasarkan ukurannya, yang paling umum digunakan adalah engsel bubut 7 cm, 9 cm, dan 10 cm. Engsel ini ditawarkan dengan harga antara Rp 7500 sampai Rp 45 ribu per pasang. 

8. Engsel gudang

Ada juga sumber yang menyebut engsel ini dengan sebutan engsel rentang atau engsel T karena penampakannya yang menyerupai huruf T. Sesuai dengan namanya, engsel ini biasa digunakan pada pintu gudang, pintu garasi, dan pintu pagar. Engsel gudang biasanya terbuat dari plat baja dengan ukuran antara 5 s/d 30 cm dan ditawarkan pada kisaran harga Rp 15 ribu sampai Rp 50 ribu per pasang. 

9. Tips merawat engsel pintu

Seperti bagian rumah lainnya, engsel pintu juga perlu dirawat agar tidak berkarat dan pintu dapat terbuka dan tertutup sempurna setiap saat. Bila tidak, maka pintu akan berderit saat digerakkan akibat debu dan kotoran yang menumpuk di permukaan engsel. Engsel pintu dari bahan logam yang tidak anti karat juga berisiko mengalami korosi. Cara merawat engsel pintu sebenarnya cukup mudah, yaitu dengan mengoleskan bahan pelumas ke beberapa bagian engsel. Berikut adalah petunjuk selengkapnya: 

1. Pilih bahan pelumas yang mampu menjangkau seluruh bagian engsel dan menembus lapisan kotoran pada engsel. Jenis pelumas yang dapat dipilih adalah pelumas berbahan silikon (biasanya dalam kemasan semprot). pelumas lithium (pelumas ini umumnya digunakan untuk pemeliharaan suku cadang mobil), dan pelumas dari minyak zaitun, minyak kelapa, atau minyak kanola. 

2. Lepaskan batang silinder (pivot/ poros) engsel agar pelumas dapat menjangkau bagian-bagian terdalam pada engsel. 

3. Oleskan pelumas pada poros engsel, sayap engsel, dan buku engsel (tempat memasukkan batang silinder. Caranya bisa dengan mengoleskan pelumas tipis-tipis atau menyemprotkannya pada bagian-bagian itu. Bisa diulangi bila diperlukan. 

4. Pasang batang silinder ke tempatnya semula. Bila pintu masih berderit, artinya pelumas engsel masih kurang. 

5. Bersihkan sisa pelumas menggunakan lap atau tisu. Pintu berderit karena ada kotoran yang menumpuk di beberapa bagiannya. Oleh karena itu, penting untuk membersihkan engsel pintu secara teratur. 

6. Engsel pintu yang macet biasanya diakibatkan batang silinder telah berkarat. Bila ini terjadi, memberikan pelumas saja bisa dipastikan tidak berhasil mengatasinya sehingga batang silinder harus diganti. 

Jenis desain pintu manakah yang sesuai untuk kebutuhan rumah? Mari dengarkan apa saran para profesional.  

Adakah jenis engsel pintu lainnya yang belum disebutkan di artikel ini? Tuliskan di kolom komentar di bawah ini. 
 Rumah by Casas inHAUS

Need help with your home project? Get in touch!

Request free consultation

Discover home inspiration!