Atap hipped: Ide desain, inspirasi & gambar

  1.  Atap hipped by Egeli Proje
  2.  Atap hipped by Egeli Proje
  3. Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
    Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
  4.  Atap hipped by 京悅室內裝修設計工程(有)公司|真水空間建築設計居研所
  5.  Atap hipped by Drevo - Construção e Reabilitação em Madeira, Unipessoal, Lda
  6.  Atap hipped by A.FUKE-PRIGENT ARCHITECTE
  7.  Atap hipped by ช่างณมิตร
  8. Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
    Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
  9.  Atap hipped by Morelli & Ruggeri Architetti
    Ad
  10.  Atap hipped by A.FUKE-PRIGENT ARCHITECTE
  11.  Atap hipped by ONE!CONTACT - Planungsbüro GmbH
    Ad
  12.  Atap hipped by ASTORGA Y GARCÍA,  ESTUDIO DE ARQUITECTURA
  13.  Atap hipped by Onur Kiremit
  14.  Atap hipped by Cirencester Aerials
  15.  Atap hipped by Manuel Tojal Architects
  16.  Atap hipped by Drevo - Construção e Reabilitação em Madeira, Unipessoal, Lda
  17.  Atap hipped by Drevo - Construção e Reabilitação em Madeira, Unipessoal, Lda
  18.  Atap hipped by Drevo - Construção e Reabilitação em Madeira, Unipessoal, Lda
  19.  Atap hipped by OUA 오유에이
    Ad
  20.  Atap hipped by Ses Akustik
  21.  Atap hipped by MAURRI + PALAI architetti
  22.  Atap hipped by Pedro de Almeida Carvalho, Arquitecto, Lda
  23.  Atap hipped by Em Paralelo
  24.  Atap hipped by Egeli Proje
  25.  Atap hipped by Egeli Proje
  26.  Atap hipped by Egeli Proje
  27.  Atap hipped by ช่างณมิตร
  28.  Atap hipped by Solid Houses
  29.  Atap hipped by Solid Houses
  30.  Atap hipped by miguelfloritarquitectura sl
  31.  Atap hipped by A.FUKE-PRIGENT ARCHITECTE
  32.  Atap hipped by Corpo Atelier
    Ad
  33.  Atap hipped by OUA 오유에이
    Ad

Yang perlu Anda ketahui tentang atap perisai

Atap perisai adalah jenis atap rumah di mana semua bagiannya miring hingga ke dinding. Umumnya, tingkat kemiringan atap sedikit melandai dan tidak terlalu curam. Rumah dengan atap perisai tidak dilengkapi dengan pelana atau sisi vertikal lainnya, meski ada juga rumah dengan atap yang merupakan paduan antara atap perisai dan atap pelana.

Atap perisai terdiri dari beberapa bagian, yaitu:

1. Kaso (kasau/ common rafters). Kaso biasanya dipasang pada bagian tengah bubungan rumah atau bangunan, sehingga terbujur miring mulai dari sisi tinggi lurus ke bawah tepat di atas dinding luar rumah.

2. Papan bubungan (ridge board). Ini adalah bagian teratas atap perisai, digunakan untuk mematenkan kaso dan kaso perisai pada tempatnya.

3. Kaso perisai (hip rafters). Bagian ini dipasang dengan sudut kemiringan 45 derajat pada papan bubungan di empat sudut terluar bangunan. Kaso perisai juga berguna untuk mematenkan bagian teratas kaso dongkel (jack rafters).

4. Kaso dongkel (jack rafters). Kaso dongkel dipasang pada kaso perisai membujur miring hingga di atas dinding terluar. Bagian ini memiliki letak dan potongan yang sama seperti kaso. Bagian atas tegak lurus adalah bagian khusus yang disebut compound miter.

Macam-macam material atap perisai

Sama seperti atap pelana, konstruksi atap perisai bisa dibangun menggunakan hampir semua jenis material atap. Material yang dimaksud adalah:

1. Kayu

Kayu dikenal sebagai material populer untuk bagian-bagian atap. Genteng dari bahan kayu juga populer di beberapa tempat karena tampilan alami dan desain yang menarik sehingga cukup berperan dalam meningkatkan nilai visual sebuah rumah. Material kayu juga sangat tahan lama dan dapat bertahan 5 sampai 10 kali lebih lama daripada atap sirap. Biasanya kayu dapat bertahan 30 sampai 60 tahun jika dipelihara dan dirawat dengan baik. Sebagai unsur alam, kayu juga mudah didaur ulang dan terdegradasi melalui proses pelapukan. Hal ini membuat material kayu menjadi bahan bangunan yang ramah lingkungan, karena mudah dibuang di mana pun tanpa mengakibatkan pencemaran tanah.

