Rumah teras: Ide desain interior, inspirasi & gambar

  1. Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
    Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
  2. Ad
  3. Ad
  4. Ad
  5. Ad
  6. Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
    Butuh bantuan untuk proyek rumah anda?
  7. Ad
  8. Ad
  9. Ad
  10. Ad
  11. Ad
  12. Ad
  13. Ad
  14. Ad
  15. Ad
  16. Ad

Asal-usul rumah teras bertingkat

Rumah teras bertingkat (terraced house) merupakan istilah untuk rumah dengan dua atau tiga lantai dan sama persis dengan rumah di kanan kirinya dalam satu deretan yang sama. Model rumah ini pertama kali muncul abad 16 di Eropa, diawali dengan berdirinya Places des Vosges di Paris yang dibangun tahun 1605 dan selesai pada tahun 1612. Rumah teras bertingkat pertama mulai dibangun di London, Inggris tahun 1729 sebagai upaya pembangunan kembali setelah Great Fire of London. Rumah teras bertingkat dengan bentuk yang seragam dan biasanya berada di tepi jalan kadang diasosiasikan sebagai hunian kelas pekerja di era Victoria. Di masa itu rumah bertingkat banyak didirikan di distrik industri seiring dengan meningkatnya urbanisasi Revolusi Industri. Model rumah ini juga populer di negara-negara lain seperti Finlandia, Australia, dan Kanada.

Di Amerika Serikat rumah teras bertingkat disebut dengan townhouse atau rumah kota, dan pertama kali didirikan di Philadelphia tahun 1799. Townhouse lebih dikenal dengan nama rowhouse di area Amerika Serikat bagian selatan untuk merujuk deretan rumah dengan tinggi, lebar, konstruksi, bentuk jendela dan pintu yang sama. Rumah teras bertingkat diperkenalkan di Asia Tenggara di awal abad ke-20 di Malaysia dan Singapura, juga populer dengan nama shophouse (rumah toko/ruko). Rumah teras bertingkat Asia Tenggara tidak jauh berbeda dengan rumah teras bertingkat versi Inggris di mana area aktivitas dipusatkan di lantai bawah sebelah depan dan lantai atas, sedangkan dapur ada di belakang. Dari sinilah kemudian rumah teras bertingkat mulai masuk ke Indonesia.

Uniknya, istilah terrace house atau townhouse tidak lagi digunakan untuk mendeskripsikan rumah teras bertingkat di Indonesia. Istilah rumah cluster lebih populer, meski sama-sama ditujukan untuk bangunan dengan ciri-ciri yang sama. Berbeda dengan negara asalnya, rumah teras bertingkat di Indonesia merupakan bagian dari sebuah kompleks real estate atau perumahan untuk kelas menengah ke atas. Disebut rumah cluster karena deretan rumah-rumah itu hanya memiliki satu akses jalan masuk/ keluar kompleks hunian untuk alasan keamanan. Sama seperti rumah kayu, rumah cluster saat ini menjadi tipe rumah yang sangat diminati masyarakat dan mudah ditemukan di berbagai penjuru Indonesia, termasuk wilayah di luar Pulau Jawa.

Arsitektur rumah teras bertingkat

Terraced house maupun townhouse di Eropa dan Amerika Serikat dibangun sebelum abad ke-20, sehingga wajar jika tampil dalam arsitektur gaya klasik era Victoria. Rumah teras bertingkat Inggris merupakan rumah dengan dinding batu bata merah, memiliki satu atau dua cerobong asap, atap pelana, tanpa teras dan halaman depan, serta pintu masuk yang berhadapan langsung dengan jalan. Ini wajar karena di masa itu, hanya golongan atas saja yang bisa memiliki rumah dengan halaman luas. Sedangkan townhouse atau rumah teras bertingkat di Amerika Serikat abad ke-19 umumnya sudah menggunakan atap datar, meski ada juga beberapa yang masih memanfaatkan dinding batu bata. Townhouse AS tampil lebih mewah dengan pilar dan oranamen, kadang dilengkapi juga dengan tangga menuju pintu masuk karena konstruksi rumah dibuat lebih tinggi dari jalan.

