Konservatori: Ide desain, inspirasi & gambar

  1. Gereja Ka Im Tong:  Konservasi by Atelier Ara
  2. Gereja Ka Im Tong:  Konservasi by Atelier Ara
  3. Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
    Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
  4. Gereja Ka Im Tong:  Konservasi by Atelier Ara
  5. Gereja Ka Im Tong:  Konservasi by Atelier Ara
  6. Gereja Ka Im Tong:  Konservasi by Atelier Ara
  7.  Konservasi by STUDIO MORALDI
  8. Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
    Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
  9.  Konservasi by Le Verande srls
    Ad
  10.  Konservasi by Le Verande srls
    Ad
  11.  Konservasi by Le Verande srls
    Ad
  12.  Konservasi by 水石浩太建築設計室/ MIZUISHI Architect Atelier
  13.  Konservasi by Joana França
  14.  Konservasi by MC3 Arquitetura . Paisagismo . Interiores
  15.  Konservasi by Cagis
  16.  Konservasi by UZU
  17.  Konservasi by A Varanda Floricultura e Paisagismo
  18.  Konservasi by アトリエ環 建築設計事務所
  19.  Konservasi by zanon architetti associati
  20.  Konservasi by 桑原茂建築設計事務所 / Shigeru Kuwahara Architects
  21.  Konservasi by (株)ハウスオブポタリー
  22.  Konservasi by ID-Architectuur
  23.  Konservasi by Chiara Pasetti Graphic&Green Designer
  24.  Konservasi by やまぐち建築設計室
    Ad
  25.  Konservasi by Karim Elhalawany Studio
  26.  Konservasi by Unit 7 Architecture
  27.  Konservasi by Estudio Emilio Maurette Arquitectos
  28.  Konservasi by Planet G
  29.  Konservasi by ORCHIDS LOFT
  30.  Konservasi by Le Verande srls
    Ad
  31.  Konservasi by ID-Architectuur
  32.  Konservasi by Arquitecto Alejandro Sticotti
  33.  Konservasi by Vale Garden Houses

Apa itu konservatori?

Konservatori (conservatory) adalah sebutan yang diberikan untuk bangunan atau ruangan dengan 50% dinding terbuat dari kaca dan 75% atapnya juga terbuat dari kaca, atau material transparan lainnya. Konservatori mulai dikenal di abad ke-16, ketika para bangsawan Inggris mulai memelihara jeruk dan lemon yang merupakan spesies tanaman tropis agar dapat menghadirkan buah-buahan ini di meja makan mereka setiap hari. Kebiasaan ini pun diikuti dengan kecintaan pada tanaman tropis lainnya, baik tanaman berbuah maupun tanaman hias. Untuk itu dibutuhkan sarana di mana tanaman tropis dapat terpapar sinar matahari sesering mungkin seperti di daerah asalnya. Sedangkan benua Eropa adalah wilayah dengan empat musim dan suhu udara yang cenderung dingin. Struktur konservatori dianggap merupakan solusi agar tanaman tropis dapat hidup dan tumbuh seperti di rumah sendiri.

Awalnya fungsi konservatori tidak jauh berbeda dengan rumah kaca (greenhouse), ruangan berstruktur kaca yang juga berfungsi sebagai tempat untuk memelihara tanaman. Bedanya, rumah kaca biasanya menjadi bagian yang terpisah dari rumah utama. Sering kita melihat rumah kaca yang didirikan di tengah perkebunan. Sedangkan konservatori adalah bangunan yang menjadi bagian dari rumah utama. Biasanya konservatori dibangun dengan struktur atap serambi (menempel ke salah satu dinding luar rumah) dan gaya arsitektur konservatori pun disesuaikan dengan gaya rumah itu. Mengingat konservatori dikenal di era Victoria, maka gaya arsitektur konservatori umumnya adalah klasik. Di Indonesia kita bisa melihat konservatori di beberapa rumah yang dibangun di masa kolonial, dalam bentuk ruangan dengan jendela kaca lebar di area depan rumah. Mirip seperti teras, tapi tertutup.

