Dapur by Arrumos - dedicated woodworking & carpentry

Panduan Praktis Memilih Lantai Dapur

Dyah Swastantika Dyah Swastantika
Loading admin actions …

Kita tidak bisa asal pilih bila menyangkut material lantai dapur. Sebabnya, banyak aktivitas berat yang akan terjadi di dapur. Tidak seperti di ruang tamu atau kamar tidur, di dapur kita berjalan mondar-mandir, menggoreng, merebus, menumis… Akan ada air berceceran atau noda minyak di sana-sini. Bagaimanapun, mereka yang mengira fungsionalitas harus mengabaikan estetika sesungguhnya sedang bermimpi. Ada banyak pilihan untuk menghadirkan keduanya di dapur Anda, dengan opsi dan harga yang bervariasi. Di artikel ini, kami akan membahas tentang panduan memilih bahan terbaik untuk lantai dapur Anda. 

1. Apa yang harus diperhatikan sebelum memilih lantai dapur?

Kita bisa mulai dengan pertanyaan mudah: Apa harapan Anda terhadap lantai dapur? Bagaimana peranannya dalam menciptakan keluasan ruang? Gaya interior rumah Anda seperti apa? Berapa bujet Anda? Dan banyak lagi. Menurut kami, hal-hal berikut ini  sebaiknya menjadi perhatian utama: 

Daya tahan – Kita semua pasti ingin lantai yang tahan sampai bertahun-tahun dan tidak perlu sering diganti. Lantai dapur juga harus tahan terhadap kelembaban, panas, dan beban berat. 

Mudah dibersihkan – Inilah hal pertama yang harus diingat ketika memilih lantai dapur. Pilih lantai dapur dengan permukaan rata dan halus, agar mudah dibersihkan menggunakan sapu atau kain pel.

Aman – Meski permukaannya halus, akan sangat berbahaya bila lantai dapur terlalu licin. 

Tampilan – Dapur bukan lagi sekedar tempat memasak. Rumah-rumah modern yang mengintegrasikan ruang keluarga, ruang makan dan dapur dalam satu ruangan memerlukan dapur yang menarik secara visual. Hal ini bisa kita datangkan dengan memilih material lantai yang serasi dengan area lainnya. 

Harga – Ada harga ada rupa, begitulah pepatah yang berlaku di lingkungan saya. Pilihlah material dapur berkualitas yang sesuai dengan kekuatan bujet Anda. 

Di bawah ini adalah material yang umum digunakan sebagai lantai dapur. 

2. Keramik

Keramik adalah jenis lantai yang paling sering digunakan di dapur. Harganya terjangkau, tersedia dalam berbagai bentuk dan warna, dan tahan terhadap panas dan kelembaban. Lantai keramik jenis tertentu bahkan bisa bertahan sampai 20 tahun. Hanya saja, kaki akan terasa dingin saat menginjaknya, apalagi saat cuaca dingin. Harga lantai keramik sangat bervariasi berdasarkan merek dan ukurannya. Sebagai informasi, saat ini banyak sekali produsen lantai keramik di pasaran jadi Anda tak akan kekurangan pilihan. Lantai keramik ukuran 40 x 40 cm ditawarkan dengan harga Rp 50 ribu sampai Rp 112 ribu, sedangkan harga lantai keramik ukuran 60 x 60 cm berkisar antara Rp 80 ribu sampai Rp 200 ribu. 

3. Porselen

Porselen merupakan bahan yang terdiri dari tanah liat, felspar, pasir felspar, dan kadang kaolin, filitos, dan bahan tambahan. Bahan ini juga bisa digunakan sebagai lantai untuk ruangan lainnya. Lantai porselen kuat, tidak mudah menyerap, dan mudah dibersihkan. Lantai porselen sering diiklankan sebagai lantai yang lebih tahan lama dari pada lantai keramik, tahan api dan tahan hingga bertahun-tahun. Kekurangannya, lantai porselen lebih berat dan harganya lebih mahal daripada lantai keramik. 

4. Parket kayu

Kayu bisa jadi adalah material yang paling sesuai untuk segala gaya interior. Material ini juga bisa mendatangkan suasana nyaman dan hangat di area memasak Anda. Namun tidak semua lantai kayu dirancang untuk tahan terhadap lingkungan lembab dan cenderung bersuhu tinggi. Air yang meresap dalam kayu bisa membuatnya cepat lapuk. Bila ingin menggunakan lantai kayu di area dapur, bahan yang dipilih harus benar-benar berkualitas tinggi. Selain itu, lantai kayu memerlukan perawatan secara berkala. Saat ini lantai parket kayu berukuran 12 x 102 x 900 mm ditawarkan dengan harga Rp 325 ribu sampai Rp 350 ribu per meter persegi. 

5. Vinyl

Vinyl (PVC) mulai dikenal pada 1930-an sebagai bahan terjangkau untuk lantai kamar mandi dan dapur. Lantai vinyl mudah dibersihkan, bisa bertahan sampai 20 tahun sejak pertama kali dipasang. Bahan ini juga halus seperti keramik dan merupakan bahan yang paling anti air. Selain itu, proses pemasangan lantai vinyl tidak terlalu rumit. Kekurangannya, bahan dasar lantai vinyl bisa memicu alergi dan asma saat proses pemasangan berlangsung. Vinyl terbuat dari bahan-bahan yang tidak bisa diuraikan oleh proses alam dan tidak terbarukan. Kerusakan rentan terjadi bila lantai vinyl bergesekan dengan benda-benda dari bahan tertentu, terutama karet. Saat ini lantai vinyl motif kayu berukuran 3 xx 152,4 x 914 mm dijual dengan harga Rp 160 ribu sampai Rp 210 ribu per meter persegi. 

6. Semen atau beton

Ini adalah material lantai yang paling terjangkau, hanya terdiri dari semen, pasir, dan/ atau beton. Jenis lantai ini juga paling kuat di antara lantai jenis lainnya. Kalau Anda bosan memandangi warna abu-abu di lantai dapur, lapisi saja dengan bahan lain seperti keramik atau vinyl. Agar lantai semen mengkilap seperti lantai keramik, kita bisa terapkan cara-cara sederhana dan tak makan biaya. Ada yang menyarankan membaluri lantai semen secara teratur dengan minyak kelapa dan parutan kelapa, minyak tanah, serbuk gergaji, atau lilin. Anda hanya perlu mengeluarkan biaya untuk pembelian beberapa kantong semen, yaitu sekitar Rp 70 ribu sampai Rp 72 ribu per sak, dan sedikit pasir. 

7. Laminasi

Lantai laminasi tersedia dalam berbagai corak. Dapur Anda bisa terlihat seolah berlantai kayu dengan harga yang jauh lebih murah bila dibandingkan lantai kayu sungguhan. Namun, daya tahannya juga jauh di bawah lantai kayu. 

8. Bantuan profesional

Masih bingung tentukan mana bahan terbaik untuk lantai dapur Anda? Para profesional kami akan memberikan saran sesuai bujet dan gaya rumah Anda. 

Manakah bahan yang paling sesuai untuk lantai dapur Anda? 
 Rumah by Casas inHAUS

Need help with your home project? Get in touch!

Request free consultation

Discover home inspiration!