Kamar tidur anak laki-laki: Ide desain & inspirasi

  1. Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
    Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
  2. Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
    Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
  3. Ad
  4. Ad
  5. Ad

Beberapa pilihan tema untuk kamar tidur anak laki-laki

Anak sebaiknya dibiasakan tidur terpisah dari orang tuanya di usia dini. Selain itu, agar anak lebih betah di rumah, orang tua perlu menyediakan ruang untuk mereka beraktivitas dan beristirahat. Sebuah ruang untuk memulihkan energi setelah mengalami hari yang tidak selalu menyenangkan. Kamar tidur khusus untuk anak laki-laki adalah jawabannya.

Sebelum merancang kamar tidur untuk anak laki-laki, orang tua perlu memperhatikan beberapa hal. Pertama adalah usia anak. Berapakah usia anak saat kita menyiapkan kamar tidur untuknya? Dunia anak adalah dunia yang penuh dengan keceriaan, sehingga kamar perlu didekorasi dengan tema yang membuat si anak ceria setiap saat. Namun, kita tidak bisa memprediksi apakah anak akan tetap menyukai hal yang sama saat usianya bertambah. Oleh karena itu kami menyarankan agar orang tua memilih tema-tema netral.

Beberapa tema netral yang bisa diterapkan untuk kamar tidur anak adalah tema kehidupan satwa di dalam hutan, olah raga, atau racing (balapan). Tema kartun juga bisa dipilih, namun sebaiknya disesuaikan dengan figur yang biasa disukai anak laki-laki. Bisa tentang tokoh kartun super hero, atau tokoh kartun yang netral dan bisa disukai semua anak seperti Donal Bebek, Spongebob, atau Tom n Jerry. Jika anak sudah memasuki usia sekolah (PAUD, TK atau SD), orang tua juga bisa mendekorasi kamar tidur anak laki-laki dengan tema game populer seperti Pokemon Go, Lego, atau Minecraft. Jika anda belum yakin dengan bagaimana mengelaborasi desain yang anda inginkan, konsultasikan langsung dengan tenaga ahli kami.

Pemilihan warna

Menentukan tema sangat penting karena inilah yang akan menjadi dasar memilih warna yang akan diaplikasikan pada kamar tidur. Sebagai contoh, jika orang tua ingin membuat kamar anak laki-laki bertema Spongebob, maka warna dominan yang dipilih adalah kuning dan biru (karena Spongebob makhluk laut). Bila orang tua ingin figur kartun tampak tidak terlalu menyolok, warna biru bisa dipilih sebagai warna dasar dan kuning digunakan sebagai warna figur Spongebob.

Berbeda dengan kamar tidur anak perempuan, biru, coklat dan abu-abu adalah warna klasik yang umum digunakan sebagai warna kamar tidur anak laki-laki. Warna hijau, jingga, dan beige adalah beberapa warna netral yang juga cocok untuk pria kecil Anda. Warna putih sempurna untuk kamar tidur anak laki-laki maupun perempuan, juga pilihan yang aman ketika Anda sedang menanti kelahiran si buah hati dan belum mengetahui apakah ia laki-laki atau perempuan. Pilihlah warna putih jika ruang yang tersedia untuk kamar tidur si kecil tidak terlalu luas. Warna putih juga akan memudahkan anak di masa mendatang. Saat si kecil sudah beranjak remaja dan ingin menata ulang kamar tidur agar bisa digunakan untuk berkumpul bersama teman-teman sebaya, ia tidak akan kesulitan mengecat ulang dinding kamar sesuai selera anak muda.

