Rumah tropis: Ide desain interior, inspirasi & gambar

  1. Nakula House:  Rumah tinggal  by BAMA
  2. Tiara Residence:  Rumah tinggal  by BAMA
  3. Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
    Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
  4.  Rumah by homify
  5. Nakula House:  Rumah tinggal  by BAMA
  6. Nakula House:  Rumah tinggal  by BAMA
  7. Nakula House:  Rumah tinggal  by BAMA
  8. Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
    Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
  9. Nakula House:  Rumah tinggal  by BAMA
  10. Nakula House:  Rumah tinggal  by BAMA
  11. Nakula House:  Rumah tinggal  by BAMA
  12. 'S' house:  Rumah by Simple Projects Architecture
  13. 6x15 House:  Rumah by SEKALA Studio
  14.  Rumah by homify
  15. Rumah konsep alam:  Rumah tinggal  by Ikhwan desain
  16.  Rumah by homify
  17. Tiara Residence:  Rumah tinggal  by BAMA
  18. Tiara Residence:  Rumah tinggal  by BAMA
  19. :  Rumah tinggal  by Griya Cipta Studio
  20.  Rumah by homify
  21. Rumah jabatan dinas peternakan SUL-SEL:  Rumah tinggal  by SEVEN ARCHITECTURE STUDIO
  22. :  Rumah tinggal  by Griya Cipta Studio
  23.  Rumah by homify
  24. Mrs.Emilia’s House:  Rumah by Chans Architect
  25. Wood Ceiling Decorative:  Rumah teras by AIRE INTERIOR
  26. House at Gegerkalong, Bandung, Indonesia:  Rumah tinggal  by Studio Avana
  27. Nakula House:  Rumah tinggal  by BAMA
  28. Tampak Depan - Sisi Selatan:  Rumah tinggal  by graha reka arsidea
  29. Nakula House:  Rumah tinggal  by BAMA
  30. Nakula House:  Rumah tinggal  by BAMA
  31. Nakula House:  Rumah tinggal  by BAMA
  32. Rumah Jatiwaringin:  Rumah by Alfaiz Design
  33. Tiara Residence:  Rumah tinggal  by BAMA

Apa itu rumah tropis?

Sesuai dengan namanya, rumah tropis adalah hunian yang didirikan di area beriklim tropis, yaitu iklim bersuhu hangat antara 20-24 C dengan curah hujan paling tinggi jika dibandingkan wilayah lain di Bumi. Indonesia dan beberapa negara lain di Asia, Afrika, Australia, dan Amerika Selatan adalah kawasan beriklim tropis. Namun itu tidak berarti bahwa semua rumah yang didirikan di wilayah-wilayah itu adalah rumah tropis. Satu hal yang khas dari rumah tropis adalah rumah ini dibangun di atas tiang-tiang kayu dan membentuk semacam kolong di bawah rumah. Struktur ini dibuat karena biasanya rumah tropis dibangun di dekat pantai atau sungai yang rawan meluap di musim hujan atau saat terjadi pasang naik. Kebiasaan ini telah dilakukan sejak lama oleh masyarakat Indonesia yang mendiami wilayah Sumatra, Kalimantan, Jawa Barat, Nusa Tenggata Barat, Sulawesi, dan Papua Barat. Konstruksi rumah tradisional di Indonesia umumnya terbuat dari kayu dan terbagi atas tiga ruang utama, yaitu serambi, ruangan induk yang terbagi atas ruang keluarga dan kamar tidur, serta dapur (yang kadang juga berfungsi sebagai ruang makan).

Berdasarkan sudut pandang ilmu arsitektur Barat dalam mendefinisikan arsitektur tropis, gaya arsitektur ini merujuk pada rumah atau bangunan di pemukiman pesisir Karibia yang juga terbuat dari kayu, dibangun di atas tiang-tiang, dan dilengkapi pintu kaca geser dan beranda berpanorama pantai. Rumah tropis di tepi pantai biasanya ditata dengan gaya interior open plan, agar penghuni rumah dapat menikmati indahnya laut biru dari dalam rumah. Material rumah seluruhnya terbuat dari kayu, termasuk plafon ekspos dan atap bagian luar yang ditutup rumbia sintetis. Dewasa ini konsep rumah tropis banyak diterapkan oleh pengelola hotel dan penginapan di kawasan wisata pantai untuk menarik perhatian pengunjung.

