Rumah: Ide desain interior, inspirasi & gambar

  1. Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
    Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
  2. Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
    Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
  3. Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
    Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
  4. Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
    Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?

Ruangan dan Fungsinya Bagi Penghuni Rumah

Definisi ruangan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ruangan adalah tempat atau bilik yang ada di dalam rumah, berada di sela-sela antara dua deret tiang, atau rongga yang berbatas atau terlingkung oleh bidang. Dalam ilmu arsitektur, ruangan adalah bagian dari sebuah rumah. Ruangan di rumah terbagi atas ruangan pribadi dan ruangan sosial, atau ruangan yang biasa digunakan bersama oleh semua penghuni rumah. Kamar tidur, kamar mandi, dan ruang kerja adalah ruangan pribadi, karena digunakan oleh satu atau dua penghuni rumah pada satu waktu. Sedangkan ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, dapur, dan gudang termasuk ruangan sosial, karena penghuni rumah dapat menggunakan ruangan-ruangan ini secara bersamaan pada satu waktu.

Menurut catatan sejarah, ruangan telah dibangun manusia sejak peradaban awal Minoa sekitar 2200 SM. Kamar tidur, kamar mandi, ruang tamu, dan dapur adalah ruangan-ruangan yang teridentifikasi di reruntuhan peradaban Minoa. Hal ini mengindikasikan, manusia sudah memiliki kemampuan menciptakan ruangan sesuai kebutuhan pokoknya, yaitu makan, tidur, membersihkan diri, dan bersosialisasi. Seiring dengan perkembangan jaman, kebutuhan manusia menjadi lebih kompleks, sehingga diciptakanlah ruangan-ruangan lain seperti ruang keluarga, ruang makan, ruang kerja, ruang multimedia, ruang penyimpanan/ gudang, bahkan sampai ruang penyimpanan anggur.

Ukuran atau dimensi ruangan sangat tergantung pada luas lahan di mana rumah didirikan. Selain itu, bahan atau material yang digunakan, tingkat kerumitan, dan ongkos pekerja adalah hal-hal yang mempengaruhi besarnya biaya yang dikeluarkan untuk membangun ruangan. Sebagai gambaran, biaya membangun kamar tidur berukuran 3x3 meter dengan bahan batu bata, semen, dan lantai keramik di area Jakarta bisa mencapai Rp 4-5 juta. Kisaran harga ini juga tidak mutlak, mengingat harga material bangunan tiap tahun selalu mengalami perubahan. Di sisi lain, minimnya ketersediaan lahan membuat harga lahan semakin mahal sehingga semakin sedikit manusia modern yang mampu mendirikan rumah besar. Pertanyaannya, mampukah manusia hidup nyaman di rumah yang tidak luas? Interior open plan (open space) tampil sebagai solusi masalah ini.

Pengertian open plan

Interior open plan pertama kali digagas oleh dua bersaudara Charles dan Henry Greene di tahun 1880-an, yaitu desain dapur yang terbuka dan berada di area ruangan sosial lainnya. Tujuan konsep ini adalah agar para ibu rumah tangga dapat menjadi tuan rumah yang ramah dan berinteraksi dengan para tamu, tidak terkungkung dalam dinding dapur. Interior open plan diharapkan memudahkan ibu rumah tangga beraktivitas dari satu ruangan ke ruangan lainnya tanpa terhalang dinding. Berdasarkan konsep ini, interior open plan dapat diidentifikasikan dengan tiga ruangan sosial yang berada di satu ruangan, yaitu ruang keluarga, dapur, dan ruang makan. Sementara kamar tidur dan kamar mandi tetap ditempatkan dalam di dalam dinding-dinding, mengingat fungsinya sebagai ruangan pribadi.