Pada perkembangannya, konservatori tidak hanya menjadi ruangan untuk memelihara tanaman. Berhasil memelihara tanaman tropis unik dan cantik adalah suatu kebanggaan pada masa itu, sehingga para pemilik tanaman tropis pun ingin memamerkannya pada para tamu. Sambil mengagumi keindahan tanaman tropis, mereka akan duduk-duduk sambil menikmati minum teh dan hangatnya sinar matahari. Lambat laun fungsi konservatori pun berkembang menjadi ruang tamu, bisa menjadi sunroom atau ruangan untuk menikmati sinar matahari saat musim dingin tiba. Seiring dengan perkembangan dunia arsitektur, kini konservatori tidak hanya tampil dalam gaya klasik. Seperti rumah tinggal, konservatori bisa ditampilkan dalam gaya minimalis, gaya ekletik, bahkan gaya industrial.

Manfaat konservatori

Meskipun konservatori merupakan ruangan yang diinisiasi bangsa Eropa sebagai salah satu bentuk upaya beradaptasi terhadap iklim dingin dan minimnya sinar matahari, bukan berarti konservatori tidak cocok didirikan di Indonesia. Berikut ini adalah beberapa nilai lebih konservatori sebagai bagian dari hunian kita.

1. Cara mudah membangun ruangan tambahan

Saat berencana menambah ruangan di rumah, kita cenderung memikirkan cara membangun ruangan tambahan di atas rumah. Membuat konservatori adalah alternatif memperluas rumah dengan tanpa mengubah konstruksi asli rumah. Ini karena konservatori bisa dibangun dengan memanfaatkan dinding eksterior untuk membuat atap konservatori. Penyusunan pondasi juga tidak sulit dan tidak memakan waktu lama, karena cukup diletakkan di sekeliling dinding eksterior. Material batu bata yang dibutuhkan untuk membangun dinding konservatori bisa diminimalkan, mengingat jendela kaca akan menjadi elemen dominan. Atap konservatori tidak harus terbuat dari kaca. Bisa genteng, kayu, rumbia sintetis, bahkan beton.

2. Ruangan tambahan di rumah kecil dan apartemen

Selain sebagai ruang tamu, konservatori bisa difungsikan sebagai ruang makan, ruang kerja, bahkan kamar tidur, tergantung kebutuhan pemilik rumah. Dewasa ini, sejumlah arsitek interior telah merancang konservatori sedemikian rupa agar layak dan memenuhi syarat sebagai ruangan tambahan di rumah kecil. Apartemen di gedung bertingkat pun bisa memiliki konservatori, yaitu dengan cara merenovasi balkon menjadi ruangan tertutup yang dihiasi jendela-jendela besar dan taman vertikal atau tanaman dalam pot.

3. Interior rumah terang benderang

Semakin mahalnya tarif listrik rumah tangga bisa diatasi dengan meniadakan dinding atau elemen lain yang menghalangi masuknya sinar matahari ke dalam rumah. Dengan cara ini pemilik rumah hanya akan menyalakan lampu ketika hari benar-benar gelap. Dinding pembatas antara konservatori dan rumah induk bisa ditiadakan dan jendela skylight bisa ditambahkan agar interior rumah lebih terang sejak awal matahari terbit sampai tenggelam.

4. Meningkatkan nilai rumah

Bila dirancang dengan seksama, kehadiran jendela-jendela kaca akan menjadi nilai lebih bagi penampilan rumah secara keseluruhan. Kesan anggun atau modern bisa dihadirkan tanpa mengaplikasikan terlalu banyak detil pada fasad rumah. Konservatori juga bisa menjadi salah satu cara berinvestasi, karena semakin banyak jumlah ruangan di sebuah rumah semakin tinggi pula harga jual atau harga sewa rumah itu di masa sekarang atau masa mendatang. Jika kita ingin membuka bisnis atau usaha kafe atau rumah makan, konservatori bisa menjadi daya tarik dan ciri khas tempat usaha kita.

5. Penghubung dengan dunia luar

Kadang ada beberapa kejadian dalam hidup yang membuat kita tidak leluasa keluar rumah. Entah karena sakit, terlalu banyak pekerjaan, terlalu sibuk mengurus rumah tangga, atau karena baru saja melahirkan. Konservatori akan membuat kita tetap terhubung dengan dunia luar di saat kita berada di dalam rumah. Melalui jendela-jendela kaca yang lebar kita bisa mengamati situasi sekitar, bertegur sapa dengan tetangga, menikmati segarnya udara, dan hijaunya dedaunan tanpa meninggalkan rumah. Di musim hujan, memandangi butiran air yang jatuh ke tanah adalah sesuatu yang mengasyikkan.

Temukan dan hubungi segera profesional pilihan untuk merancang dan membangun konservatori impian Anda.