Lantai: Ide desain, inspirasi & gambar

  1. Batu Sikat Surabaya:  Lantai by Tukang Taman Surabaya - Alam Asri Landscape
  2. Batu Ampyang Surabaya:  Lantai by Tukang Taman Surabaya - Alam Asri Landscape
  3. Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
    Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
  4. Lantai Carport Surabaya:  Lantai by Tukang Taman Surabaya - Alam Asri Landscape
  5. House/Office:  Lantai by Hakikiarch Architect Freelancer
  6. House/Office:  Lantai by Hakikiarch Architect Freelancer
  7. Ruang Tamu :  Lantai by Atelier BAOU+
    Ad
  8. Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
    Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
  9. Ruang Tamu :  Lantai by Atelier BAOU+
    Ad
  10. Private House :  Lantai by MODE KARYA
  11. Private House :  Lantai by MODE KARYA
  12. Mezzanine:  Lantai by Likha Interior
    Ad
  13. Masjid Raya Persatuan:  Lantai by Besar Studio Arsitektur
  14. Masjid Raya Persatuan:  Lantai by Besar Studio Arsitektur
  15. Jembatan penghubung masa:  Lantai by studioindoneosia
  16.  Lantai by 2PUNTO74
  17.  Lantai by Mariana Bittencourt Arquitetura
  18.  Lantai by 極簡室內設計 Simple Design Studio
  19.  Lantai by 夏川空間設計工作室
  20.  Lantai by TECAS Y MADERAS DE COLOMBIA SAS
  21.  Lantai by 昕益有限公司
    Ad
  22.  Lantai by 耀昀創意設計有限公司/Alfonso Ideas
    Ad
  23.  Lantai by Luca Tranquilli - Fotografo
  24.  Lantai by Noëlla Aoun Design Studio
  25.  Lantai by MOB ARCHITECTS
    Ad
  26.  Lantai by Parador Parke
  27.  Lantai by ES Designs
  28.  Lantai by Global Woods
  29.  Lantai by Motion Gietvloeren
  30.  Lantai by The Design Code
  31.  Lantai by TECAS Y MADERAS DE COLOMBIA SAS
  32.  Lantai by JC ARQUITETURA E INTERIORES
  33.  Lantai by Global Woods

Bagaimana cara memilih lantai yang baik untuk rumah?

Pengertian lantai

Secara umum, lantai bisa didefinisikan sebagai bagian alas sebuah ruangan yang berfungsi sebagai penyangga obyek di dalam ruangan itu. Lantai juga berperan penting sebagai penunjang aktivitas yang dilakukan di dalam ruangan, sekaligus membentuk karakter dan sisi estetika ruangan. Berdasarkan fungsi-fungsi itu, spesifikasi bahan lantai secara umum adalah tidak licin, tahan lama, dan berwarna netral. Lantai harus memililiki kualitas prima dalam hal ketahanan menyangga beban, karena bukan hanya manusia yang akan disangga lantai. Namun juga berbagai jenis perabotan rumah tangga yang beratnya bervariasi.

Sejarah singkat lantai

Kebiasaan membuat lantai telah dimulai beribu tahun lalu sejak manusia mengenal cara membangun rumah. Catatan sejarah menunjukkan, jenis lantai yang pertama kali dikenal manusia adalah lantai tanah berlapis jerami. Lantai jenis ini lazim digunakan, baik di kalangan orang biasa maupun bangsawan di Eropa sampai abad ke-14. Selain lantai tanah, lantai beton juga termasuk jenis lantai pertama yang dikenal manusia. Bangsa Romawi Kuno telah menggunakan beton sebagai material bangunan dan lantai sejak 5600 SM, sebagaimana ditemukan di peninggalan bersejarah seperti Pantheon dan Colosseum.

Bangsa Romawi juga telah mengenalkan cara membuat lantai ubin tanah liat pada masyarakat Eropa Barat sekitar 4000 SM. Meski sempat terlupakan beberapa ratus tahun kemudian, ubin kembali populer di abad ke-12 setelah para biarawan memanfaatkan ubin untuk membentuk pola hiasan di lantai gereja katedral. The Vatican (Vatican) adalah bangunan tertua yang menggunakan lantai ubin. Bersamaan dengan dikenalnya ubin sebagai bahan flooring, batu muncul sebagai alternatif. Saat ini, struktur lantai batu alam tertua di dunia yang masih tegak berdiri adalah anak tangga Piramida Djoser di Mesir yang dibangun di abad ke-27 SM (2575 SM). Piramida Djoser yang didirikan oleh arsitek Imhotep sebagai makam firaun Djoser dianggap sebagai bangunan fenomenal pada masanya. Ini karena pada saat itu jasad orang yang sudah meninggal biasanya dimakamkan di dalam sebuah mastaba persegi panjang. Sedangkan Piramida Djoser terbentuk dari enam mastaba yang disusun ke atas, sehingga terbentuklah struktur anak tangga berlantai batu.

Sementara itu, lantai kayu mulai dikenal manusia modern sekitar tahun 1600-an, yang awalnya berupa lembaran kayu tanpa polesan sambung menyambung di atas tanah atau batu. Tampilan lantai kayu dikembangkan dan diperbaiki selama era Barok (1625-1714), sehingga permukaannya tampak lebih halus dan pola serat kayu terlihat jelas. Lantai parket kayu biasa ditemukan di rumah-rumah kaum kelas menengah Eropa dan Amerika di akhir era Victoria (1840-1910), atau saat berlangsungnya Revolusi Industri Kedua. Winter Palace (Istana Musim Dingin) St. Petersburg Rusia tercatat sebagai bangunan bersejarah di mana flooring lantai kayu tertua ditemukan. Dengan berlalunya waktu, dikembangkan beberapa jenis lantai yang merupakan turunan dari lantai kayu, yaitu lantai linoleum (lantai vinyl) dan lantai laminasi.

