Dapur mediteran: Ide desain interior, inspirasi & gambar

  1. Butuh bantuan untuk dapur anda?
    Butuh bantuan untuk dapur anda?
  2. Butuh bantuan untuk dapur anda?
    Butuh bantuan untuk dapur anda?
  3. Ad
  4. Ad

Apa saja kelebihan dapur Mediteran?

Di masa awal peradaban manusia, memasak makanan dilakukan di atas api unggun di luar rumah. Seiring dengan berlalunya jaman, konstruksi batu sederhana dibuat untuk menopang kayu dan makanan. Sementara di Abad Pertengahan makanan diletakkan dalam ketel logam yang digantungkan di atas api. Area memasak ini menarik orang untuk berkumpul di sekitarnya, karena api yang digunakan untuk memasak juga berfungsi untuk menghangatkan tubuh, sebagai sumber cahaya di malam hari, dan menjauhkan manusia dari serangan binatang buas.

Pada perkembangannya, tren ekonomi dan politik mempengaruhi desain dan fungsi dapur. Sejarah dapur dimulai ketika manusia mulai merancang kompor sebagai sarana utama memasak. Sejak abad ke-18 manusia sudah memasak menggunakan kompor kayu yang dikembangkan di tahun 1735 oleh desainer Prancis, Francois Cuvilles. Kompor kayu ini kemudian dikembangkan lagi oleh Benjamin Franklin di tahun 1742 menjadi kompor dari bahan logam. Tak lama kemudian, terjadilah revolusi industri yang mengakibatkan munculnya penemuan-penemuan baru untuk mengefektifkan aktivitas manusia sehari-hari. Pada era inilah diciptakan kompor batu bara yang mampu menghasilkan energi panas dengan temperatur lebih tinggi daripada kompor kayu. Kekhawatiran terhadap tingginya polusi akibat penggunaan batu bara mendorong diciptakannya kompor berbahan bakar gas oleh James Sharp yang dipatenkan di tahun 1826. Sejak saat itulah kompor gas mulai digunakan di seluruh dunia.

Berkat penggunaan kompor gas, aktivitas memasak menjadi lebih praktis dan nyaman. Asap dari aktivitas memasak tidak menyebar ke seluruh rumah karena adanya cerobong asap di atas kompor. Masalah polusi udara yang dihasilkan dari pembakaran kayu dan batu bara pun terselesaikan, dan para ibu dapat memasak dengan nyaman untuk mengolah masakan-masakan yang menggoda selera. Makanan lezat dan hangatnya api kembali menarik perhatian orang untuk mendekat, sehingga penampilan dapur pun disesuaikan agar bisa menampung banyak orang. Hal ini bisa dilihat pada dapur di rumah-rumah gaya Mediteran tradisional. Mengingat masyarakat Mediteran adalah kaum yang ramah dan senang bersosialisasi, tak heran bila dapur gaya Mediteran kuno pada umumnya luas dengan meja dapur panjang dan meja makan besar untuk makan bersama. Kebiasaan ini sejalan dengan masyarakat Indonesia di masa lalu dan masa modern yang menjadikan aktivitas makan bersama sebagai salah satu cara untuk mempererat jalinan kekeluargaan.

Mendekorasi dapur dengan gaya Mediteran

Dapur adalah satu-satunya ruangan di rumah di mana aktivitas manusia mengakibatkan sesuatu yang tadinya bersih menjadi kotor, baik peralatan makan maupun peralatan memasak. Maka tidak heran bila ada kecenderungan mengabaikan penataan dapur, karena adanya anggapan untuk apa bersusah payah merapikan sesuatu yang nantinya akan berantakan lagi. Anggapan ini patut disayangkan. Sulit membayangkan bagaimana masakan lezat bisa disajikan dari dapur yang tidak rapi dan higienis. Kita akan kehilangan kesempatan untuk menikmati saat berinteraksi dengan kerabat atau siapa pun, karena mereka enggan berada di dapur kita yang jorok. Kesan ini bisa dihindari dengan selalu membersihkan dapur setiap kali selesai memasak dan menata ulang dapur dengan gaya interior Mediteran. Inilah beberapa hal yang kami sarankan.

