Ruang keluarga: Ide desain interior, inspirasi & gambar

  1. Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
    Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
  2. Ad
  3. Ad
  4. Ad
  5. Ad
  6. Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
    Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
  7. Ad
  8. Ad
  9. Ad
  10. Ad
  11. Ad

Sejarah singkat gaya interior Skandinavia

Istilah gaya interior Skandinavia identik dengan kesederhanaan, minimalisme, dan fungsionalitas. Gaya ini muncul untuk pertama kalinya di tahun 1950-an di lima negara Nordik, sebuah wilayah yang berada di Eropa sebelah utara dan berbatasan dengan Samudra Atlantik Utara. Lima negara Nordik yang dimaksud adalah Finlandia, Norwegia, Swedia, Islandia, dan Denmark. Konsep desain Skandinavia merupakan respon terhadap Perang Dunia II, dengan berangkat dari kesadaran bahwa tindakan dan pola pikir manusia ternyata bisa berujung tragedi. Dunia desain mencari alternatif dari gaya desain sebelumnya yang mengekspos kegemerlapan atau merefleksikan dominasi, sesuatu yang lebih natural dan mengutamakan kenyamanan serta keberadaan keluarga. Gagasan ini sedikit banyak dipengaruhi oleh gerakan revolusioner di bidang arsitektur dan desain oleh Bauhaus Jerman, Konstruktivisme Rusia, dan Dadaisme Swiss yang muncul setelah berlangsungnya Perang Dunia I di tahun 1914.

Musim dingin yang berlangsung lebih lama di wilayah Skandinavia membuat rumah-rumah di kawasan ini harus mampu memberikan kehangatan secara psikologis bagi penghuninya. Dalam sudut pandang desain Skandinavia, kehangatan itu bisa diciptakan dengan menampilkan kesederhanaan pada penataan ruang. Kesederhanaan akan mengaburkan eksistensi dominasi dan memperkuat perasaan diterima pada tiap individu. Desain arsitektur dan interior Skandinavia adalah hasil kontemplasi tentang keindahan dan fungsionalitas obyek kebutuhan sehari-hari haruslah terjangkau untuk semua kalangan, bukan hanya kaum kelas atas. Oleh karena itu furnitur minimalis yang diproduksi secara massal dari material kayu, plastik, atau aluminium berenamel cenderung diutamakan dalam desain Skandinavia.

Menata ruang tamu gaya Skandinavia

Meski kepopuleran gaya Skandinavia menurun pada kurun waktu 1960-1980an, gaya ini belakangan kembali menjadi hits di dunia desain interior. Ini terjadi karena keterbatasan lahan membuat ukuran rumah manusia modern, sehingga interior harus ditata seminimal mungkin agar suasana rumah tidak tumpang tindih. Di sinilah gaya Skandinavia muncul sebagai solusi untuk mendatangkan kenyamanan di rumah kecil. Berikut adalah beberapa tips menata ruang keluarga atau ruang tamu dengan gaya Skandinavia.

1. Kuncinya ada pada cahaya

Di musim dingin, matahari hanya bersinar selama tujuh jam di kawasan Skandinavia. Inilah mengapa gaya Skandinavia menonjolkan pencahayaan maksimal, baik dengan pemasangan jendela kaca lebar atau skylight. Tidak seperti gaya interior lainnya, jendela-jendela di rumah gaya Skandinavia dibiarkan terbuka tanpa tirai agar tidak menghalangi masuknya cahaya matahari ke dalam ruangan. Mengingat bahwa suasana gelap dan terang bisa mempengaruhi suasana hati seseorang, cahaya buatan dari lampu pun dimaksimalkan. Selain lampu utama, lampu gantung, lampu spot, lampu meja juga dipasang dalam satu ruangan yang sama agar ruangan menjadi terang maksimal. Bila ruang tamu atau ruang keluarga terintegrasi dengan ruang makan dan dapur, lampu di masing-masing area juga berfungsi sebagai pemisah ruang secara visual. Jika anda ingin menciptakan efek visual yang maksimal, tentu anda selalu dapat berkonsultasi secara bebas biaya dengan ahli interior kami.

2. Pesona warna netral

Putih, hitam, abu-abu, dan coklat adalah warna desain Skandinavia. Warna-warna ini, khususnya putih, lazim diaplikasikan pada dinding, lantai, hingga langit-langit sehingga menghasilkan tampilan ruang tamu yang bersih, terang, dan menenangkan. Nuansa monokrom putih polos memberi kesempatan pada elemen lain dalam ruangan seperti furnitur dan hiasan dinding untuk menonjol. Kertas dinding dan karpet tidak dikenal dalam gaya Skandinavia. Bahkan tanpa hiasan apapun ruang tamu Skandinavia akan tampil sempurna dengan aksen dinding warna hitam. Gaya Skandinavia memungkinkan kita mengubah penampilan ruangan dengan mudah dan terjangkau, karena yang kita butuhkan hanyalah beberapa kaleng cat. Untuk menghadirkan kesatuan visual, furnitur dan elemen dekorasi seperti bantal kursi, lukisan, atau tekstil pelapis sofa juga harus dalam warna netral.

3. Perabotan seminim mungkin

Sesuai dengan kredo 'sedikit itu lebih baik' (less is more) desain Skandinavia, kita perlu membatasi keberadaan furnitur di ruang tamu atau ruang keluarga. Sofa atau kursi berlengan yang digunakan sebaiknya memiliki garis sederhana, tidak berlekuk-lekuk, tekstil pelapis tanpa motif dan populer di kalangan masyarakat sekitar. Lemari dinding adalah cara cerdas untuk menyimpan semua perangkat keperluan sehari-hari agar tak terlihat oleh mata. Dengan menerapkan tips ini ilusi keluasan ruang akan tercipta pada sebuah ruang keluarga berdimensi kecil.

4. Tanaman hias dan bunga segar

Tanaman hias berdaun kecil dan tidak membutuhkan banyak sinar matahari adalah dekorasi yang akan menghidupkan suasana monokrom ruang keluarga Skandinavia. Tanaman sebaiknya diletakkan dalam pot hias yang berwarna senada dengan dinding atau lantai untuk menciptakan kesatuan visual antar elemen dalam ruangan. Bila ruang keluarga tidak terlalu luas, pot tanaman hias diletakkan di rak dinding atau rak buatan sendiri dari papan dan siku besi. Kita juga bisa menghadirkan suasana alami dalam ruang keluarga Skandinavia dengan meletakkan rangkaian bunga segar dalam vas bunga berbentuk geometris yang simpel. Toples kaca berisi air bersih dan bunga segar juga bisa menjadi elemen hias simpel dan menawan.

5. Menjaga kebersihan dan kerapian

Nuansa serba putih ala Skandinavia membuat kita waspada terhadap kotoran sekecil apapun, baik di lantai maupun dinding. Baik debu atau jejak kaki harus segera dibersihkan agar tidak membekas bila dibiarkan terlalu lama. Pesona gaya Skandinavia yang diterapkan di ruang keluarga bisa memudar bila tidak diikuti dengan usaha untuk menjaga kerapian dengan meletakkan barang-barang pada tempatnya setelah selesai digunakan. Bagi mereka yang tidak suka bersih-bersih rumah, gaya Skandinavia mengajarkan cara praktis untuk menjaga kebersihan dan kerapian rumah, yaitu hanya membeli dan menggunakan benda yang sangat dibutuhkan untuk mempertahankan kesan lapang dan minimalis pada ruangan.