Tangga by homify

Cara Membuat Desain Tangga Untuk Rumah Kecil

Dyah Swastantika Dyah Swastantika
Loading admin actions …

Dalam rumah yang memiliki lebih dari satu lantai, tangga dibutuhkan untuk menghubungkan area bawah dan atas. Seperti elemen dalam rumah lainnya, apa yang tadinya hanya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan bisa menjadi elemen pelengkap dekorasi rumah bila desain tangga berhasil memadukan akurasi ukuran dan visualisasi yang artistik. Bisakah perpaduan ideal ini diciptakan di dalam keterbatasan rumah kecil? Bagaimana caranya agar desain tangga nampak cantik namun tetap fungsional dan tidak memakan tempat? Ulasan homify kali ini akan membahas cara-cara yang disarankan dalam merancang desain tangga untuk rumah kecil. 

1. Memahami syarat-syarat desain tangga

Rumah Mertilang :  Tangga by FIANO INTERIOR
FIANO INTERIOR

Rumah Mertilang

FIANO INTERIOR

Sebelum menentukan desain tangga untuk rumah kecil, sebelumnya kita wajib mengetahui apa saja syarat ideal sebuah tangga. Syarat-syarat itu antara lain: 

1. Desain tangga sebaiknya sederhana dan tidak menyulitkan penggunanya. Hal ini wajib jadi pegangan agar jangan sampai tangga membuat penampakan visual rumah kecil menjadi penuh sesak. 

2. Terletak di area rumah yang mudah dijangkau seluruh penghuni rumah. Di rumah kecil, efektifitas ruang adalah yang utama. Tangga sebaiknya dibuat di area yang terbuka, misalnya di ruang keluarga. Membuat tangga di ruang tamu mungkin tidak jadi pilihan sebagian besar masyarakat Indonesia, karena alasan kepantasan. Sementara membuat tangga di luar rumah jelas kurang praktis untuk mengakses tangga sewaktu-waktu. 

3. Dimensi tangga sesuai dengan langkah kaki manusia. Bila penghuni rumah memiliki kebutuhan khusus, dimensi dan desain tangga sebaiknya disesuaikan. Selain itu, desain tangga juga harus memudahkan pemindahan furnitur dan perabotan rumah lainnya. 

4. Berpenerangan memadai baik di siang maupun malam hari. Alasannya? Akan kami jelaskan lebih rinci di poin berikutnya.  

5. Penggunaan material anti selip. Lantai keramik atau material bertekstur halus lainnya cukup mengundang risiko terpeleset bagi pengguna tangga. Oleh karena itu, bila penggunaan material bertekstur halus tidak dapat dihindari atau diganti dengan material lain area tangga sebaiknya dilapisi dengan karpet. Namun pemasangan karpet pun harus rapat dan tanpa celah agar pengguna tangga tidak tersandung karpet yang menganga. 

Belum yakin desain tangga apa yang cocok untuk rumah mungil anda? 18 ide tangga ideal untuk rumah kecil ini bisa memberikan inspirasi!

2. Tetapkan ide desain tangga untuk rumah kecil

 Rumah by StudioG

Multi atau dua fungsi adalah tujuan yang sebaiknya dikedepankan saat merancang desain tangga untuk rumah kecil. Alasannya tentu saja untuk mengefektifkan pemakaian ruang. Agar kehadiran tangga tidak akan membuat rumah terasa sempit malah sebaliknya menjadi ruang penyimpanan tambahan yang sekaligus berfungsi sebagai penghubung lantai atas dan bawah, misalnya. Beberapa ide desain tangga yang sesuai untuk rumah kecil adalah: 

1. Tangga merangkap rak buku 

Salah satu solusi hemat tempat yang paling nyaman untuk menghubungkan lantai atas dan bawah adalah kombinasi antara tangga dan rak buku. Ide ini terutama akan cocok untuk unit rak buku jenis built in. Desain tangga semacam ini akan menjadi bagian atas rak buku yang menutup semua bagian dinding di bawah tangga. Tangga kecil juga bisa dibentuk dari satu set tempat penyimpanan kustom dengan tinggi rendah dengan urutan kecil, sedang, besar.  

2. Tangga melayang  

Di sini tangga melayang maksudnya hanya satu sisi tangga saja yang disematkan ke dinding. Tangga melayang bisa dibuat dari bahan kayu, kaca, atau logam. Tangga melayang biasanya tidak dilengkapi dengan susuran atau pegangan tangga. Tampilannya pun terlihat sangat minimalis dan futuristik. Namun, desain tangga semacam ini kurang aman khususnya untuk rumah yang dihuni para lanjut usia dan anak-anak. 

3. Tangga spiral 

Tangga spiral selalu jadi pilihan sempurna untuk rumah kecil. Apalagi desain terbaru tangga jenis ini hanya memakan tempat sekitar 1 meter persegi. Kolom-kolom tangga bisa dibangun dari baja, sedangkan anak tangga bisa dibuat dari berbagai bahan seperti kayu, besi, dan kaca. Selain itu, tangga spiral sudah tersedia dalam bentuk jadi sehingga tidak membutuhkan banyak waktu untuk pemasangannya. Kekurangannya, tangga spiral di pasaran umumnya terbuat dari bahan logam yang cenderung berisik kalau kita melangkah di atasnya. 

4. Tangga lipat 

Inilah pilihan tangga yang dijamin irit tempat. Tangga jenis ini hanya perlu digelar atau diturunkan saat hendak dipakai. Bila sudah tidak digunakan maka tangga bisa digulung atau dinaikkan. Cocok untuk area rumah yang sangat kecil, atau area lantai dua yang dirancang mirip loteng atau mezzanine. Tangga lipat saat ini ditawarkan dengan kisaran harga Rp 5 juta – Rp 6 juta per unit. 

