Rumah pasif: Ide desain interior, inspirasi & gambar

  1.  Rumah pasif by iQbit, SA de CV
    Ad
  2.  Rumah pasif by 株式会社 ATELIER O2
  3. Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
    Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
  4.  Rumah pasif by FingerHaus GmbH
    Ad
  5.  Rumah pasif by FingerHaus GmbH
    Ad
  6.  Rumah pasif by 株式会社 ATELIER O2
  7.  Rumah pasif by Architekturbüro Schaub
  8. Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
    Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
  9.  Rumah pasif by TAMAGO
  10.  Rumah pasif by MMKM associates
  11.  Rumah pasif by AlbertBrito Arquitectura
    Ad
  12.  Rumah pasif by Maisons Loginter
  13.  Rumah pasif by Lazza Arquitectos
    Ad
  14.  Rumah pasif by Barak Mizrachi Architects
  15.  Rumah pasif by Loft26
    Ad
  16.  Rumah pasif by Lazza Arquitectos
    Ad
  17.  Rumah pasif by Lores STUDIO. arquitectos
  18.  Rumah pasif by Taller NR Arquitectura
  19.  Rumah pasif by Excelencia en Diseño
  20.  Rumah pasif by HOME
    Ad
  21.  Rumah pasif by António Bilelo, Arquitecto
  22.  Rumah pasif by TANGENTE ARQUITECTURA LOCAL
  23.  Rumah pasif by 株式会社 ATELIER O2
  24.  Rumah pasif by TANGENTE ARQUITECTURA LOCAL
  25.  Rumah pasif by iQbit, SA de CV
    Ad
  26.  Rumah pasif by Hexa Green Projekty domów
  27.  Rumah pasif by Hexa Green Projekty domów
  28.  Rumah pasif by Eduardo Zamora arquitectos
  29.  Rumah pasif by Rr+a  bureau de arquitectos
    Ad
  30.  Rumah pasif by Rr+a  bureau de arquitectos
    Ad
  31.  Rumah pasif by Rr+a  bureau de arquitectos
    Ad
  32.  Rumah pasif by Rr+a  bureau de arquitectos
    Ad
  33.  Rumah pasif by Rr+a  bureau de arquitectos
    Ad

Apa arti rumah pasif?

Rumah pasif adalah bangunan yang dikonstruksi untuk mengurangi konsumsi penghangatan atau pendinginan sekitar 75% hingga 90%. Rumah pasif biasanya cocok ditempati keluarga kecil dan merupakan solusi cerdas untuk masalah konsumsi energi, karena sumber energinya alami, biasanya tenaga surya serta sumber lainnya seperti air hujan. Air hujan biasanya ditampung dan didaur ulang sebanyak mungkin. Inilah konsep dasar rumah pasif: menggunakan tenaga dan sumber daya alami seefektif mungkin agar tenaga yang diproduksi rumah tersebut lebih banyak daripada yang dikonsumsi, untuk mengurangi jejak ekologis. Semuanya diusahakan dapat digunakan ulang dan dihemat.

Jejak ekologis adalah metode kalkulasi untuk mengevaluasi tekanan konsumsi manusia terkait sumber daya alam yang diukur dengan global hektar (gha). Metode ini membandingkan berbagai macam konsumsi dan metode pengkuran untuk menentukan apakah ia masih berada dalam kapasitas ekologis planet kita. Dalam hal ini, satu hektar dapat menjadi representasi rata-rata produktivitas planet ini per hektarnya. Jejak ekologis juga memperhitungkan sumber daya alam yang dapat diperbaharui seperti sayur, daging, ikan, kayu, serat, energi terbarukan, dst. Rumah pasif tidak hanya terbatas untuk hunian saja, namun untuk berbagai tipe bangunan seperti sekolah, supermarket dsb.

Apa saja ciri dan kriteria rumah pasif?

Menghemat energi: Ia harus dapat menciptakan sendiri energi yang ia butuhkan, misalnya melalui panel surya. Namun bangunan tersebut juga harus berlokasi di tempat yang tepat untuk dapat menghemat energi dalam pencahayaan dan pendinginan.

Menghemat air: Air adalah faktor yang penting. Bangunan ini membutuhkan instalasi yang memungkinkan penggunaan air yang ekonomis.

Materi: Materi yang dipilih sebaiknya sealami dan selokal mungkin karena transportasi bahan juga memberikan jejak karbon. Terlebih lagi materi yang kontaminatif seperti plastik sebaiknya dihindari. Ini tidak hanya berlaku bagi materi bangunan tapi juga detail lainnya seperti dekorasi, lukisan, furnitur, cat, dsb.

Seberapa efektif rumah pasif dapat menghemat biaya?

Salah satu contoh termudah adalah rumah pasif di negara beriklim dingin. Untuk menghemat biaya pemanasan ruang, rumah pasif bahkan memanfaatkan suhu badan penghuni rumah untuk didaur ulang. Selain itu rumah pasif memanfaatkan cahaya matahari seefektif mungkin dengan memastikan bahwa instalasi pintu dan jendela dilakukan dengan metode yang sedemikian rupa dan cerdas sehingga pencahayaan alami maksimal dan suhu ruang di dalam rumah stabil, tidak terlalu panas atau dingin.

Konsep ini diimplementasikan dalam proyek yang direncanakan dengan mendetil menggunakan software komputer, yang sering disebut dengan PHPP (Passive House Planning Package). Keuntungan dari rumah pasif adalah suhunya relatif stabil sepanjang tahun, yaitu 20-25 derajat C. Emisi karbon dioksida pun cukup rendah dan kelembapan air tentunya terkontrol, sehingga sehat dan aman untuk keluarga anda.

Rumah pasif pada dasarnya memiliki prinsip yang serupa dengan rumah ekologis, namun rumah pasif memiliki perbedaan dari segi teknologi. Rumah pasif dapat menyingkirkan udara lembap dan menyerap panas tanpa harus membuka jendela. Pendek kata ia memang didesain untuk mengkonsumsi energi minimum untuk mengakomodasi bangunan dengan temperatur yang nyaman.

Berapa harga rumah pasif?

Yang paling menarik adalah bahwa segala fasilitas yang ada tidak meningkatkan biaya, sebelum atau setelah proses pembangunan rumah. Jika ada sedikit perbedaan untuk rumah yang lebih hijau, seharusnya tidak lebih dari 5% saja dari total nilai bangunan.

Hal ini membuktikan bahwa investasi tersebut membutuhkan usaha minimal tapi sangat menguntungkan, karena pada akhirnya ia akan memberikan perbedaan besar dalam jangka panjang secara finansial dan tentunya kesehatan. Hal ini karena tagihan listrik yang akan merosot per bulannya dibandingkan dengan rumah biasa, karena energi yang diproduksi melebihi energi yang dikonsumsi. Anda yang memilih hunian atau bangunan jenis ini pada akhirnya mendapat keuntungan maksimal dari kondisi iklim dan geografis lokal.

Banyak arsitek dan tenaga ahli akan merencanakan rumah jenis ini di masa mendatang untuk rencana jangka panjang, karena biaya pembangunannya pun diperkirakan akan semakin menurun, sempurna bagi mereka yang sedang menabung untuk membeli rumah tinggal idaman.