Taman mediteran: Ide desain, inspirasi & gambar

  1. Butuh bantuan untuk taman anda?
    Butuh bantuan untuk taman anda?
  2. Butuh bantuan untuk taman anda?
    Butuh bantuan untuk taman anda?
  3. Ad
  4. Ad
  5. Ad
  6. Ad
  7. Ad
  8. Ad
  9. Ad

Apa itu taman Mediteran?

Manusia telah memperhatikan estetika area luar ruangan sejak 10.000 SM. Meski detil spesifik taman yang pertama kali dibuat manusia belum terungkap, para sejarawan memperkirakan cikal bakal taman adalah sebidang tanah berpagar di halaman rumah untuk mencegah masuknya binatang liar atau orang asing. Sejarah mencatat bahwa kebiasaan membangun taman dimulai di Asia Barat. Hal ini dibuktikan oleh Taman Gantung Babilonia yang disebut sebagai salah satu keajaiban arsitektur eksterior dalam sejarah. Taman yang dibangun Raja Nebukadnezzar II (605-592 SM) untuk istrinya dikatakan memiliki tangga-tangga tinggi, pilar-pilar besar, saluran irigasi dan berbagai jenis tanaman yang ditanam secara simetris. Bukti fisik tentang taman ini tidak dapat ditemukan, sehingga keberadaannya sering diperdebatkan sebagai mitos atau fakta. Sampai saat ini keberadaan taman yang tercatat sebagai salah satu 7 Keajaiban Dunia Kuno hanya ditemukan dalam catatan para penulis Yunani dan Romawi kuno yang menggambarkan Taman Gantung Babilonia sebagai konstruksi ideal dan romantis.

Meski Taman Gantung Babilonia diperkirakan telah dihancurkan pada Abad ke-1, kabar tentang keindahannya telah menyebar ke berbagai wilayah di Eropa, yaitu Yunani, Spanyol, Jerman, Prancis, Inggris dll. Di kawasan Mediteran, konstruksi taman disesuaikan dengan gaya arsitektur bangunan dan iklim yang cenderung hangat. Pada awal perkembangannya, taman Mediteran hanya terdapat di rumah-rumah para bangsawan atau kalangan kelas atas. Saat ini, siapapun bisa memiliki taman Mediteran. Kita yang hidup di Indonesia juga bisa memilikinya. Tidak seperti kawasan Eropa lainnya, suhu udara di kawasan Mediteran yang berada di sepanjang garis pantai Laut Mediteran (Laut Tengah) tidak terlalu dingin di musim dingin dan bisa sangat hangat di musim panas. Inilah yang membuat taman Mediteran mudah diterapkan di lingkungan tempat tinggal kita, baik dari sisi pemilihan material dekorasi, jenis tanaman, sampai desain taman itu sendiri.

Cara menghadirkan taman Mediteran di halaman rumah

Taman Mediteran berhasil memikat hati banyak kalangan di berbagai belahan dunia berkat warna lembutnya, jalan setapak berbatu, pagar semak, tanaman hias sederhana yang tahan panas dan cuaca kering, serta keharuman aroma tanaman khas Mediteran. Taman Mediteran juga sempurna untuk siapapun yang tak punya banyak waktu untuk merawat dan menyiram tanaman, karena beberapa jenis tanaman Mediteran tidak membutuhkan banyak air. Inilah beberapa hal yang perlu diperhatikan saat merancang taman Mediteran:

1. Usahakan agar kondisi tanah tidak terlalu basah

Mengingat karakter tanaman Mediteran yang tidak tahan terhadap curah hujan tinggi, perlu diterapkan cara agar air hujan tidak menggenang dan tanah tidak menjadi becek. Cara yang kami rekomendasikan adalah membuat biopori untuk mempercepat penyerapan air oleh tanah. Namun perlu diingat juga bahwa tanah yang terlalu kering juga kurang ideal untuk pertumbuhan tanaman. Tanyakan pada profesional di bidang pembuatan taman apakah tanah perlu dipupuk. Pilihlah pupuk dari bahan organik, yaitu pupuk kompos. Harga pupuk kompos pun cukup terjangkau, yaitu Rp 10 ribu per kg.

