Rumah keluarga besar: Ide desain, inspirasi & gambar

  1. House 3:  Rumah keluarga besar by SEKALA Studio
  2. Home Lift:  Rumah keluarga besar by PT. Puridimas Austrindo
  3. Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
    Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
  4. Eksterior human view :  Rumah keluarga besar by studioindoneosia
  5. H-House:  Rumah keluarga besar by Scande Architect
  6. PIKtangular House:  Rumah keluarga besar by BlocStudio
  7. House 1:  Rumah keluarga besar by SEKALA Studio
  8. Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
    Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
  9. House 2:  Rumah keluarga besar by SEKALA Studio
  10. :  Rumah keluarga besar by christstevie architecture interior contractor
  11. :  Rumah keluarga besar by christstevie architecture interior contractor
  12.  Rumah keluarga besar by Kor Design&Architecture
  13.  Rumah keluarga besar by แบบบ้านออกแบบบ้านเชียงใหม่
  14.  Rumah keluarga besar by แบบบ้านออกแบบบ้านเชียงใหม่
  15.  Rumah keluarga besar by BENPE ARQUITECTOS
  16.  Rumah keluarga besar by ARENISCAS STONE
  17.  Rumah keluarga besar by DR Arquitectos
    Ad
  18.  Rumah keluarga besar by แบบบ้านออกแบบบ้านเชียงใหม่
  19.  Rumah keluarga besar by Vida Arquitectura
  20.  Rumah keluarga besar by jaguarq3destudio
  21.  Rumah keluarga besar by MODOS Arquitectura
  22.  Rumah keluarga besar by HOME
    Ad
  23.  Rumah keluarga besar by ELOARQ
  24.  Rumah keluarga besar by ELOARQ
  25.  Rumah keluarga besar by Innerspace
    Ad
  26.  Rumah keluarga besar by AAPA건축사사무소
    Ad
  27.  Rumah keluarga besar by Jr Arquitetura + interiores
  28.  Rumah keluarga besar by Design Group Latinamerica
  29.  Rumah keluarga besar by HOME
    Ad
  30.  Rumah keluarga besar by HOME
    Ad
  31.  Rumah keluarga besar by Architecture Creates Your Environment Design Studio
    Ad
  32.  Rumah keluarga besar by AREA - arquitectura y construcción
  33.  Rumah keluarga besar by GS TALLER DE ARQUITECTURA

Apa arti rumah keluarga besar?

Rumah keluarga besar (multifamily house) secara harafiah berarti sebuah rumah yang menjadi tempat tinggal beberapa keluarga. Rumah keluarga besar bukan hal baru di Tanah Air kita, karena sudah didirikan dan menjadi hunian masyarakat tradisional Indonesia dari berbagai suku dan budaya sejak berabad silam. Bagi masyarakat tradisional, tinggal bersama keluarga lain bukan sesuatu yang aneh mengingat watak orang Indonesia masa lalu yang komunal dan menyukai kebersamaan. Tidak ada jarak antara generasi tua dan generasi muda di rumah keluarga besar, karena tersedia banyak waktu untuk berdiskusi dan saling bertukar pengalaman atau pengetahuan.

Salah satu rumah keluarga besar tradisional Indonesia adalah rumah betang, sebutan untuk rumah tradisonal suku Dayak yang tersebar di beberapa daerah di Kalimantan. Rumah betang adalah sebuah rumah kayu yang panjangnya bisa mencapai 30-150 meter, lebar sampai dengan 10-30 meter, didirikan di atas tiang-tiang (rumah panggung), dan dapat menampung 100 sampai 150 orang dari beberapa keluarga sekaligus. Selain itu, mendirikan dan tinggal di rumah keluarga besar juga menjadi kebiasaan beberapa suku tradisional Indonesia lainnya seperti suku Minangkabau (rumah gadang), Aceh dan Gayo, Toraja (tongkonan), Badui, dan suku Dani.

Di era modern rumah keluarga besar masih menjadi pilihan hunian bagi sejumlah keluarga. Bentuk dan dimensi rumah pun disesuaikan dengan kondisi kekinian. Warga perkotaan, misalnya, sulit membangun rumah berukuran besar karena lahan yang terbatas sehingga jumlah keluarga yang tinggal di bawah satu atap pun juga jauh berkurang. Jika di masa lalu rumah keluarga besar menjadi hunian banyak keluarga, dewasa ini rumah yang ditinggali dua keluarga sudah bisa disebut sebagai rumah keluarga besar.

