Taman by Folha Paisagismo

Cara Praktis Membuat Taman Vertikal di Rumah

Dyah Swastantika Dyah Swastantika
Loading admin actions …

Tak punya lahan tapi ingin punya taman? Hal ini bukan masalah karena kita bisa membuat taman vertikal. Taman vertikal adalah sebuah inovasi di dunia landscaping yang memanfaatkan dinding sebagai lahan. Para penghuni apartemen, rumah susun, atau hunian di area padat penduduk kini bisa memandangi dan merasakan kesegaran udara bersih yang dilepaskan oleh tanaman, meski tak punya halaman. Saat ini, taman vertikal juga disematkan di dinding-dinding gedung perkantoran di kota besar untuk menciptakan suasana kerja yang nyaman dan memerangi polusi. Kali ini homify akan menjelaskan tentang cara membuat taman vertikal di rumah. 

1. Memilih struktur taman vertikal

Residential_Landed_Semi-Detached House:  Taman by daksaja architects and planners
daksaja architects and planners

Residential_Landed_Semi-Detached House

daksaja architects and planners

Struktur atau penyangga tanaman adalah bagian terpenting dari taman vertikal. Bagian inilah yang akan menyangga tanaman agar dapat menjuntaikan daun indahnya ke sekeliling. Saat ini telah tersedia pot dinding vertikal dengan ukuran 64 x 26 x 0,2 cm seharga Rp 125 ribu per unit, sangat praktis untuk mereka yang baru saja memulai bidang bercocok tanam. Kekurangannya, ruang yang tersedia untuk tanaman sangat terbatas. Akibatnya, terbatas juga ruang yang tersedia untuk mengeksplorasi ide-ide tentang taman vertikal. 

Solusinya, elemen-elemen berikut ini bisa dijadikan penyangga taman vertikal. Tidak [erlu membeli, karena beberapa di antaramya mungkin sudah tersedia di rumah: 

1. Teralis kayu. Tampilan teralis kayu biasanya segi empat dan dilengkapi persilangan di bagian atas serta samping sebagai penguat. Teralis kayu untuk tanaman rambat juga sudah tersedia di pasaran, dan ditawarkan dengan harga Rp 150 ribu sampai Rp 372 ribu per unit. 

2. Tiang besi. Bsa dipilih bila hanya ada beberapa elemen atau tanaman yang akan ditata secara vertikal. 

3. Sebatang pohon. Menanam tanaman rambat yang tumbuh melingkar di pohon bisa jadi fitur unik untuk taman vertikal. Hanya saja, pohon yang tepat untuk keperluan ini tingginya harus lebih dari 1,8 meter dan memiliki banyak cabang. 

4. Dinding. Selain menjadi tempat di mana taman vertikal diletakkan, dinding juga bisa menjadi alternatif penyangga tanaman hias. Ketebalan dan kualitas dinding juga perlu diperhatikan agar jangan sampai runtuh karena menahan beban banyak tanaman sekaligus media tanamnya. 

2. Membuat sendiri stuktur taman vertikal

Mungkin teralis kayu atau struktur taman vertikal yang tersedia di pasaran tidak sesuai dengan keinginan? Kalau begitu, sepertinya struktur taman vertikal harus kita buat sendiri. Berikut adalah langkah-langkah membuat struktur taman vertikal setinggi 1,8 meter dari ahli kami: 

1. Buat sebuah kotak dari bahan kayu dengan ukuran 5 x 15 x 27, 9 cm. Pasang balok kayu berukuran 5 x 5 cm dan panjang 2,44 meter di bagian tengah dan pada satu sudut di belakang. Lalu pasang juga balok kayu lain yang juga berukuran 5 x 5 cm dan panjang 1,8 meter pada sudut lain dan berjarak 45,7 cm dari bagian belakang kedua sisinya. 

2. Lubangi kotak menggunakan bor, kemudian rekatkan dengan kotak lain berukuran 2,5 x 5 cm, lalu kencangkan dengan sekrup. Jarak masing-masing lubang sekrup adalah 15, 2 cm, dimulai dari bagian atas kotak. Ukuran kotak 2,5 x 5 cm bisa ditambahkan sedikit menjadi 2,54 cm, terutama pada bagian yang berdekatan dengan kotak 5 x 5 cm. 

3. Tambahkan platform dengan cara menyekrup balok berukuran 2,5 x 5 cm sepanjang 92 cm. lalu rekatkan dan kencangkan dengan balok ukuran 2,5 x 5 cm lainnya untuk membentuk miniatur dek. 

4. Ambil satu balok kayu lagi berukuran 5 x 5 cm sepanjang 1,83 meter di tengah depan, rekatkan dan kencangkan pada papan yang melintang. 

5. Letakkan papan horizontal dengan ukuran 2,5 x 10 cm pada bagian atas tiang dari balok 5 x 5 cm. Bagian atas tiang ini bisa ditambahkan rumah burung. 

6. Isi kotak dengan tanah yang subur dan tanamilah dengan tanaman merambat jenis tertentu. Aturlah agar daun tanaman dapat tumbuh melewati kisi-kisi.

