Atap gable: Ide desain, inspirasi & gambar

  1. Private House :  Atap gable by MODE KARYA
  2.  Atap gable by Alejandro Giménez Architects
  3. Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
    Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
  4.  Atap gable by Avantecture GmbH
  5.  Atap gable by Möhring Architekten
  6.  Atap gable by Dachdeckermeisterbetrieb Dirk Lange
  7.  Atap gable by Exteriores De Madera
  8. Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
    Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
  9.  Atap gable by Fotografia wnętrz - Margo
  10.  Atap gable by Möhring Architekten
  11.  Atap gable by ENDesigns Architectural Studio
    Ad
  12.  Atap gable by 安居住宅有限公司
    Ad
  13.  Atap gable by 安居住宅有限公司
    Ad
  14.  Atap gable by Recasa  S.L.
    Ad
  15.  Atap gable by Recasa  S.L.
    Ad
  16.  Atap gable by Fotografia wnętrz - Margo
  17.  Atap gable by Bintang Utama Canopy
  18.  Atap gable by Onur Kiremit
  19.  Atap gable by Studio Architetto Alessandro Barciulli
  20.  Atap gable by Patagonia Log Homes
    Ad
  21.  Atap gable by ENGIMULTI
    Ad
  22.  Atap gable by ENGIMULTI
    Ad
  23.  Atap gable by ENGIMULTI
    Ad
  24.  Atap gable by Dachdeckermeisterbetrieb Dirk Lange
  25.  Atap gable by Dachdeckermeisterbetrieb Dirk Lange
  26.  Atap gable by APRO CONSTRUCTION MANAGEMENT S.L.
  27.  Atap gable by Dachdeckermeisterbetrieb Dirk Lange
  28.  Atap gable by Dachdeckermeisterbetrieb Dirk Lange
  29.  Atap gable by Dachdeckermeisterbetrieb Dirk Lange
  30.  Atap gable by Dachdeckermeisterbetrieb Dirk Lange
  31.  Atap gable by Dachdeckermeisterbetrieb Dirk Lange
  32.  Atap gable by studio arch sara baggio
  33.  Atap gable by Bima Progetti

Mengapa atap pelana sangat populer?

Atap pelana (gable roof) adalah sebutan untuk bentuk atap rumah terdiri dari dua atap yang miring masing-masing ke arah yang berlawanan, dan ditempatkan sedemikian rupa sehingga sisi horizontal yang paling tinggi bertemu dan membentuk bubungan atap. Atap pelana terbentuk dari kasau dan gugusan atap. Kemiringan atap dan ketinggian bubungan bisa bervariasi. Atap pelana adalah konstruksi klasik yang bisa ditemukan di hampir seluruh dunia, baik di daerah beriklim dingin maupun hangat. Desain rangka atap dan bentuk persegi atap yang sederhana membuat atap pelana sangat populer. Desain sederhana ini juga digunakan untuk menghindari detil yang membuat proses pembangunan atap menjadi rumit atau membutuhkan banyak biaya. Selain itu, atap pelana juga dikenal tahan lama.

Macam-macam atap pelana

Meski desain dasar atap pelana cukup sederhana, tipe atap ini bisa ditemui dalam beberapa variasi bentuk. Inilah beberapa di antaranya:

1. Atap pelana kotak (box gable roof)

Atap pelana kotak mempunyai tambahan berbentuk segitiga di masing-masing ujungnya dengan bagian atap yang berbentuk kotak di tepiannya. Bentuk atap ini hampir mirip dengan atap pelana standar, namun dibedakan oleh adanya ekstensi segitiga.

2. Atap pelana depan (front gable)

Istilah ini digunakan untuk menyebut konstruksi atap pelana yang dibuat di bagian depan rumah, sehingga otomatis pintu depan rumah berada di bawah bubungan atap yang berbentuk segitiga. Bentuk atap pelana ini lazim digunakan di rumah-rumah yang dibangun pada era Kolonial. Meski demikian, ada juga beberapa rumah yang dibangun di masa modern yang menggunakan bentuk atap pelana ini.