Dengan mengaplikasikan interior open plan, rumah berdimensi kecil (termasuk apartemen) terlihat lebih luas dan menimbulkan rasa lega. Selain itu, sirkulasi udara di dalam rumah pun akan lebih lancar. Sinar matahari dapat masuk hingga ke sudut-sudut ruangan yang jauh dari jendela. Interior open plan juga berperan dalam mempererat jalinan kekeluargaan, baik antara sesama penghuni rumah maupun antara penghuni rumah dengan para tamu. Meski demikian, interior open plan juga memiliki kekurangan. Terutama dalam hal hubungan antara rumah dengan lingkungan sekitarnya. Trik-trik perlu diterapkan agar privasi penghuni rumah (dan tamunya) tidak terekspos saat pintu depan atau jendela yang menghadap ke jalan terbuka lebar. Di sinilah para profesional di bidang arsitektur interior dibutuhkan untuk merancang interior open plan yang nyaman dan melindungi privasi para penghuni rumah.

Unsur-unsur penting di tiap ruangan

Apa saja elemen penting yang harus ada di setiap ruangan? Jawaban untuk pertanyaan ini bisa dijabarkan berdasarkan fungsi masing-masing ruangan. Kami menyoroti ruangan-ruangan pokok yang lazim dan wajib ada di rumah pada umumnya, yaitu:

1. Ruang tamu/ ruang keluarga

Pintu dan jendela adalah dua hal yang wajib ada. Posisi sofa atau kursi tamu sebaiknya mudah dijangkau dari pintu depan. Posisi kursi tamu atau sofa sebaiknya tidak menghadap langsung ke jendela agar mata tidak silau karena sinar matahari. Bila ini tak terhindarkan, pasang tirai atau kelambu tipis di jendela. Bila ruang tamu juga difungsikan sebagai ruang keluarga, karpet dan bantal kursi perlu ditambahkan agar menyamankan siapa saja yang ada di sana. Televisi dan perangkat hiburan lainnya tidak wajib ada. Namun rak pajangan dan tempat penyimpanan wajib ada bila penghuni rumah ingin ruangan terlihat rapi dan bersih.

2. Ruang makan

Tentu saja ruang makan tidak akan lengkap tanpa meja dan kursi makan. Meja makan lipat bisa dipertimbangkan bila ruang makan tidak terlalu luas, dan akan sangat bermanfaat di momen-momen tertentu. Bila ruang makan berada satu ruangan dengan ruang keluarga, penghuni rumah dianjurkan menggantungkan lampu khusus di atas meja makan. Lampu meja makan akan membuat suasana makan bersama lebih nyaman, sekaligus menjadi pemisah ruangan secara visual antara ruang makan dengan ruangan lainnya. Gaya interior ruang makan sebaiknya juga disesuaikan dengan gaya interior ruang tamu/ ruang keluarga.

3. Kamar tidur

Mengingat fungsinya sebagai ruangan untuk beristirahat, interior kamar tidur sebaiknya tidak berlebihan. Warna dinding yang disarankan adalah putih, abu-abu, biru muda, atau warna netral lainnya. Tempat tidur bisa dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan bila kamar tidur tidak terlalu luas. Bila kamar tidur terletak di area padat penduduk, bentuk jendela yang disarankan adalah kecil memanjang dengan jenis kaca khusus yang dapat meredam kebisingan dari luar.

4. Kamar mandi

Saluran pembuangan adalah hal yang harus menjadi perhatian utama bila kita berbicara tentang kamar mandi. Kita harus memperhitungkan ke mana saluran pembuangan bermuara, karena kebocoran air pada saluran pembuangan bisa mengikis tanah dan pondasi rumah. Jarak tangki septic tank minimal 1,5 meter dari rumah dan 10 meter dari resapan air hujan. Bahan flooring lantai dan dinding kamar mandi sebaiknya mudah dibersihkan dan tahan terhadap gerusan air dalam jangka panjang. Kamar mandi juga harus terpapar sinar matahari agar lantai dan dinding tidak mudah berlumut.

5. Dapur

Idealnya, dapur dilengkapi dengan jendela yang tak jauh dari meja kompor. Hal ini ada kaitannya dengan keamanan. Bila sewaktu-waktu terjadi kebocoran gas, jendela dapur bisa dibuka lebar untuk membuang gas ke luar ruangan dan meminimalkan risiko kebakaran. Material lantai, furnitur, dan backsplash dapur sebaiknya tahan panas dan mudah dibersihkan. Tempat penyimpanan di dapur harus tersedia dan cukup longgar, terutama bila penghuni rumah hobi memasak dan sering mengadakan acara makan bersama.