Rumah Tinggal Mewah di Semarang:  Taman by Paulus Adi Budianto

Harga dan Manfaat Konblok

Dyah Swastantika Dyah Swastantika
Loading admin actions …

Istilah konblok atau paving block telah sering kita dengar di dunia konstruksi. Apakah material ini sebenarnya, dan mengapa material ini lebih unggul daripada material lainnya? Material yang juga disebut dengan bata beton ini merupakan bahan bangunan yang terdiri dari campuran semen, pasir, dan air. Ketika suatu permukaan ditutup dengan konblok, air masih dapat mengalir di sela-selanya dan meresap masuk ke dalam tanah. Dengan demikian, bisa dikatakan material ini lebih ramah lingkungan daripada aspal bila digunakan sebagai pengerasan jalan. Untuk kali ini homify akan mengungkapkan segalanya tentang konblok sebagai sumber informasi bagi siapa saja yang tertarik menggunakan material ini. 

1. Riwayat singkat konblok

Rumah Tinggal Mewah di Semarang:  Taman by Paulus Adi Budianto
Paulus Adi Budianto

Rumah Tinggal Mewah di Semarang

Paulus Adi Budianto

Belanda adalah negara yang pertama kali menerapkan penggunaan konblok (conblock = concrete block) sebagai pengerasan jalan setelah berakhirnya Perang Dunia II. Awalnya, konblok digunakan sebagai pengganti material batu bata yang pada saat itu mulai menipis dan sudah lebih dulu dikenal luas di beberapa negara Eropa. Teknologi konblok sejak saat itu berkembang pesat dimulai dari Jerman dan akhirnya menyebar ke sebagian besar Eropa. Selain sebagai pengerasan jalan, konblok juga dimanfaatkan sebagai median area untuk pejalan kaki maupun kendaraan beroda. 

Konblok mulai dikenal di Indonesia sejak era 1980an seiring dengan mewabahnya musibah banjir sebagai dampak dari berkurangnya area resapan air di perkotaan. Beberapa program yang dicanangkan pemerintah saat itu adalah menambah titik sumur resapan dan mengganti jalan aspal dengan konblok. 

2. Kelebihan dan kekurangan konblok

Sebagaimana ciptaan manusia pada umumnya, konblok mempunyai kelebihan dan kekurangan yang kami jabarkan sebagai berikut:

Kelebihan
1. Mempunyai bobot lebih ringan bila dibandingkan material pengerasan jalan lainnya
2. Tekstur dan warna lebih menarik 
3. Perawatannya lebih mudah, dan lebih mudah dipasang kembali bila dibongkar 
4. Lebih ramah lingkungan karena adanya celah pada susunannya. 

Kekurangan
1. Konblok tidak cocok untuk jalan raya atau jalan protokol yang sering dilalui kendaraan bermotor dengan kecepatan tinggi 2. Bila kurang cermat dalam memasang, konblok akan mudah bergeser sehingga susunannya menjadi renggang dan tidak rata
3. Bila pondasi atau struktur dasar kurang padat dan kuat, maka permukaan konblok akan bergelombang setelah beberapa saat.

3. Jenis-jenis konblok

 Taman by Deck-linéa
Deck-linéa

Palissade IdéAl – Deck-linéa

Deck-linéa

Saat ini jenis konblok yang tersedia di pasaran dibedakan berdasarkan bentuk dan kegunaannya. Spesifikasi itu juga mengakibatkan adanya perbedaan nominal harga yang ditawarkan. Berikut adalah beberapa jenis konblok menurut pengamatan homify: 

1. Konblok tipe bata
Tipe ini adalah konblok yang sering digunakan dan tersedia dalam berbagai ketebalan. Konblok tipe batu bata umumnya berukuran 10,5 x 21 cm dengan tiga variasi ketebalan. Konblok bata dengan ketebalan 8 cm lazim digunakan untuk pengerasan jalan, trotoar, taman, atau industri. Sedangkan konblok bata setebal 10 cm biasa digunakan untuk pengerasan jalan yang dilalui kendaraan kelas berat seperti truk tronton dan galangan kapal. Konblok bata 8 cm ditawarkan dengan harga Rp 117 ribu per meter persegi, sedangkan konblok bata 10 cm seharga Rp 161 ribu per meter persegi.  

2. Konblok tipe cacing 
Konblok tipe cacing biasanya berdimensi 22,5 x 8,2 cm dengan dua variasi ketebalan, yaitu 6 cm dan 8 cm. Konblok cacing 6 cm lazim digunakan untuk area pejalan kaki atau tempat parkir, dan ditawarkan seharga Rp 106 ribu per meter persegi. Sementara konblok cacing setebal 8 cm biasa digunakan untuk pengerasan jalan dan area industri. Harga varian konblok ini sekitar Rp 120 ribu per meter persegi.  

3. Konblok tipe hexagon
Konblok jenis hexagon berdimensi 20 x 20 cm dengan dua variasi ketebalan, 6 cm dan 8 cm. Sama seperti konblok tipe cacing. Konblok hexagon 6 cm digunakan untuk pengerasan jalan yang lebih banyak dilewati pejalan kaki atau digunakan sebagai lahan parkir. Sementara konblok hexagon 8 cm lebih sering digunakan untuk pengerasan jalan yang dilewati kendaraan dengan bobot lebih berat. Harganya juga sama, yaitu Rp 106 ribu per meter persegi untuk konblok hexagon 6 cm dan Rp 120 ribu per meter persegi untuk konblok hexagon 8 cm.  

4. Konblok tipe trihex
Untuk konblok jenis ini, umumnya tersedia dalam dimensi 19,7 x 9,6 cm dan dua variasi ketebalan, 6 cm dan 8 cm. Kegunaan masing-masing varian juga relatif sama dengan konblok tipe bata. cacing dan hexagon, sehingga harga yang ditawarkan pun sama. 