Arsitektur rumah keluarga besar masa kini

Di dunia arsitektur kita mengenal istilah rumah duplex, yaitu sebuah istilah untuk dua buah rumah sebelah menyebelah dengan bentuk yang sama persis dalam hal eksterior dan interiornya. Dua rumah ini saling berbagi halaman depan dan halaman belakang yang dapat digunakan bersama-sama. Biasanya rumah duplex ditinggali sepasang orang tua dan anak yang belum menikah di satu sisi, dan anak mereka yang telah menikah di sisi lain. Rumah duplex sudah tersedia di Tanah Air, meski baru terbatas di beberapa kota besar.

Rumah semi-detached (rumah koppel atau rumah dempet) memiliki struktur yang sama persis dengan rumah duplex. Perbedaannya, dua area rumah dempet berada di bawah satu atap yang sama. Fasad rumah dempet mirip sebuah rumah besar dengan banyak ruangan. Orang yang numpang lewat mungkin tidak akan mengira bahwa rumah besar itu adalah dua bagian yang berbeda dan ada dua keluarga yang tinggal di dalamnya. Seperti rumah duplex, rumah semi-detached telah tersedia di beberapa wilayah kota besar Indonesia. Selain dua jenis rumah keluarga besar di atas, rumah susun (flat houses) juga dapat dikategorikan sebagai rumah keluarga besar. Namun di rumah susun, dua keluarga yang bertalian darah harus tinggal bersama keluarga lain yang tidak memiliki hubungan darah sama sekali.

Perubahan juga terjadi dalam hal material yang digunakan untuk membangun rumah keluarga besar. Bila di masa lalu rumah keluarga besar dibangun menggunakan material kayu, saat ini bahan beton, semen, dan batu bata menjadi pilihan material utama rumah keluarga besar modern. Ini terjadi karena beberapa alasan. Pertama, harga kayu semakin mahal setiap tahun dan dianggap membebani biaya pembangunan. Kedua, masyarakat menganggap material beton dan batu bata lebih kuat dan tidak memerlukan perawatan khusus dibandingkan kayu.

Apa saja kekurangan dan kelebihan rumah keluarga besar?

Selain rumah keluarga besar, jenis dan bentuk rumah impian semakin beragam dari tahun ke tahun. Ada apartemen, condominium, rumah tunggal, dan rumah susun. Namun semua pilihan tentu memiliki sisi positif dan negatif, demikian juga rumah keluarga besar. Paparan berikut bisa jadi bahan pertimbangan Anda.

Sisi positif:

1. Lebih efektif dalam hal biaya. Dua keluarga yang memutuskan untuk hidup bersama bisa berbagi tanggung jawab dalam hal pengadaan dan perawatan rumah. Hal ini cukup menguntungkan jika Anda, misalnya, masih dalam tahap meniti karir dan belum berpenghasilan stabil.

2. Bantuan yang selalu siap 24 jam. Di masa-masa sulit, sebuah keluarga muda tidak akan merasa seorang diri karena keluarga di sebelah rumah dapat dimintai pendapat dan bantuan.

3. Mempererat jalinan kekeluargaan. Dua keluarga yang tinggal di bawah satu atap akan memiliki banyak waktu untuk menikmati akhir pekan atau liburan bersama. Tidak perlu bepergian jauh-jauh ke tempat wisata, di halaman belakang rumah pun bisa.

Sedangkan sisi negatif rumah keluarga besar adalah:

1. Privasi kurang terjamin. Masing-masing keluarga secara tidak sadar akan mengetahui apa kegiatan satu sama lain. Orang tua di sebelah rumah akan bisa mendengar Anda bertengkar, atau sedang melakukan aktivitas lain dengan pasangan.

2. Kurang mandiri. Bantuan yang siap 24 jam bisa membuat keluarga muda menjadi manja. Apalagi jika keluarga orang tua mampu secara ekonomi. Ada kecenderungan keluarga muda kurang bertanggung jawab dalam pengasuhan anak, karena ada kakek nenek yang selalu siap mengasuh cucu mereka.

3. Tanggung jawab ganda. Bila Anda tinggal bersama orang tua yang sudah sangat lemah secara fisik akibat usia, Anda juga bertanggung jawab terhadap kondisi orang tua Anda. Bukan hanya makanan dan kesehatan, Anda juga harus meluangkan waktu untuk bercakap-cakap dengan orang tua agar mereka tidak merasa kesepian.

Apakah rumah keluarga besar adalah rumah impian Anda untuk tinggal bersama pasangan, anak-anak, dan orang tua? Ahli kami siap membantu Anda dalam hal merancang rumah keluarga besar terbaik dengan privasi tak terhingga.