Rumah tropis modern

Dari dua sudut pandang tentang rumah tropis di atas, kita bisa mengetahui adanya kesamaan antara rumah tropis versi Nusantara dan rumah tropis ala Karibia. Kesamaan itu terdapat pada motif yang melatarbelakangi pendirian rumah tropis, yaitu sebagai cara untuk mendirikan rumah tinggal sesuai dengan kondisi geografis dan lingkungan sekitar. Fenomena cuaca ekstrem dan perubahan iklim membuat manusia harus mengubah cara pandangnya terhadap beberapa hal, termasuk dalam hal membangun rumah. Rumah di dataran rendah dan berdekatan dengan sungai kini lebih berisiko terhadap bencana banjir dibandingkan beberapa puluh tahun silam. Bila pindah ke rumah baru di dataran yang lebih tinggi tidak memungkinkan, maka langkah satu-satunya adalah menyesuaikan konstruksi rumah agar tahan terhadap apapun, baik panas maupun banjir.

Kami di homify menawarkan rumah tropis sebagai solusi, dan tentunya tenaga ahli yang mumpuni dalam setiap bidang. Mereka yang tinggal di dataran rendah dapat tidur nyenyak dalam rumah tropis meski hujan deras mengguyur setiap hari. Warga yang tinggal di dataran tinggi dapat menikmati panorama sekitar dari rumah tropisnya setiap saat. Inilah beberapa hal yang wajib dipertimbangkan sebelum kita membangun rumah tropis.

1. Pondasi

Membuat pondasi adalah tahap pertama yang harus dilakukan saat membangun rumah. Ketahanan sebuah rumah sangat tergantung pada kualitas pondasi. Pada rumah tropis kayu, pondasi yang digunakan adalah pondasi tiang. Struktur pondasi jenis ini secara garis besar adalah tiang kayu yang ditanamkan ke dalam telapak beton cetak. Tiang kayu ini juga diperkuat oleh kolom penyangga, paku, pasak besi, dan balok pengikat agar kuat menyangga berat bangunan rumah. Pembuatan pondasi tiang memerlukan ketelitian sehingga tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa.

2. Material

Mengingat struktur rumah tropis yang akan sering diterpa panas dan hujan, material kayu yang digunakan harus nomor satu. Khususnya pada pondasi tiang, atap, dan dinding. Tidak diragukan lagi, kayu jati adalah jenis kayu yang paling kuat dan tahan lama. Masalahnya, stok kayu jati yang semakin menipis mengakibatkan harganya melambung tinggi, yaitu sekitar Rp 4 juta per meter. Alternatifnya adalah memilih kayu meranti yang juga berkualitas dan tahan lama, harganya juga jauh lebih murah. Sebagai perbandingan, saat ini harga kayu meranti sepanjang 4 meter adalah Rp 49 ribu per batang. Kayu ulin memiliki sifat tahan terhadap air laut, sehingga cocok untuk rumah tropis di daerah pesisir. Sedangkan kayu kamper cocok untuk bahan kusen pintu dan jendela karena jenis kayu ini tidak disukai rayap.

3. Sirkulasi udara

Struktur interior rumah tropis harus dibuat sedemikian rupa agar tidak menghalangi aliran udara. Dinding di dalam rumah sebaiknya memiliki lubang di bagian atas dan bawah agar udara tidak terjebak dalam ruangan. Hal ini perlu dilakukan untuk mengatasi hawa panas yang menjadi ciri iklim tropis. Bukaan atau jendela di dekat langit-langit rumah juga bisa membantu mengatasi hawa panas. Bukaan ini sebaiknya bisa ditutup untuk mencegah efek buruk angin malam. Agar sirkulasi udara di dalam rumah lebih terjaga, jendela sebaiknya tidak lebih atau kurang dari tinggi tubuh manusia. Selain itu, usahakan lebar ruangan tidak lebih dari lima kali ketinggian langit-langit.

4. Pelindung panas

Peredaran Bumi mengelilingi matahari menyebabkan arah sinar matahari mengalami pergeseran. Meski pergeseran itu tidak drastis, kenyamanan penghuni rumah bisa terganggu akibat paparan sinar matahari yang menyilaukan. Masalah ini bisa diatasi dengan memasang kerai di setiap jendela dan pintu. Agar serasi dengan penampilan interior dan eksterior rumah tropis, sebaiknya pilih kerai bambu atau kerai kayu.

5. Teras

Ada alasan mengapa rumah panggung tradisional selalu dilengkapi dengan teras yang memanjang sesuai sisi lebar rumah. Di siang hari, berkat adanya teras temperatur udara yang mengalir dari luar rumah akan sedikit menurun sebelum masuk ke dalam rumah. Ini bisa terjadi karena teras dilengkapi dengan atap yang menghalangi paparan sinar matahari. Di teras pulalah kita bisa menikmati suasana alam sekitar, baik hijaunya pepohonan maupun debur ombak di kejauhan, yang menjadikan rumah tropis paling sederhana pun memiliki nilai sempurna.