Pintu dalam: Ide desain, inspirasi & gambar

  1. Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
    Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
  2. Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
    Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
  3. Ad
  4. Ad

Pintu dalam selain berfungsi sebagai penghubung antara satu ruangan dengan ruangan lain, pintu juga memiliki fungsi estetika pada sebuah bangunan.

Perlu diketahui bahwa tidak semua pintu berbahan dasar kayu, bisa alumunium, pintu besi atau pintu pvc yang diproduksi massal. Sebelum membangun, ada baiknya mengenal beberapa jenis pintu berikut:

1. Pintu Ayun (Swing door)

Pintu jenis ini paling umum digunakan di hampir setiap konstruksi bangunan. Pengguna hanya perlu menarik atau mendorong gagang pintu untuk memfungsikannya, menggunakan mekanisme satu atau dua putaran untuk menutup dan membuka.

Bahan dasar pintu cukup beragam mulai dari kayu, papan, triplek, logam, kaca dan sebagainya. Pintu rumah biasanya menggunakan bahan dasar kayu ataupun campuran papan dan triplek. Sedangkan kantor atau ruko menggunakan bahan dasar kaca tebal dengan gagang terbuat dari besi dan berukuran lebih besar ketimbang gagang pintu rumah. Model ini fleksible karena bisa dibuka berlawanan arah ketimbang pintu rumah yang hanya satu arah.

Kelemahannya, membutuhkan space lebar untuk membuka dan menutup. Sebaiknya tidak membangun jenis pintu ini bila kapasitas ruangan tidak memadai. Bila tertiup angin, pintu terdengar bising. Bahkan kala terhempas angin kencang menutup secara otomatis dan mengeluarkan bunyi dentuman yang menggetarkan dinding-dinding. Kelemahan lain, sulit dibuka bila ada pasir dibawah sehingga meninggalkan jejak baret pada lantai.

2. Pintu Luvre

Diminati banyak orang karena memiliki ventilasi udara yang baik. Bentuknya seperti irisan-irisan horizontal yang dapat dibuka sebagai sirkulasi. Biasa digunakan untuk pintu lemari, kamar mandi atau ruang cuci dan garasi.

Tebal dan tipis ventilasi disesuikan sesuai kebutuhan. Cocok untuk pintu kamar mandi /ruang cuci dan pantry dengan bahan dasar alumunium steel. Sedangkan bahan kayu cocok untuk pintu lemari atau garasi.

Kelemahannya sulit dibersihkan, karenanya saat pengerjaan pembuatan harus dipastikan hasil halus dan tidak menghalangi pemandangan.

3. Pintu Geser

Pintu geser cocok untuk ruang keluarga, kamar, teras dan atau ruang bersantai keluarga. Desain praktis dengan memanfaatkan keterbatasan ruangan yang ada.

Biasanya bahan dasar dari kayu atau dikombinasikan dengan kaca tebal. Meski praktis, namun celah pintu yang tidak rapat rentan disisipi atau menjadi sarang serangga sebagai kelemahannya.

4. Pintu Bifold

Adalah pintu dengan lebih dari dua daun pintu. Dua pintu swing atau berlipat disatukan dalam satu trek. Pada waktu dibuka pintu akan terbuka sisi trek atau dapat didorong agar membuka. Cocok untuk bangunan minimalis semisal pembatas di teras, pantries, dsb

Fungsi utamanya lebih untuk memberikan pemandangan dari dalam keluar atau sebaliknya.

5. Pintu Prancis

Pintu yang memiliki jendela-jendela kaca di dalamnya. Umumnya dibangun untuk tujuan dekoratif karena mampu menyerap banyak cahaya masuk ke dalam rumah. Terkadang pintu ini bahkan berubah fungsi pengganti dinding interior.

Terbuat dari kayu dengan rakitan kaca-kaca pada bagian tengah. Pintu ini juga memiliki mullions, atau elemen dekoratif structural yang dirancang memisahkan kaca jendela yang berdekatan.