1. Bentuk dan furnishing meja dapur

Meja dapur bentuk U atau bentuk L dengan meja tengah dapur adalah furnitur dapur (kitchen set) yang umum digunakan di dapur mana pun, apapun gaya interiornya. Pada dapur gaya Mediteran perbedaan ada pada furnishing meja dapur, baik alas meja maupun laci dan lemari di bawahnya. Sesuai dengan ciri khas Mediteran yang hangat dan ceria, warna-warna terang seperti merah, biru muda, dan kuning sangat cocok sebagai warna daun pintu lemari dan laci dapur. Sedangkan alas meja dapur sebaiknya dipilih dari bahan yang tahan lama, tahan panas, dan mudah dibersihkan, seperti marmer atau granit. Agar gaya Mediteran di dapur lebih otentik, sebaiknya pilih atau ganti pegangan laci dan meja dari bahan besi tempa dengan bentuk sulur tanaman dekoratif.

2. Balok kayu penyangga atap dapur atau atap batu bata ekspos

Kayu dengan furnishing gelap adalah ciri khas lain dapur Mediteran. Mengingat kayu kurang ideal sebagai material pelapis meja dapur, maka unsur ini sebaiknya ditempatkan di atas sebagai balok penyangga atap. Agar tampilan dapur tidak terlalu ramai, sebaiknya furnish balok kayu dan lemari dapur bernuansa sama dengan furnish balok kayu. Alternatif lain untuk hadirkan gaya Mediteran otentik adalah menambahkan struktur lengkung di atap dapur. Struktur ini biasanya terbuat dari batu bata yang dilekatkan satu sama lain dengan semen. Pembuatan konstruksi ini membutuhkan ketelitian dan pengalaman, sehingga tidak sembarang pekerja bisa membuatnya.

3. Ubin berwarna tanah dan backsplash warna-warni

Memasang ubin dengan nada warna tanah sebagai flooring dan ubin berwarna terang dinding dapur serta backsplash adalah cara mudah untuk membentuk atmosfer Mediteran Spanyol di dapur kita. Gaya Mediteran Italia cenderung menggunakan ubin bermotif sebagai flooring dapur dan ruangan lainnya. Sedangkan ubin untuk dinding lebih ideal bila dihiasi ornamen bunga dan tumbuhan. Backsplash akan menjadi titik fokus yang mempesona bila dihias dengan mural yang dilukis dengan tangan, atau tersusun dari potongan-potongan ubin kecil berwarna menyolok. Dapur Mediteran berdimensi kecil akan mendapat manfaat dari fungsi backsplash sebagai pelindung dinding dari percikan minyak, sekaligus dekorasi dapur yang tak menyita banyak ruang. Untuk memastikan dapur anda memiliki fungsi sebaik penampilannya, konsultasikan langsung ke perencana dapur kami.

4. Pencahayaan

Jendela lengkung adalah ciri khas gaya Mediteran yang dapat dikenali dengan mudah di sebuah rumah. Fungsi jendela sebagai jalan masuk bagi cahaya alami tidak berlaku sepanjang hari. Ketika matahari telah tenggelam, lampu-lampu harus dinyalakan sebagai sumber cahaya. Lampu gantung besi tempa klasik adalah obyek dekorasi fungsional yang bisa memperkuat atmosfer Mediteran. Bila dapur dan ruang makan berada di satu ruangan yang sama, lampu gantung sekaligus berfungsi sebagai penanda fungsi yang berbeda antara dua area. Lampu gantung besi tempa bisa diganti dengan lampu gantung klasik gaya Jawa yang dijual dengan harga antara Rp 500 ribu-Rp 600 ribu rupiah, bila kita ingin menambahkan sentuhan lokal pada dapur Mediteran. Apa yang membuat gaya Mediteran menarik adalah fakta bahwa gaya ini merupakan hasil akulturasi berbagai budaya berbeda dari berbagai negara di sepanjang garis pantai Mediterania. Sebuah gaya yang mudah berpadu dengan budaya lokal ketika keduanya telah dipertemukan dalam satu ruangan.