5 Arsitek Interior di Medan

Area

Arsitek Interior di Medan

Kekayaan arsitektur di Medan

Medan bukan hanya kota terbesar di Pulau Sumatra, namun juga salah satu kota di Indonesia yang kaya dengan arsitektur bersejarah dan monumental. Ada bangunan gaya kolonial seperti Gedung London Sumatra, Kantor Pos dan Giro, Gereja Katedral Medan, dan Bank Indonesia yang bercorak Eropa. Ada Masjid Raya Al Mashun yang merupakan perpaduan gaya arsitektur Timur Tengah, India, dan Eropa abad ke-18. Masjid ini dibangun tahun 1906 dan lengkap dengan pintu dan jendela dari kayu merbau yang dihiasi ornamen khas Melayu Deli. Ada juga Kuil Shri Mariamman yang didirikan para pendatang dari India di tahun 1884 sebagai sarana pemujaan pada Dewi Kali (Durga). Kuil ini dikelilingi dinding bercat abu-abu dan sebuah gopuram (semacam menara bertingkat yang biasa terdapat di kuil-kuil Hindu di India Selatan) pada pintu gerbangnya. Semua bangunan bersejarah ini masih terawat baik dan digunakan untuk keperluan perkantoran dan peribadatan.

Sedangkan bangunan dari era modern yang paling menarik perhatian adalah Graha Maria Annai Velangkanni (Our Lady of Good Health Church), sebuah gereja dengan arsitektur Indo-Mogul dan berpenampilan seperti kuil Hindu ala India. Pembangunan gereja ini diprakarsai oleh Pastor James Bharataputra S.J yang pembangunannya dimulai sejak September 2001 sampai Oktober 2005, dan menelan biaya sekitar Rp 5 miliar. Arsitekturnya yang unik membuat gereja ini terkenal di kalangan traveler. Apalagi karena gereja ini bebas dikunjungi siapa saja, termasuk masyarakat non-Kristiani, dan para pengunjung tidak dipungut biaya. Selain itu ada juga Taman Alam Lumbini, sebuah wihara yang merupakan replika Shwedagon Pagoda di Yangon, Myanmar, yang dibangun di tahun 2010. Keunikan wihara ini adalah arsitekturnya yang mirip pagoda gaya Thailand dan berlapis emas.

Keragaman arsitektur di kota Medan melambangkan keberagaman masyarakatnya, sekaligus menjadi simbol toleransi antar masyarakat dengan agama dan kepercayaan yang berbeda.

Perbedaan arsitek interior dan desainer interior

Meski sama-sama mengandung kata 'interior', lingkup kerja arsitek interior dan desainer interior sedikit berbeda. Berdasarkan deskripsi kerjanya, desainer interior bertanggung jawab mengatur ruangan agar fungsional, aman, dan menarik secara visual dengan berdasarkan kondisi ruang dan memilih elemen dekoratif seperti warna, tekstur, dan bahan. Desainer interior menata ruangan berdasarkan gambar kerja yang telah dibuat sebelumnya.

Sedangkan tugas seorang arsitek interior adalah untuk berinteraksi dengan klien untuk mengetahui kebutuhan mereka. Sesudah itu arsitek interior akan membuat desain untuk semua aspek interior ruangan, termasuk pintu, jendela, dinding, dan furnishing. Seseorang bisa menjadi seorang arsitek interior dengan menempuh pendidikan dan meraih gelar di bidang arsitektur interior. Ilmu arsitektur interior merupakan mengambil intisari dari desain interior dan dan arsitektur. Dalam aspek tertentu, seorang arsitek interior akan memadukan seni dan sains di balik interior yang memukau. Arsitek interior mampu melayani permintaan perancangan interior rumahan maupun komersial, atau pengerjaan restorasi bangunan bersejarah. Seorang arsitek interior sebaiknya memahami peraturan terkait pendirian bangunan dan tidak mengabaikan lingkungan di sekitar bangunan saat hendak menata sebuah ruangan di dalamnya.

Alasan menyewa jasa arsitek interior

Ada kalanya pemilik rumah atau bangunan menganggap menyewa jasa arsitek interior akan menambah beban biaya pembangunan. Anggapan ini kurang tepat. Inilah beberapa alasan mengapa kehadiran arsitek interior penting bagi sebuah proyek pembangunan rumah atau bangunan komersial.

1. Mengetahui penampakan ruangan sebelum dibangun

Pembangunan rumah atau bangunan adalah proses pekerjaan yang memerlukan tenaga ahli di bidangnya masing-masing. Arsitek interior akan membantu pemilik rumah memvisualisasikan idenya melalui gambar kerja dua dimensi dan atau tiga dimensi. Gambar kerja ini juga berfungsi sebagai panduan pelaksanaan proyek. Pengubahan bisa dilakukan lebih awal dengan mengubah gambar kerja atau desain, bukan mengubah bangunan yang sudah terlanjur berdiri.

2. Meningkatkan kenyamanan dan nilai estetika ruangan

Bila pemilik rumah ingin menciptakan kesan tertentu melalui hunian atau bangunan, arsitek interior adalah ahlinya. Setelah mengetahui keinginan klien, arsitek interior akan memberikan saran terbaik agar ruangan berfungsi maksimal sesuai kebutuhan dan memberikan rasa aman dan nyaman. Arsitek interior juga akan membantu pemilik rumah menentukan letak elemen pendukung seperti furnitur, pintu, jendela, tangga, dan lain-lain, agar menimbulkan rasa senang bagi yang melihatnya.

3. Menghindari kerugian

Meskipun jasa arsitek interior membutuhkan biaya, namun pemilik rumah/ bangunan perlu menimbang manfaatnya secara jangka panjang. Sebagai seorang ahli, arsitek interior tahu pasti bagaimana menempatkan elemen-elemen interior agar serasi satu sama lain. Saran arsitek interior akan membuat pemilik rumah/bangunan terhindar dari kerugian karena memilih dan membeli elemen-elemen yang tidak memiliki nilai estetika, atau tidak serasi.

4. Membantu klien terkait aspek lingkungan

Arsitek interior tidak hanya bertanggung jawab dalam hal pengaturan ruangan yang berestetika, namun ia juga akan menimbang apakah bangunan/ hunian sudah memenuhi estetika di lingkungan sekitarnya. Arsitek interior wajib memperhatikan aspek lingkungan, karena pemilik rumah/ bangunan akan tinggal dalam bangunan/ hunian itu dalam jangka panjang. Suatu kenyamanan dapat tercipta dan terasakan, bila hunian/ bangunan tidak menimbulkan rasa tidak nyaman bagi lingkungan sekitarnya. Inilah yang membedakan lingkup kerja seorang arsitek interior dan desainer interior.