2. Area duduk yang teduh

Taman gaya apapun dibuat untuk kita nikmati setiap saat, baik seorang diri maupun bersama orang-orang terkasih. Oleh sebab itu area duduk wajib disediakan di dalam taman, bisa di tengah atau di salah satu sudutnya. Area duduk taman Mediteran biasanya berada di bawah pergola yang ditutup hijaunya dedaunan. Idealnya pergola didirikan di bawah pohon yang rindang atau didekorasi dengan tanaman merambat. Baik pergola dengan rangka atap kayu atau pergola rangka atap baja, dua-duanya cocok untuk taman Mediteran. Sebagai perbandingan, saat ini harga kayu adalah sekitar Rp 3 juta per meter kubik. Sedangkan harga baja ringan adalah sekitar Rp 110 ribu sampai Rp 160 ribu per meter persegi.

3. Tanaman hias tahan panas

Warna abu-abu, ungu, dan biru hijau adalah ciri khas taman Mediteran. Warna-warna ini berasal dari berbagai jenis tanaman hias yang memiliki satu karakter yang sama, yaitu tumbuh indah di bawah terik matahari, tahan di cuaca kering, dan beraroma wangi. Bukan hanya tanaman hias berbunga, tanaman hias berdaun tebal dan tanaman semak adalah elemen penting di taman gaya Mediteran. Tanaman merambat juga diperlukan sebagai peneduh pergola. Lavender, euphorbia, dan bougainville adalah dua jenis tanaman bunga yang lazim ditemukan di taman Mediteran. Sukulen, agave, atau kaktus bisa ditanam di tengah taman sebagai penarik perhatian. Sedangkan lidah mertua (sansvieria) bisa tumbuh menjadi pengganti tanaman semak bila ditanam di sepanjang jalan setapak. Dolar, air mata pengantin, dan morning glory adalah jenis tanaman merambat yang akan menjadi atap alami untuk pergola. Semua jenis tanaman ini harganya sangat terjangkau dan mudah ditemukan di sekitar kita.

4. Elemen hias

Bak tanaman adalah elemen taman yang populer di segala gaya taman. Khusus untuk taman Mediteran, bak tanaman terbuat dari batu kali yang direkatkan satu sama lain dengan semen. Batu-batu kecil bisa dihamparkan di sepanjang jalan setapak, lebih baik lagi bila tersusun oleh beberapa macam warna. Beberapa ahli taman menggunakan paduan batu kecil dan potongan limbah kayu di sela-sela tanaman sukulen atau kaktus sebagai penarik perhatian. Atmosfer Mediteran akan lebih terasa bila jalan setapak juga dilengkapi dengan ubin bermotif warna-warni sebagai pijakan kaki.

Bila lahan taman tidak terlalu luas, pot terakota (tanah liat) bisa dijadikan media tanaman sekaligus elemen hias khas Mediteran. Namun pot tanah liat harus sering dibersihkan karena cuaca lembab bisa membuat pot jenis ini berlumut. Satu elemen hias lain yang juga penting adalah kolam air mancur gaya klasik. Suara gemericik air mancur dan memandangi air mengalir bisa membantu menenangkan suasana hati yang galau, sehingga taman menjadi surga kecil yang indah untuk bersantai. Kolam air mancur tidak perlu besar dan megah, cukup disesuaikan dengan kondisi lahan. Saat ini miniatur air mancur telah dijual bebas di pasaran dengan harga Rp 200 ribu sampai Rp 250 ribu rupiah. Dengan miniatur air mancur siapapun berpeluang untuk menghadirkan kedamaian di taman Mediterania dengan luas terbatas.