Meski demikian, material kayu juga memiliki kekurangan. Harga penutup kayu cukup mahal jika dibandingkan dengan harga genteng tanah liat atau genteng beton. Sebagai gambaran, satu ikat genteng kayu ulin biasanya berisi 20 lembar atap kayu seharga Rp 100 ribu per ikat. Sedangkan untuk membuat atap rumah minimalis bisa dibutuhkan 200-300 ikat genteng kayu. Atap kayu juga membutuhkan perbaikan karena sebab-sebab alam, misalnya gangguan serangga atau lumut. Agar lumut tidak merusak atap kayu, pemilik rumah perlu membersihkan atap secara rutin, baik menggunakan bahan kimia atau secara alami. Lapisan pengawet perlu diaplikasikan agar atap kayu tahan lama. Dibutuhkan profesional untuk pemasangan dan perawatan atap kayu, dan ini memerlukan biaya.

2. Sirap aspal (bitumen)

Atap sirap aspal yang terpasang sempurna dapat memberikan perlindungan sepenuhnya dari pencuri maupun faktor alam seperti angin kencang dan dahan pohon yang jatuh ke atap. Atap sirap memiliki kelebihan dalam hal desainnya yang beragam, pilihan sempurna bagi mereka yang ingin hunian tampil dengan gaya arsitektur berbeda. Atap aspal dapat bertahan 12 sampai 17 tahun dan termasuk mudah dipasang. Ada beberapa merek atap aspal yang telah dilapisi dengan bahan anti jamur dan anti pudar.

Kekurangan atap aspal adalah harga yang relatif mahal. Hal ini terjadi karena sebagian besar atap aspal yang dijual di Indonesia didatangkan dari luar negeri, alias barang impor. Bahkan ada harga atap aspal yang bisa mencapai Rp 150 ribu per satuannya. Ventilasi loteng atau bagian atas rumah yang kurang baik bisa mendatangkan masalah untuk atap aspal. Dibandingkan kayu, atap aspal tidak ramah lingkungan.

3. Genteng

Genteng adalah material yang paling populer untuk berbagai bentuk atap, termasuk atap perisai. Baik genteng tanah liat maupun genteng beton lebih tahan lama dan bisa mencapai ratusan tahun, tidak mudah lapuk maupun terbakar. Genteng juga tidak mudah rusak akibat ulah binatang liar dan harganya sangat terjangkau. Harga genteng tanah liat dan genteng beton relatif sama, yaitu sekitar Rp 7 ribu sampai Rp 9 ribu per biji.

Bobot genteng tanah liat dan genteng beton yang berat membutuhkan konstruksi atap yang kokoh untuk menyangganya. Cara pemasangan genteng lebih rumit daripada jenis atap lainnya. Meski genteng tahan lama namun warna genteng tanah liat bisa memudar dengan berjalannya waktu, sehingga butuh diganti jika pemilik rumah ingin rumah terlihat lebih menarik.

Cara membangun atap perisai

Garis besar proses pendirian atap perisai dapat dijabarkan sebagai berikut:

1. Sebelum membangun atap perisai Anda perlu mencari sudut kemiringan yang tepat untuk kaso/ kasau (common rafters). Ini diperlukan agar Anda dapat balok silang (kuda-kuda) dapat dipasang di sepanjang kaso dan kaso dongkel (jack rafter).

2. Setelah merencanakan letak kaso, kini kuda-kuda dapat dipasang pada tempat di mana kaso hendak diletakkan. Dengan memperhitungkan tinggi bubungan, Anda bisa membiarkan masing-masing tepi kuda-kuda tetap memanjang dan tidak dirapikan sampai kaso dongkel diletakkan di tempatnya.

