Ruang multimedia: Ide desain, inspirasi & gambar

  1. Mutiara Palace:  Ruang Multimedia by KERA Design Studio
  2. RUANG TV LANTAI 2:  Ruang Multimedia by PT.Matabangun Kreatama Indonesia
  3. Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
    Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
  4. Rak TV:  Electronics by POWL Studio
    Ad
  5. Home Theatre :  Electronics by Vaastu Arsitektur Studio
  6. Home Theatre:  Electronics by Vaastu Arsitektur Studio
  7. Modern Minimalist House:  Ruang Multimedia by CV Leilinor Architect
  8. Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
    Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
  9. DS house banda aceh:  Ruang Multimedia by Lighthouse Architect Indonesia
  10. M Polonia House :  Ruang Multimedia by Lighthouse Architect Indonesia
  11. M Polonia House :  Ruang Multimedia by Lighthouse Architect Indonesia
  12. Ruang Karaoke:  Electronics by Cendana Living
  13. Rumah Tinggal Mewah di Semarang:  Ruang Multimedia by Paulus Adi Budianto
  14. PRIVATE RESIDENTIAL @ NAVAPARK, BSD CITY, TANGERANG, INDONESIA:  Ruang Multimedia by PT. Dekorasi Hunian Indonesia (DHI)
    Ad
  15. Karaoke Room:  Ruang Multimedia by SEKALA Studio
  16. Penn Villa Umalas:  Ruang Multimedia by Studio Tropis
  17. Penn Villa Umalas:  Ruang Multimedia by Studio Tropis
  18. FN Megaland, Pematangsiantar City:  Ruang Multimedia by Lighthouse Architect Indonesia
  19. Karaoke Room:  Ruang Multimedia by Lighthouse Architect Indonesia
  20. Karaoke Room:  Ruang Multimedia by Lighthouse Architect Indonesia
  21. Ruang Santai:  Ruang Multimedia by Lighthouse Architect Indonesia
  22. Pluit Residence:  Ruang Multimedia by KERA Design Studio
  23. Art Gallery:  Ruang Multimedia by Ashari Architect
  24. Art Gallery:  Ruang Multimedia by Ashari Architect
  25. Art Gallery:  Ruang Multimedia by Ashari Architect
  26. Art Gallery:  Ruang Multimedia by Ashari Architect
  27. Art Gallery:  Ruang Multimedia by Ashari Architect
  28. Playfull Area:  Ruang Multimedia by Veon Interior Studio
  29. Class Room:  Ruang Multimedia by ADEA
  30. Class Room:  Ruang Multimedia by ADEA
  31. Class Room:  Ruang Multimedia by ADEA
  32. Mini Theater:  Ruang Multimedia by ADEA
  33. Metro House:  Ruang Multimedia by IDEO DESIGNWORK

Ruang multimedia, sarana hiburan keluarga modern

Sebenarnya, ruang multimedia bukan barang baru bagi pecinta film yang ingin menonton film bioskop setiap saat tanpa harus meninggalkan rumah. Di masa keemasan film seluloid, rumah keluarga menengah ke atas telah memiliki bioskop mini yang dilengkapi dengan proyektor dan dinding putih polos di mana film akan diproyeksikan. Di beberapa negara, kebiasaan ini bahkan telah berlangsung bersamaan ditemukannya proyektor di penghujung tahun 1800-an. Ruang proyektor untuk rumah pribadi diperkenalkan di Indonesia oleh para pendatang kelas atas dari Belanda yang datang ke Tanah Air di masa pendudukan. Hal ini bisa diketahui dari keberadaan ruang proyektor pribadi di Vila Isola, bangunan bersejarah di Bandung yang kini berfungsi sebagai kantor rektorat Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Vila ini awalnya dibangun dan dimiliki oleh taipan media asal Belanda, Dominique Willem Berretty, sebagai rumah peristirahatan.

Berkat kemajuan di bidang teknologi, para pecinta film bisa menambahkan sistem perangkat suara untuk mendatangkan suasana bioskop di rumah. Perangkat yang lazim disebut home theatre sempat hits di era kaset video analog (VHS dan Betamax), di mana televisi tabung berlayar lebar dan perangkat pemutar video menggantikan fungsi proyektor seluloid dan layar. Bersamaan dengan datangnya era digital, pergeseran teknologi perangkat home theater pun dimulai. Kini masyarakat berkesempatan menonton film dengan nuansa bioskop berkat dirilisnya proyektor digital yang bisa dikoneksikan ke berbagai perangkat, baik DVD player, USB flash disk, komputer, bahkan booster TV kabel. Tinggal di pelosok dan jauh dari pusat keramaian kota bukan lagi sesuatu yang menakutkan apabila rumah telah dilengkapi dengan sarana hiburan seperti seperangkat home theater dalam ruang multimedia yang nyaman dan hangat.