Jenis-jenis dan harga material lantai

Agar dapat memutuskan material lantai terbaik untuk hunian, kita sebaiknya mempelajari karakter masing-masing jenis lantai. Harga material lantai yang dimaksud juga sebaiknya dipertimbangkan sesuai dengan ketersediaan bujet pembangunan rumah.

1. Lantai ubin

Lantai ubin bisa dibedakan berdasarkan bahan dasarnya. Beberapa tahun silam ubin teraso adalah bahan flooring yang cukup populer di Indonesia. Selain tampilannya yang menarik, teraso memiliki sifat dingin sehingga membantu mengatasi hawa panas dan lembab di dalam rumah. Ubin teras biasanya tersedia dalam ukuran 30x30 cm dan 40x40 cm, dengan harga sekitar Rp 260 ribu sampai Rp 300 ribu per meter persegi. Ada juga ubin tanah liat atau terakota dengan ukuran yang tidak jauh berbeda dari ubin teraso, sedangkan harga yang ditawarkan berkisar antara Rp 155 ribu sampai Rp 200 ribu per meter persegi. Sedangkan ubin keramik adalah bahan flooring yang saat ini sedang hits di Indonesia. Alasannya, warna dan motif ubin keramik lebih bervariasi. Harga ubin keramik pun sedikit lebih murah dibandingkan jenis ubin lainnya. Sebagai perbandingan, ubin keramik platinum ukuran 30x30 cm ditawarkan dengan harga sekitar Rp 40 ribu sampai Rp 60 ribu per meter persegi.

2. Lantai batu

Lantai batu yang kami bicarakan di sini bukanlah batu alam atau batu lempeng, yang biasa digunakan sebagai bahan pelapis dinding atau dekorasi taman. Lantai marmer dan lantai granit kami kategorikan sebagai lantai batu mengingat proses pembentukan dua jenis lantai ini. Bila granit terbentuk dari pendinginan magma cair, marmer merupakan hasil dari kristalisasi batu kapur. Marmer memiliki corak yang lebih menarik berkat alur urat sebagai hasil proses kristaliasai. Namun granit lebih tahan terhadap goresan dan lebih tahan air. Lantai marmer dan lantai granit ditawarkan dengan harga yang relatif sama, yaitu sekitar Rp 4 juta sampai Rp 15 juta per meter persegi. Harga lantai marmer dan lantai granit biasanya sudah termasuk biaya pemasangan, mengingat tidak semua pekerja bangunan mahir memasang dua jenis lantai ini. Selain itu, corak dan ketahanan dua jenis lantai ini menjadi alasan mengapa harganya lebih tinggi dari jenis lantai lainnya.

3. Lantai kayu

Meskipun lantai kayu solid, lantai laminasi, dan lantai vinyl sama-sama terbuat dari kayu, tapi tiga jenis lantai ini memiliki perbedaan mendasar. Lantai kayu solid adalah istilah yang diberikan untuk lantai kayu yang benar-benar terbuat dari kayu, bukan triplek atau kayu olahan. Bahan lantai kayu solid biasanya adalah kayu jati, kayu mahoni, kayu merbau, dll. Harganya pun bervariasi sesuai jenis kayu yang digunakan. Semakin tinggi kualitas jenis kayu, semakin mahal pula harga lantai kayu solid. Harga lantai kayu solid dari bahan kayu jati berukuran 1,5x12x30 cm – 100 cm bisa mencapai Rp 480 ribu sampai Rp 500 ribu per meter persegi. Lantai parket mempunyai definisi yang sama dengan lantai kayu solid. Perbedaannya, ukuran lantai parket lebih kecil daripada lantai kayu solid sehingga harganya pun lebih murah. Sebagai perbandingan, lantai parket dari bahan kayu jati ukuran 1,2x5x20 cm ditawarkan dengan harga Rp 185 ribu per meter persegi. Sebagai catatan, harga ini belum termasuk biaya pemasangan.

Sedangkan lantai laminasi adalah lantai dari serbuk kayu yang dipadatkan, kemudian permukaannya dilapisi dengan bahan tertentu sehingga menampilkan motif kayu. Singkatnya, lantai laminasi bukan lantai kayu sungguhan sehingga harga yang ditawarkan lebih rendah dari lantai kayu solid. Lantai laminasi kayu saat ini ditawarkan dengan harga berkisar antara Rp 175 ribu sampai Rp 225 ribu per meter persegi.

4. Lantai beton

Lantai beton juga bisa jadi pilihan, terutama bila pemilik rumah ingin menghadirkan gaya industrial di dalam huniannya. Ciri khas gaya industrial sendiri adalah dinding dan lantai yang raw alias setengah jadi, sehingga lantai beton ekspos tanpa polesan adalah pilihan sempurna. Beberapa kontraktor menawarkan jasa pembuatan cor dak lantai beton yang telah mencakup harga material beton, ongkos pekerja, dan biaya pembuatan bekisting dan besi. Rinciannya adalah sebagai berikut:

Harga beton K225= Rp 80 ribu per meter persegi

Ongkos pekerja= Rp 250 ribu per hari

Biaya bekisting dan besi= Rp 417 ribu per meter persegi

Total biaya= Rp 747 ribu per meter persegi.

Manakah jenis lantai yang paling cocok untuk Anda? Jangan ragu berkonsultasi pada tenaga profesional kami agar tidak salah pilih.