3. Atap pelana silang (croos gable roof)

Atap pelana silang terdiri dari dua garis atap atau lebih yang berpotongan di satu titik. Biasanya dua bubungan dibuat sedemikian rupa sehingga tegak lurus satu sama lain. Rumah dengan desain ini biasanya memiliki interior yang lebih kompleks, karena bentuk atap silang juga mempengaruhi struktur ruangan yang ada di bawahnya. Sebagai contoh, rumah dengan atap pelana silang bisa memiliki dua sayap yang berbeda, teras yang lebih luas, maupun garasi yang berhimpitan.

4. Atap pelana dengan tambahan atap serambi (gable roof with shed roof addition)

Cara alternatif untuk memodifikasi atap pelana adalah dengan menambahkan atap serambi pada bubungan atap pelana. Dengan cara ini, pemilik rumah dapat memperluas area di bagian depan rumah tanpa mengubah struktur orisinal dan estetika atap pelana.

5. Atap pelana Belanda (Dutch gable roof)

Atap pelana Belanda merupakan kombinasi antara atap pelana dan atap perisai. Desain atap ini biasanya terdiri dari atap pelana yang ditempatkan di atas atap perisai sehingga membentuk ruang lebih dalam loteng.

Semua jenis atap pelana di atas bisa ditemukan di Indonesia, khususnya pada bangunan maupun rumah peninggalan Belanda. Bentuk atap pelana yang tinggi dan anggun membuat rumah-rumah kuno ini tampil beda di antara bangunan-bangunan modern. Saat ini atap pelana juga menjadi bagian dari daya tarik rumah-rumah kuno yang beralih fungsi menjadi guest house maupun kafe.

Material atap pelana

Ada beberapa bahan yang biasa digunakan sebagai material atap pelana. Kami akan membahasnya satu per satu berikut kelebihan dan kekurangannya.

1. Genteng tanah liat dan genteng beton

Genteng beton dan genteng tanah liat sangat poppuler digunakan sebagai material atap pelana di Indonesia. Dua jenis genteng ini tahan terhadap angin dan tidak mudah terbakar. Jika genteng beton dapat bertahan 30 sampai 50 tahun, genteng tanah liat tetap terlihat cantik dan kuat sampai lebih dari 100 tahun. Namun genteng beton dan genteng tanah liat cukup berat sehingga pembuatan struktur penyangga diperlukan agar dapat menyangga bobot genteng. Harga genteng tanah liat saat ini adalah sekitar Rp 1750 per biji dan harga genteng beton adalah Rp 7000 per biji.

2. Genteng metal

Genteng metal adalah komponen atap yang terbuat dari lembaran atau ubin logam. Kelebihan genteng metal adalah daya tahannya yang bisa lebih dari 100 tahun. Genteng metal juga dapat memantulkan panas saat sinar matahari sedang terik dan membantu mengatasi hawa panas di dalam rumah. Kekurangan genteng metal yaitu suara hujan yang menggema bisa diatasi dengan menggunakan jenis genteng metal inovasi terbaru, yaitu genteng metal berpasir. Namun harga genteng metal jenis ini lebih mahal daripada genteng metal biasa (polos). Sebagai gambaran, harga genteng metal pasir tipe 2 x 4 adalah sekitar Rp 35 ribu per lembar. Sedangkan harga genteng metal polos dengan tipe yang sama adalah Rp 30 ribu per lembar.

