Kerai: Ide desain, inspirasi & gambar

  1. Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
    Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
  2. Ad
  3. Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
    Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
  4. Ad
  5. Ad
  6. Ad

Mengapa harus pilih jendela gulung?

Kontak langsung dengan angin kencang atau sinar matahari bisa membuat suasana rumah tidak nyaman. Demikian juga jika rumah terletak di area di mana hujan angin sering terjadi. Ketika hujan lebat, bukan tidak mungkin air hujan akan memercik ke dalam rumah dan rumah pun akan terasa lembab. Inilah saatnya pemilik rumah mempertimbangkan untuk melindungi jendela dan jendela rumah dengan shutter.

Pilih kerai atau jendela gulung?

Antara kerai dan jendela gulung memang memiliki kesamaan bentuk dan fungsi. Keduanya dipasang di luar rumah, baik di depan jendela maupun jendela. Dengan memasang shutter pemilik rumah bisa menghalau sinar matahari yang terlalu terik dan melindungi jendela kaca agar tidak basah saat hujan. Mari kita buat perbandingan di antara keduanya, agar bisa menentukan mana yang sesuai dengan situasi Anda.

1. Kerai

Kerai di pasaran tersedia dalam berbagai pilihan bentuk dan bahan. Kerai pun sudah dikenal masyarakat Indonesia sejak beratus tahun silam dan menjadi bagian dari elemen penting pada rumah tradisional. Di masa lalu masyarakat sudah cukup akrab dengan kerai bambu atau kayu sampai saat ini. Belakangan ini telah tersedia juga kerai dari bahan aluminium, rotan, dan vinyl dengan harga bersaing. Beragamnya pilihan kerai harus dimanfaatkan pemilik rumah untuk menentukan mana jenis kerai yang benar-benar serasi untuk gaya interior dan eksterior rumah. Misalnya, jika gaya rumah Anda rustic atau tropis, maka kerai bambulah yang sebaiknya dipilih. Sedangkan kerai dari bahan aluminium dan vinyl lebih cocok untuk hunian gaya modern, minimalis atau industrial. Kerai menjadi pilihan masyarakat karena harganya yang cukup terjangkau, hanya sekitar Rp 155 ribu per meter persegi. Kerai yang tepat akan menambah nilai visual hunian. Pemilik rumah juga perlu memperhatikan kemampuan kerai pilihannya dalam menghalau sinar matahari. Kerai yang tidak terlalu rapat bisa menimbulkan masalah bagi privasi pemilik rumah.

2. Shutter (jendela gulung)

Di Indonesia, shutter juga dikenal sebagai jendela gulung meski shutter juga bisa dipasang di jendela. Meski bentuknya mirip dengan kerai, bilah shutter bisa diatur sesuai suasana gelap atau terang yang diinginkan pemilik rumah. Shutter tidak hanya bisa dipasang di luar jendela atau jendela, namun juga bisa dipasang di dalam rumah atau gedung untuk mengamankan ruangan tertentu. Kelebihan lainnya, shutter cocok untuk segala jenis gaya arsitektur rumah, baik gaya klasik, gaya ekletik, maupun apartemen gaya minimalis modern. Shutter memiliki ketahanan kuat terhadap cuaca maupun waktu, sehingga pemilik rumah dapat menghemat ongkos penggantian shutter. Elemen ini hadir dalam berbagai pilihan warna dan bentuk, bahkan shutter bisa juga disesuaikan dengan keinginan kita sebagai pembeli. Meski demikan harga shutter relatif mahal. Sebuah shutter untuk jendela depan ditawarkan dengan harga Rp 2 juta 700 ribu di beberapa toko online.

Jenis shutter

Berdasarkan bahan pembuatnya, shutter bisa dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:

1. Shutter papan (board & batten shutter)

Seperti namanya, shutter jenis ini terdiri dari dua papan kayu yang bisa dipasang di sisi luar jendela dengan penampilannya yang mencerminkan gaya country. Shutter papan umumnya terdiri dari beberapa balok kayu yang dihubungkan dengan balok lain berbentuk Z. Shutter papan tersedia dalam berbagai jenis warna.

2. Shutter panel (paneled shutter)

Shutter panel sangat cocok digunakan di daerah beriklim empat musim karena dapat menutup liang jendela secara sempurna. Dapat juga dipasang di pemukiman di daerah pegunungan yang bersuhu dingin. Namun, shutter panel tidak cocok untuk Anda yang menginginkan sinar matahari samar-samar di dalam ruangan. Struktur shutter panel yang solid menghalangi sinar matahari sepenuhnya dan tidak ada celah cahaya sama sekali. Jendela dengan shutter panel bisa kita lihat di bangunan atau rumah kuno yang dibangun di masa Kolonial.

3. Shutter kisi-kisi (louvered shutter)

Sepasang jendela kayu dengan kisi-kisi kayu, itulah yang dimaksud dengan shutter kisi-kisi. Baik sinar matahari maupun udara segar akan mengalir keluar masuk dari kisi-kisi, sehingga suhu udara di dalam rumah terasa sejuk dan sirkulasi udara menjadi lebih teratur. Shutter kisi-kisi juga bisa kita temukan di rumah-rumah peninggalan Kolonial, meski ada juga bangunan modern gaya klasik yang menggunakan shutter kisi-kisi sebagai bagiannya. Shutter kisi-kisi biasanya terbuat dari kayu dan difurnish agar serasi dengan gaya arsitektur rumah.

Ukur sebelum memasang

Yakin bahwa shutter alias jendela gulung adalah elemen rumah yang Anda butuhkan saat ini? Kalau Anda menganggukkan kepala artinya Anda harus membaca paparan berikut ini sebelum melakukan pemasangan apapun.

1. Ketahui bentuk dan gaya jendela. Ini perlu Anda perhitungkan agar penampilan rumah tidak janggal akibat gaya jendela dan gaya shutter tidak serasi. Misalnya, shutter kisi-kisi sangat tidak cocok jika dipasang di rumah gaya minimalis modern.

2. Pilih jenis bingkai jendela dalam. Idealnya, bingkai jendela dalam memiliki gaya, warna dan bahan yang sama dengan bingkai jendela luar. Namun pemilik rumah bisa mengganti warna bingkai jendela dalam jika dirasa perlu untuk penataan interior rumah.

3. Pilih ukuran bilah shutter dan ketebalan bingkai. Dua hal ini perlu dicatat secara rinci untuk memudahkan pemilihan shutter yang diinginkan.

4. Pengecekan ulang. Agar pemasangan shutter berjalan sesuai jadwal dan rencana, pastikan Anda sudah mengukur ulang jendela sebanyak dua-tiga kali. Ukuran tidak boleh salah, atau shutter Anda tidak pas untuk jendela seperti yang telah direncanakan.

Walaupun sekilas tampak mudah dilakukan, ternyata pemasangan jendela memerlukan akurasi dan keahlian yang hanya dimiliki oleh profesional di bidangnya. Daripada menyesal belakangan, bagaimana jika percayakan saja pekerjaan pemasangan jendela pada ahli kami?