Furnitur dan tempat penyimpanan untuk kamar tidur anak laki-laki

Setelah orang tua sudah mantap dengan warna pilihannya, ini saatnya mengisi kamar tidur dengan furnitur. Tempat tidur tunggal bisa dipilih jika kamar tidur digunakan oleh satu anak. Jika ada dua anak laki-laki yang tinggal bersama Anda, maka pilihlah tempat tidur susun. Selain tempat tidur, furnitur lain yang sebaiknya ada adalah lemari pakaian. Akan lebih mudah melatih anak balita berpakaian sendiri jika ia tahu di mana mencari pakaiannya, dan untuk memulai hal ini lemari pakaian mutlak dibutuhkan.

Furnitur yang tidak kalah penting untuk kamar tidur anak laki-laki adalah meja belajar. Anak akan tertarik untuk duduk tenang, membaca, atau menggambar karena telah tersedia tempat khusus untuknya. Kehadiran meja belajar juga akan membantu menumbuhkan kebiasaan belajar sejak dini pada anak dan banyak manfaatnya untuk perkembangan anak di kemudian hari. Setelah semua furnitur utama tersedia, orang tua dapat menambahkan furnitur pelengkap seperti papan luncur.

Bukan kamar tidur anak namanya kalau tidak berantakan. Membereskan mainan berceceran setiap saat bisa sangat melelahkan untuk para orang tua. Untuk mengatasinya, anak sebaiknya dibiasakan untuk membereskan mainannya setiap kali selesai digunakan. Agar kebiasaan ini lebih mudah ditanamkan, sarana berupa tempat penyimpanan harus tersedia di kamar tidur anak. Bisa berupa rak atau lemari tanpa daun pintu. Bisa juga beberapa kotak untuk menyimpan mainan sesuai jenisnya dan disimpan di sebuah rak dengan sekat-sekat kecil. Seperti ruangan lain di dalam rumah, tempat penyimpanan adalah yang Anda butuhkan ketika kamar tidur anak tidak terlalu luas dan Anda ingin anak bisa betah berada di dalamnya.

Akan lebih baik lagi jika furnitur kamar tidur anak bisa memiliki lebih dari satu fungsi. Saat ini telah tersedia tempat tidur susun yang dilengkapi dengan lemari atau rak. Ada pula tempat tidur susun yang dihubungkan dengan seluncuran dan tangga. Ini perlu dipertimbangkan agar tersedia ruang kosong di tengah kamar yang bisa digunakan anak untuk bermain di lantai, entah menyusun balok mainan atau merancang bentuk baru dengan koleksi Legonya. Mengingat anak belum mencapai tinggi tubuh maksimal, tinggi dan kekuatan furnitur perlu diperhatikan. Furnitur kamar tidur anak laki-laki sebaiknya tidak mudah patah, agar anak yang sangat aktif tidak cedera saat naik di atasnya. Apabila tersedia sisa ruang, orang tua bisa menambahkan sofa atau meja kopi kecil lengkap dengan kursi.

Dekorasi untuk kamar tidur anak laki-laki

Anda bisa menggunakan bantuan tata cahaya untuk menghasilkan efek yang membuat anak tidur nyenyak sepanjang malam. Lampu spot halogen jika dipasang pada plafon berwarna cerah akan menghasilkan efek langit malam hari yang penuh bintang. Bisa juga dengan memasang lampu larva atau lampu tidur dengan kap lampu bermotif lucu.

Dinding kamar tidur anak bisa dihias dengan stiker dinding dan poster sesuai tema kamar tidur, atau hal yang sedang disukai anak. Ini akan lebih efektif daripada mengecat seluruh dinding kamar tidur dengan tokoh kartun kesukaannya. Ketika anak sudah bosan dengan tokoh dalam poster itu, orang tua cukup melepas poster lama dan menggantinya dengan yang baru sesuai permintaan anak. Kebiasaan anak mencorat-coret dinding bisa diatasi dengan menyediakan papan tulis plus kapur warna-warni di dalam kamar. Bila anak ternyata memiliki alergi pada kapur, bisa diganti dengan whiteboard yang berhias figur-figur lucu di tepiannya agar tidak tampak terlalu kaku.