3. Genteng sirap aspal (genteng bitumen)

Genteng sirap aspal adalah jenis atap sirap yang menggunakan aspal sebagai lapisan anti air. Genteng sirap aspal atau genteng bitumen lebih ringan daripada genteng tanah liat, sehingga kerangka dan konstruksi penyangganya bisa diminimalkan. Hal ini tentu saja akan menghemat biaya yang dibutuhkan. Kekurangannya, tampilan genteng aspal cenderung biasa dan kurang ramah lingkunang. Genteng bitumen mudah terlepas jika tertiup angin kencang dan sangat panas jika terpapar sinar matahari. Selain itu, harga genteng aspal cukup mahal, sekitar Rp 150 ribu per meternya. Genteng aspal bitumen saat ini tengha menyerbu pasar Indonesia dan bisa dibeli secara online.

4. Genteng kayu cedar (cedar shake roof)

Sesuai namanya, genteng jenis ini terbuat dari kayu cedar dan dipisahkan untuk memperoleh efek bertekstur. Sedangkan genteng kayu dengan permukaan kasar disebut shakes, sedangkan genteng kayu dengan permukaan halus disebut shingles. Genteng kayu dapat bertahan hingga berabad-abad dan memiliki tampilan yang unik, Kekurangannya, genteng kayu membutuhkan perawatan rutin dan ini memakan biaya. Di Indonesia, genteng kayu yang umum digunakan adalah jenis sirap (shingles) dan terbuat dari kayu ulin. Harga genteng kayu ulin cukup mahal, yaitu sekitar Rp 160 ribu per meter persegi.

Cara membuat atap pelana

Bentuk atap pelana yang legendaris memancing keingintahuan kita tentang cara membuatnya. Secara umum, cara mendirikan atap pelana dapat dijabarkan sebagai berikut:

1. Paku lempeng atas ke semua dinding luar

2. Ukur dan potong balok untuk kerangka atap.

3. Potong papan bubungan.

4. Letakkan papan di sepanjang balok langit-langit.

5. Hitung ketinggian atap pelana.

6. Ukur dan potong papan kasau.

8. Membuat balok gapit untuk tiap pasang kasau.

9. Merakit atap pelana.

10. Paku papan pada kasau agar sejajar dengan papan bubungan.

11. Tutup ujung atap pelana dengan papan.

12. Gulung kertas tar dan pakukan pada papan.

13. Tambahkan genteng sirap aspal dan tutupi paku.

Wow, ternyata proses pembuatan atap pelana tidak sesederhana yang kita bayangkan. Ada risiko yang cukup mengkhawatirkan jika kita mencoba membuat atap pelana seorang diri, apalagi jika kita tidak berpengalaman di bidang konstruksi. Bentuk atap pelana yang tinggi dan curam memerlukan pengamanan agar tidak membahayakan keselamatan pembuatnya. Hanya profesional di bidang atap yang bisa membangun atap pelana sesuai rencana tanpa mengancam nyawa.

Perbandingan atap pelana dan atap perisai

Baik struktur atap pelana maupun atap perisai sama-sama menjadi ciri khas bangunan klasik. Namun tidak menutup kemungkinan bagi dua jenis atap ini untuk menaungi hunian yang dibangun di era modern. Justru keduanya patut dipertimbangkan sebagai solusi mengatasi hawa panas di dalam rumah mengingat semakin meningkatnya suhu planet Bumi.

Berikut adalah perbandingan antara atap pelana dan atap perisai yang bisa menjadi bahan pertimbangan Anda.

Atap pelana

Kelebihan:

1. Cocok untuk segala jenis iklim

2. Ada ruang lebih di loteng untuk tempat penyimpanan

3. Mudah didirikan

4. Lebih murah

Kekurangan:

Atap pelana tidak cocok untuk daerah yang sering diterpa angin kencang dan badai.

Atap perisai

Kelebihan:

1. Cocok untuk daerah bersalju dan sering diterpa angin kencang

2. Loteng lebih luas dan dapat dikonversi menjadi ruangan lain

3. Dapat disesuaikan untuk keperluan apapun

Kekurangan:

1. Lebih mahal daripada atap pelana

2. Lebih banyak material yang dibutuhkan

3. Jika tak terpasang dengan seksama, atap perisai bisa mengalami kebocoran.