Kelemahannya adalah hilangnya privasi. Biasanya disiasati dengan memasang gordyn. Di daerah rawan badai pintu ini terbilang rawan sehingga harus disiasati dengan memasang jendela angin topan untuk mencegah puing-puing berterbangan dan menghancurkan kaca-kaca pintu. Biasanya jendela angin topan tersedia pada rolldown otomatis.

6. Pintu Saku

Meski terbilang baru, namun pintu ini begitu popular. Pintu dibuka dengan cara menggeser daun pintu masuk ke dalam celah dinding sehingga tak lagi terlihat. Desainnya bisa dibuat secara tunggal maupun rangkap. Biasanya digunakan pada desain rumah minimalis atau kamar mandi.

Karena praktis, pintu tidak memakan tempat sehingga kelebihan ruang bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain semisal untuk menaruh perabot.

Bahan Dasar Pintu

Hollow-core

Bahan pintu terkesan ringan dan harga sangat terjangkau. Kendati begitu, material kurang kedap terhadap suara bising. Keunggulannya desain dapat dimodifikasi sesuai keinginan bahkan seidentik dengan kayu utuh sekalipun. Bahan dengan kualitas unggul mampu menghindarinya dari ngengat dan rayap. Kisaran harga pada angka satu juta rupiah.

Solid-core

Umumnya dibuat dari bahan berkualitas tinggi sehingga kedap suara. Harga setingkat lebih tinggi dari Hollow care namun kualitas dan ketahanan lebih unggul bila dirawat dengan apik. Kisaran harga di angka 2 juta rupiah.

Kayu solid

Kayu solid adalah kayu utuh tanpa campuran. Biasanya kualitas dan harga lebih tinggi ketimbang hollow dan solid care. Meski tanpa campuran, dalam pembuatan pintu tetap memerlukan laminasi, finger joint atau konstruksi lain. Kekuatan dan ketahananya lebih unggul ketimbang hollow dan solid care bila diimbangi dengan perawatan yang apik, semisal di cat. Kisaran harga umumnya mulai satu juta rupiah hingga puluhan juta tergantung jenis kayu.

Apa yang harus dilakukan sebelum membeli pintu?

1. Ukur lebar pintu bagian atas

2. Ukur panjang sisi kiri

3. Ukur panjang sisi kanan

4. Ukur lebar pintu bagian bawah

5. Ukur ketebalan pintu

Perangkat Pintu

Knop, kunci dan pegangan termasuk kategori “hardware” yang terdapat pada pintu. Masing-masing memiliki fungsi berbeda. Pertimbangkan hal berikut sebelum membelinya:

- Sesuaikan perangkat “hardware” dengan material dasar pintu. Semisal pintu berbahan dasar ringan sesuaikan dengan yang ringan juga demikian juga untuk pintu berbahan dasar solid, agar seimbang dan nyaman saat difungsikan.

- Kunci manual VS elektronik: Bila kerap kehilangan kunci, ada baiknya kunci elektronik menjadi opsi dengan cara membuat kode khusus sebelum membuka pintu.

- Tombol pintu: Pilih knop pintu sederhana untuk menghindari Anda atau orang lain terkunci di dalam ruangan

Selanjutnya, bagaimana cara merawat pintu?

Merawat pintu secara umum dapat dikatakan mudah, Anda dapat melakukan sendiri dengan :

1. Membersihkan pintu secara teratur

2. Gunakan Aseton untuk mendapatkan hasil yang maksimal

3. Jauhkan pasir atau kerikil untuk menghindari goresan

4. Gunakan cairan khusus untuk melindungi permukaan pintu dan memberikan efek glossy pada kedua sisi pintu.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, Anda bisa menghubungi ahli pintu untuk berkonsultasi lebih jauh tentang bahan dan bagaimana mendapatkan kombinasi pintu dan kunci yang sesuai dengan kebutuhan Anda.