Rumah cluster, sebutan untuk rumah teras bertingkat di Indonesia, umumnya tampil dengan fasad minimalis atau minimalis modern. Bentuk atap yang digunakan adalah atap datar dan ada juga yang menggunakan atap minimalis. Rumah cluster terdiri dari dua lantai, dilengkapi dengan halaman dan jalan masuk untuk kendaraan. Sebuah dinding rendah memisahkan halaman depan rumah cluster satu dengan lainnya. Sama dengan rumah teras bertingkat di tempat asalnya, rumah cluster tidak memiliki pagar. Lantai atas rumah cluster dilengkapi dengan balkon dan jendela besar yang menghadap ke jalan. Material rumah cluster adalah bahan bangunan yang umum digunakan di Indonesia, yaitu komposisi antara semen, beton, dan batu bata. Dalam hal warna, cat rumah cluster biasanya cerah, persis seperti gambar dalam iklannya.

Tipe rumah cluster biasanya dikelompokkan berdasarkan ukurannya, yang dalam hal ini tidak jauh berbeda dengan perumahan pada umumnya. Tipe rumah cluster yang cukup populer di Indonesia di antaranya tipe 36 (luas bangunan 36m2), tipe 45 (luas bangunan 45 m2), tipe 54 (luas bangunan 54 m2) dan tipe 60 (luas bangunan 60 m2). Harga jual rumah cluster bervariasi, bukan hanya berdasarkan luas bangunan namun juga lokasi dan biaya pembangunan rumah yang berlaku di daerah itu. Di Jakarta, misalnya, biaya pekerja dan bahan bangunan adalah sekitar Rp 3 juta per meter persegi luas bangunan.

Keuntungan dan kekurangan rumah teras bertingkat

Apakah Anda berkeinginan tinggal di rumah teras bertingkat suatu hari nanti? Jika ya, mari ketahui keuntungan dan kekurangan rumah cluster alias rumah teras bertingkat versi Indonesia sebelum Anda membuat keputusan.

Keuntungan:

1. Lebih praktis dan efisien. Rumah cluster tersedia dalam kondisi siap pakai. Penghuni tidak perlu melakukan perbaikan atau pengecatan ulang sebelum menempatinya.

2. Kualitas udara lebih baik. Area rumah cluster yang tertutup untuk umum adalah suatu hal yang membuat area ini diminati masyarakat. Selain lebih aman, kualitas udara di sekitar rumah juga lebih bersih karena lebih sedikit kendaraan bermotor yang lalu lalang.

3. Privasi terjaga, namun masih bisa akrab dengan tetangga. Sistem keamanan satu pintu akan membantu penghuni menjauhkan tamu tak diundang. Jumlah penghuni perumahan yang sedikit justru akan mempererat jalinan kekeluargaan antar tetangga.

Sementara itu, kekurangan tinggal di rumah cluster adalah:

1. Fasad rumah seragam. Bila Anda hendak membeli rumah cluster, pastikan Anda benar-benar menyukai gaya rumah cluster itu. Mengubah penampilan eksterior rumah akan membuat penghuni lainnya juga ingin melakukan renovasi, sehingga bisa merusak keseragaman fasad rumah cluster.

2. Perlu membayar biaya tambahan untuk keamanan. Biaya keamanan yang dipungut dari para penghuni rumah cluster digunakan untuk membayar petugas keamanan/ satpam, dan besarannya tergantung pengembang.

3. Harga rumah sangat mahal. Fasilitas berlimpah, suasanan nyaman dan keamanan terjamin, semua itu tidaklah gratis. Namun Anda boleh berlega hati karena harga rumah cluster cenderung naik setiap tahun, sehingga dapat menjadi investasi Anda di masa mendatang.

Merenovasi fasad rumah cluster memang sulit dilakukan, namun masih terbuka peluang untuk menata ulang interior rumah cluster Anda. Serahkan saja pada para ahli desain interior kami.