5. Konblok tipe ubin kecil
Sesuai dengan namanya, konblok jenis ini ukurannya lebih kecil dari jenis konblok lainnya, yaitu 10,5 x 10,5 cm. Konblok jenis ini lebih sering digunakan untuk trotoar dan lahan parkir, sehingga ketebalannya hanya 6 cm. Harga yang ditawarkan adalah Rp 116 per meter persegi. 

6. Konblok tipe ubin besar
Konblok jenis ini bentuknya bujur sangkar, sama seperti konblok ubin kecil. Perbedaannya, ukuran konblok ubin besar adalah 21 x 21 cm. Konblok jenis ini juga tersedia dalam dua variasi ketebalan, 6 cm dan 8 cm. Sedangkan untuk harganya adalah Rp 116 ribu per meter persegi untuk konblok ubin besar 6 cm. Konblok ubin besar 8 cm ditawarkan dengan harga Rp 130 ribu per meter persegi.  

7. Konblok tipe ubin set
Konblok jenis inilah yang tampilannya menarik karena memiliki beragam warna berbeda dalam satu setnya. Ada dua jenis ukuran yang ditawarkan, yaitu 21 x 21 cm dan 10,5 x 10,5 cm. Mengingat ketebalan yang tersedia hanya 6 cm, maka konblok jenis ini hanya bisa digunakan untuk trotoar dan area parkir. Harga yang ditawarkan adalah Rp 116 ribu per meter persegi. Konblok ubin set tersedia dalam warna abu-abu (natural), merah, hitam, kuning, hijau.  

8. Konblok topi uskup
Disebut konblok topi uskup karena bentuknya segitiga mirip seperti penutup kepala yang digunakan uskup saat memimpin peribadatan di gereja. Ukuran konblok jenis ini biasanya 30 x 21 cm dan tersedia dalam dua variasi ketebalan, 6 cm dan 8 cm. Konblok jenis ini harganya relatif lebih murah bila dibandingkan dengan konblok jenis lainnya, yaitu Rp 10 ribu sampai Rp 11 ribu per meter persegi.

4. Cara memasang konblok

Menurut keterangan profesional homify, cara memasang konblok secara umum adalah:

1. Pada saat membeli konblok, usahakan agar tidak membeli sesuai atau sama persis dengan luas lahan yang akan ditutup konblok. Melainkan beri kelebihan sekitar 10% dari luas lahan untuk mengantisipasi adanya konblok yang harus dipotong untuk menutup bagian tepi atau sudut lahan. 

2. Ukurlah seksama lahan yang akan ditutup dengan konblok, lalu beri tanda menggunakan tali atau benang kasur.

3. Kemudian galilah tanah di lahan itu dengan kedalaman 15 sampai 20 cm.

4. Berikan lapisan batu kerikil dengan ketebalan 10-15 cm. Kemudian kerikil diratakan dan dipadatkan dengan compactor. Setelah itu air disiramkan di atas hamparan kerikil agar kerikil tidak renggang. 

5. Setelah itu tambahkan pasir sampai lapisan kerikil tertutup seluruhnya, padatkan dan ratakan. Pasir harus benar-benar padat dan rata agar konblok yang dipasang nantinya tidak bergelombang atau tidak rata. 

6. Kemudian konblok dipasang sesuai selera. Namun pemasangan harus serapat mungkin agar konblok tidak mudah bergeser. Sebelum dipasang, periksa apakah permukaan konblok sudah rata. Gunakan waterpass untuk memeriksanya. 

7. Kelebihan konblok di bagian tepi bisa dipotong dengan gerinda. Sebelum dipotong, konblok harus diukur dan diberi tanda agar ukuran lebih akurat.

8. Gunakan mesin perata lantai atau palu besar untuk memadatkan konblok. Langkah ini harus dilakukan dengan hati-hati agar konblok terpasang sempurna. 

9. Bagian tepi lahan yang ditutup konblok diberi pembatas menggunakan batu bata atau lapisan semen agar konblok tidak mudah bergeser. 

10. Taburkan pasir di sela-sela lapisan konblok dan bisa dipadatkan menggunakan sapu lidi. 

5. Tips merawat konblok

Di samping segala kelebihan yang dimilikinya, konblok termasuk salah satu jenis material yang mudah sekali dihinggapi lumut. Apalagi bila dipasang di area yang cenderung kurang mendapat sinar matahari dan lembab. Selain itu, air yang menggenang di musim hujan juga membuat konblok mudah berlumut. Berikut adalah hal-hal yang bisa dilakukan untuk mengenyahkan lumut dari teras atau lahan parkir: 

1. Apabila lahan berkonblok berada di bawah pohon yang rindang, pangkas sedikit pohon itu agar sinar matahari dapat leluasa menyinari area berkonblok. 

2. Semprotkan cairan fungisida untuk membersihkan lumut dengan cepat.

3. Taburkan semen bubuk di atas area berkonblok yang terserang lumut, kemudian percikkan air secukupnya.

4. Ingin yang lebih praktis? Taburkan kapur bangunan di atas area yang berlumut. Namun cara ini hanya bisa dilakukan bila cuaca sedang cerah. Lumut dan jamur sebaiknya dibersihkan sebelum merambah ke dalam rumah. Namun jika anda memang sedang mencari solusinya, simak langsung tips membasmi jamur dan lumut di dalam rumah

Apakah Anda punya pengalaman menarik saat menggunakan konblok sebagai pelapis lahan teras atau lahan parkir? Berbagilah bersama kami. 
 Rumah by Casas inHAUS

Need help with your home project? Get in touch!

Request free consultation

Discover home inspiration!