3. Memilih tanaman untuk taman vertikal

Mengingat bentuk lahannya yang unik, tidak semua jenis tanaman bisa ditanam di taman vertikal. Berita bagusnya, jenis tanaman untuk taman vertikal harganya terjangkau dan mudah didapatkan. Inilah beberapa di antaranya: 

1. Bugenvil (bunga kertas) 
2. Sirih 
3. Kuping gajah 
4. Kadaka 
5. Melati Papua 
6. Dollar plant 
7. Sukulen 
8. Kucai 
9. Tanduk rusa 
10. Pakis pedang
11. Begonia 
12. Lili paris 
13. Sirih merah 
14. Mandavilla 
15. Morning glory 
16. Lipstick plant 
17. Cryptanthus. 

4. Cara membuat taman vertikal

Setelah semua siap, mari melangkah ke tahap selanjutnya, yaitu menanam. Sebelumnya sebaiknya direncanakan di mana struktur taman vertikal akan diletakkan. Tempat yang dipilih sebaiknya sesuai dengan karakter tanaman. Tanaman pakis sedang dan cryptanthus, misalnya, akan tumbuh lebih baik bila terpapar sinar matahari langsung sepanjang hari. Bila berencana meletakkan taman vertikal di dalam rumah, maka tanaman sebaiknya tidak terlalu membutuhkan sinar matahari. Bila tidak punya banyak waktu untuk merawat tanaman, pilihlah jenis tanaman yang pertumbuhannya lambat agar tidak terlalu sering memangkas daunnya. Langkah-langkah selengkapnya adalah: 

1. Tempatkan struktur taman vertikal berdekatan dengan dinding.
2. Tanam struktur taman dalam-dalam ke tanah agar tidak mudah roboh. Pondasi kokoh sangat diperlukan agar struktur taman vertikal dapat tahan terhadap angin kencang atau hujan. 
3. Tanamlah bibit atau bakal tanaman pada struktur yang telah terpasang. Pastikan jarak antar tanaman tidak terlalu dekat, karena dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. 
4. Bila tanaman sudah mulai tinggi, lilitkan batang dan daunnya pada teralis kayu sesuai arah yang diinginkan. Tanaman bisa diikat untuk menahan batang pada tempatnya. Namun jangan mengikat tanaman terlalu kuat, apalagi sampai melengkung atau patah. 

Lihat beberapa contoh desain taman vertikal di sini

5. Tips merawat taman vertikal

Merawat taman vertikal sedikit berbeda dengan taman jenis lainnya. Hal ini karena kita menanam tanaman dalam bentuk bibit, sehingga pertumbuhan tanaman sedikit lebih lama. Oleh karena itu, inilah yang harus kita lakukan saat merawat taman vertikal: 

1. Sabar 
Menanam tanaman sejak dari bibit memerlukan kesabaran karena bisa saja bibit yang ditanam tidak berhasil tumbuh. Atau mungkin malah mati setelah bertunas. Namun, kelebihan menanam tanaman sejak dari bibit adalah tanaman akan tumbuh lebih kokoh karena akar telah dibiasakan untuk hidup dalam kondisi lahan yang vertikal sejak awal. 

2. Gunakan media tanam khusus taman vertikal 
Kebutuhan nutrisi dan unsur hara taman vertikal juga berbeda dengan taman yang dibentuk secara horizontal. Saat ini di pasaran telah tersedia media tanam khusus untuk taman vertikal, dengan ciri-ciri tanah yang lebih liat agar dapat merekat saat dimasukkan dalam struktur taman vertikal. Pupuk tidak perlu diberikan secara berlebihan. Sedangkan pupuk terbaik untuk taman vertikal adalah pupuk kompos. Mengenai takaran pupuk yang sebaiknya diterapkan, silakan berkonsultasi dengan profesional taman

3. Pilih sistem penyiraman yang tepat
Menurut ahli kami, setidaknya ada tiga cara penyiraman taman vertikal yang lazim dilakukan, yaitu:

- Sistem kabut 
Pipa dilubangi di beberapa titik, kemudian dengan bantuan mesin pompa air didorong keluar sehingga mengeluarkan uap air. Uap air ini kemudian akan berjatuhan menjadi kabut yang membasahi taman vertikal.

- Sistem selang air
Cara ini adalah penyiraman yang biasa kita lakukan pada taman horizontal atau tanaman-tanaman dalam pot. Namun cara ini sedikit berbahaya karena bisa mengakibatkan media tanam longsor dan tanaman kelebihan air. 

- Sistem sprinkle
Cara ini adalah yang paling direkomendasikan. Penyiraman dengan sistem sprinkle akan menyiram tanaman di jam tertentu secara otomatis. Air yang disemprotkan juga lebih merata dan tidak berlebihan. Sistem ini juga membantu menghemat pemakaian air. Pompa air sprinkle bisa didapatkan dengan harga sekitar Rp 15 ribu sampai Rp 66 ribu per buah. 

4. Lakukan pemotongan secara teratur 
Setelah beberapa waktu, tanaman akan tumbuh memanjang dan daunnya akan menjalar kesana kemari. Agar taman vertikal tampak lebih rapi, lakukan pemangkasan pada daun tanaman yang sudah besar. Dahan tanaman yang masih muda/ kecil jangan dipangkas karena akan menimbulkan luka pada batang tanaman. Pemotongan sebaiknya dilakukan sekali tebas dan tidak berulang-ulang. Bila tanaman sudah terlalu rimbun dan sulit dipotong, ini artinya tanaman harus diganti. 

Menurut Anda, manakah bagian tersulit dalam membuat taman vertikal seperti di atas?
 Rumah by Casas inHAUS

Need help with your home project? Get in touch!

Discover home inspiration!