3. Membentuk bubungan adalah langkah pertama dalam membangun atap perisai. Ketika bubungan sudah terbentuk, Anda dapat mengetahui di mana letak perisai yang diinginkan. Paling tidak dibutuhkan tiga orang pekerja atau tukang kayu untuk membuat rangka atap jenis apapun. Sebelum membuat bubungan, minimal 6 kaso sudah dipotong dan disiapkan di lokasi pendirian. Dua orang pekerja bersiap di masing-masing ujung bubungan, sementara pekerja yang lain bertugas mengantarkan kaso pada dua orang pekerja lainnya. Ada juga pekerja yang memasang balok bubungan menggunakan sepasang kaso yang telah ditandai pada bagian yang akan menempel pada bubungan. Ini akan memudahkan mereka untuk mematenkan kaso perisai pada bubungan dan kaso induk.

4. Mulailah dengan menancapkan balol pada bagian teratas dinding di sebelah kuda-kuda, sebaiknya pekerja berada di tengah dan memegang bagian atasnya di lokasi yang diperkirakan. Ulangi proses ini di bagian lain bangunan. Pekerja yang berada di tengah dapat menggunakan kayu untuk menahan beban tubuhnya. Proses ini diulangi dengan pekerja ketiga berada di ujung lain balok bubungan.

5. Pekerja lain dapat memberikan balok bubungan pada para pekerja yang berada di tengah dan ia dapat membantu mereka menyelipkan balok bubungan di antara kaso dan mematenkannya pada tempatnya.

6. Langkah selanjutnya adalah menempatkan kaso induk di masing-masing ujung balok bubungan. Langkah ini akan dapat mengunci balok bubungan pada lokasi tepatnya dan menghindari dibutuhkannya kayu tambahan sebagai penyangga.

7. Sekarang kaso perisai siap untuk dipasang. Proses ini seharusnya hanya perlu dilakukan oleh dua pekerja, kecuali bentuk atap perisai sangat panjang dan berat. Selalu patenkan bagian bawah kaso perisai terlebih dahulu sebelum mematenkan bagian atasnya.

8. Aturlah kaso sedemikian rupa agar tersedia ruang untuk memasang kaso dongkel.

9. Sebelum kaso dongkel dipasang, kaso perisai harus berada dalam posisi lurus. Sebuah senar dapat dipasang secara temporer memanjang dari bagian atas ke tengah sebagai panduan agar letak kaso perisai benar-benar lurus.

10. Langkah terakhir proses penggerjaan atap perisai adalah memasang fascia (lis kayu) untuk menutup bagian tepi atap, kemudian oleskan bahan pelapis pada atap perisai Anda.

Perbandingan atap perisai dan atap pelana

Baik atap perisai maupun atap pelana adalah dua jenis atap klasik yang sampai saat ini masih disukai masyarakat. Perbandingan antara atap perisai dan atap pelana di bawah ini bisa menjadi bahan pertimbangan sebelum memilih mana jenis atap yang sesuai untuk Anda.

Atap perisai

Kelebihan:

1. Atap perisai sempurna untuk rumah yang didirikan di area bersalju, atau di lokasi di mana angin kencang sering terjadi.

2. Bentuk atap perisai memungkinkan pemilik rumah memperluas atau menambah ruangan tanpa mengubah keindahan bentuk atap perisai.

3. Atap perisai cocok untuk bangunan apapun, baik rumah, sekolah, kantor, atau fasilitas publik

.

Kekurangan:

1. Bentuk atap perisai yang lebih kompleks membutuhkan material atau bahan bangunan yang lebih banyak daripada atap pelana.

2. Dengan demikian, tentu saja ongkos atau pembiayaan konstruksi atap perisai lebih besar daripada atap pelana.

3. Sedikit keteledoran dalam pemasangan akan membuat atap perisai mengalami kebocoran.

Atap pelana

Kelebihan:

1. Bentuk atap pelana lebih sederhana sehingga lebih mudah didirikan, biaya pembuatan konstruksi atap pelana pun lebih murah daripada atap perisai.

2. Bentuk atap pelana yang menjulang tinggi memungkinkan adanya ruang di atap yang bisa berfungsi sebagai kamar tidur tambahan atau gudang.

3. Atap pelana bisa dibuat di mana saja dan di semua iklim.

Kekurangan:

Rumah dengan atap pelana berisiko mengalami kerusakan jika didirikan di daerah yang sering mengalami badai.