3. Menentukan dimensi tangga dan anak tangga

Saat mulai membuat desain tangga, hal pertama yang perlu dipertimbangkan adalah sudut kemiringan tangga. Sudut kemiringan tangga yang disarankan adalah maksimal 40 derajat. Bila sudut kemiringan lebih dari 45 derajat, risiko keamanan penggunanya akan lebih besar terutama saat menuruni tangga. Supaya tangga aman dan nyaman digunakan, ukuran aantrede (mendatar) dan optrade (tegak) harus proporsional. 

Rumus menentukan dimensi tangga yang umum digunakan adalah: 1 aantrade (lebar anak tangga) + 2 optrade (tinggi anak tangga) = 57 sampai 60 cm. Pertimbangan rumus ini adalah jangkauan langkah orang dewasa dengan tinggi badan normal biasanya mencapai 57 sampai 60 cm. Sedangkan tenaga yang dibutuhkan untuk melangkah dengan arah horizontal adalah dua kali lipat. 

Standar ukuran tangga dan anak tangga 

1. Lebar anak tangga: 22-30 cm. Ukuran yang disarankan: 30 cm

2. Tinggi anak tangga: maksimal 20 cm. Ukuran yang disarankan: 15-18 cm 

3. Lebar tangga:  

   - tangga untuk 1 orang: kurang lebih 80 cm 

   - tangga untuk 2 orang: kurang lebih 120 cm 

   - tangga untuk 3 orang: kurang lebih 160 cm. 

4. Tinggi bebas berdiri (jarak bebas vertikal di mana pengguna tangga berdiri dari anak tangga pertama sampai anak tangga terakhir): kurang lebih 2 m. 

4. Tips membuat desain tangga yang aman digunakan

 Tangga by homify
homify

Seitenansicht

homify

Hal lain yang perlu kita pikirkan saat membuat desain tangga adalah masalah keselamatan pengguna tangga. Tak jarang kita mendengar atau membaca kisah-kisah tragis kecelakaan rumah tangga akibat terjatuh dari tangga yang kadang berakhir dengan hilangnya nyawa. Pemaparan berikut adalah hal-hal yang harus kita perhatikan untuk meminimalisir risiko ini, antara lain: 

1. Pada desain tangga, semua anak tangga harus memiliki bentuk dan ukuran yang seragam. 

2. Permukaan anak tangga dan lantai menuju tangga harus terbuat atau dilapisi material anti selip. 

3. Tangga dengan lebih dari 12 anak tangga harus memiliki area antara (intermediate landing) yang datar dan bebas halangan. 

4. Susuran atau pegangan tangga sebaiknya setinggi 106,7 cm dari anak tangga dan dipasang di kedua sisi tangga dan memungkinkan untuk berpegangan secara kontinyu dari arah atas bawah, serta sebaliknya. 

5. Di lantai atas, pegangan tangga sebaiknya dimulai dengan arah horizontal sekitar 24 cm dari tangga. Hal ini memungkinkan pengguna berkebutuhan khusus (misalnya tuna netra) mengetahui kalau ia sedang berjalan menuju tangga. Sedangkan di lantai bawah, pegangan tangga sebaiknya berlanjut secara horizontal dengan jarak paling tidak sama dengan lebar anak tangga. 

6. Jarak antara batas bawah pegangan tangga dan permukaan anak tangga minimal 3 cm.  

7. Area tangga dan lantai sebaiknya didesain dengan warna kontras. Tujuannya, agar tangga terlihat ketika mendadak terjadi pemadaman listrik. Cara ini juga akan membuat desain tangga lebih menarik dan tampil sebagai elemen rumah yang turut menambah nilai visual interior rumah. 

8. Bila tangga terletak di area minim pencahayaan alami, disarankan memasang lampu-lampu kecil di sepanjang anak tangga. Selain lebih terang, cara ini akan membuat desain tangga jadi lebih atraktif. 

5. Agar desain tangga pendek tidak membahayakan penggunanya

Rumah Bukit Ligar:  Tangga by RHBW
RHBW

Rumah Bukit Ligar

RHBW

Selain tangga dengan 12 anak tangga atau lebih, tak jarang ada juga tangga pendek dengan 2 atau 3 anak tangga di rumah dengan permukaan tanah yang tidak rata. Meski jumlah anak tangga tidak banyak, bukan berarti tidak ada bahaya mengancam di tangga pendek semacam ini. Sebelum membuat desain tangga semacam ini, hal-hal yang perlu dipertimbangkan adalah: 

1. Rancang agar langkah pengguna tangga akan melambat 1,5 atau 3 meter sebelum mencapai anak tangga. 

2. Tempatkan susuran atau pegangan tangga dengan sudut kemiringan yang tepat. 

3. Setiap ujung anak tangga sebaiknya didesain dengan warna kontras agar pengguna bisa melihat di mana tangga pendek tersebut berakhir.  

Dengan pertimbangan artistik, sering sekali kita melihat desain tangga yang sangat keren dan kekinian tapi sesungguhnya mengandung risiko keamanan. Maka wajar bila mereka yang berencana membangun tangga merasa bingung, manakah yang harus didahulukan, visualitas atau keselamatan? Tidak perlu khawatir. Mari berdiskusi dengan para profesional agar keputusan yang dibuat tidak membuat kita menyesal belakangan. 

Menurut Anda, apakah kendala yang akan dihadapi saat membuat tangga untuk rumah kecil? 
 Rumah by Casas inHAUS

Need help with your home project? Get in touch!

Discover home inspiration!