Tips menata ruang multimedia

Jalan macet dan keramaian bisa membatalkan niat kita untuk menonton film di bioskop. Meski demikian, jangan sampai keinginan untuk menikmati hiburan jadi terhalang. Tata saja sebuah ruangan kosong di rumah sedemikian rupa agar menjadi tempat yang representatif bagaikan di dalam gedung bioskop. Untuk itu, coba terapkan beberapa tips berikut:

1. Terpisah dari ruangan lain

Untuk menciptakan nuansa bioskop, sebaiknya ruang multimedia terpisah dari ruangan lain, baik ruang keluarga dan atau ruang makan. Tujuannya jelas, agar atmosfer bioskop lebih terasa di ruang multimedia. Lengkapi ruang multimedia dengan pintu, jendela, dan dinding yang telah dilapisi bahan kedap udara agar suara sound system yang membahana tidak bocor keluar dan mengganggu kenyamanan penghuni rumah lainnya. Jendela di ruang multimedia sebaiknya tidak terlalu besar untuk mengurangi masuknya cahaya dalam intentsitas besar yang bisa mengganggu ketajaman gambar.

2. Penataan tempat duduk

Sebelum memilih furnitur untuk ruang multimedia, coba perhatikan dan ukur (kalau perlu) ruang multimedia. Apakah ruang multimedia akan digunakan untuk pribadi, atau kita berencana mengundang teman-teman nonton bareng final Piala Dunia suatu saat nanti. Sebuah sofa panjang sudah cukup untuk ruang multimedia berukuran sedang. Tutup seluruh lantai dengan karpet tebal agar hadirin bisa duduk di karpet ketika sofa sudah penuh terisi. Lengkapi jendela dengan tirai dari bahan yang tak tembus cahaya, agar cahaya dari luar tidak memudarkan tampilan gambar di layar ketika Anda menonton film di siang hari.

Sofa, karpet, dan tirai empuk dan tebal dapat juga berfungsi sebagai peredam suara. Sebaiknya pilih atau padu padankan warna-warna gelap agar perhatian tidak terpecah dari tayangan pada layar. Bila ingin menggunakan proyektor, cat satu bagian dinding dengan warna putih dan biarkan polos tanpa peredam suara atau hiasan karena dinding ini nantinya akan berfungsi sebagai layar.

3. Penataan kabel, sound system, dan layar

Saat menata ruang multimedia kita juga perlu memperhitungkan jarak antara perangkat dengan stop kontak, dan berapa jumlah stop kontak di dalam ruangan. Usahakan agar kabel-kabel yang melintang bisa disembunyikan di balik karpet dengan aman dan tidak membahayakan orang yang lalu lalang. Manakah perangkat terbaik berdasarkan luas ruangan; televisi layar datar, televisi layar cembung, atau proyektor? Bila memungkinkan, sebaiknya sound system ditata melingkar atau seimbang antara depan dan belakang agar kita bisa merasakan sensasi akustik ruangan yang sempurna seperti di gedung bioskop. Perlu diingat bahwa satu hal yang membuat nonton film di bioskop jauh berkesan daripada nonton film dari layar smartphone adalah gambar yang kaya warna dan suara yang menggelegar.

4. Penataan cahaya

Sebelum memutuskan di mana kita akan meletakkan layar atau televisi super besar, perhatikan dari arah mana cahaya masuk. Hindari meletakkan layar atau televisi membelakangi jendela. Walaupun saat ini teknologi telah menciptakan televisi LED yang gambarnya tetap tajam di bawah paparan sinar matahari, tapi menonton televisi sambil melihat ke arah cahaya pada saat yang sama membuat mata terasa silau dan mudah lelah. Sedangkan menempatkan layar di arah yang berlawanan (menghadap ke arah jendela) juga kurang ideal. Posisi yang paling ideal adalah jendela berada di samping belakang dari layar. Seperti dalam gedung bioskop, lampu ruangan multimedia tidak perlu sangat terang seperti di ruangan lainnya. Satu lampu utama bisa dinyalakan saat tayangan film belum dimulai atau sudah usai. Bisa juga melengkapi ruangan dengan satu dua lampu dinding bercahaya redup untuk mengundang suasana dramatis. Mempunyai lampu-lampu yang bisa diredupkan dengan remote control adalah sebuah nilai plus untuk ruang multimedia kita.

Hubungi profesional pilihan untuk merancang ruang multimedia impian Anda!